Senin, 21 Mei 2012

Atasi Anemia Dengan Kacang Hijau

COBA berhentilah sejenak dari aktivitas saat ini. Ingat-ingat, apakah Anda belakangan merasakan cepat capek dan lemah. Kalau tidak, silahkan lanjutkan bekerja. Sebaliknya, kalau ya, mungkin Anda menderita anemia. Anda boleh beristirahat sejenak untuk memikirkan penanganannya. Jangan anggap enteng kondisi ini, karena keadaan tersebut dapat menjadi penyebab masalah serius.

Di negara berkembang seperti negara kita ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan gangguan anemia, di antaranya malaria, infeksi cacing tambang, dan kekurangan gizi. Anemia dapat juga terjadi akibat kehilangan darah saat menjalani operasi, mengidap penyakit seperti kanker, gagal ginjal, HIV/AIDS, atau akibat kemoterapi.

Anemia muncul sebagai akibat turunnya jumlah sel darah merah di bawah normal. Secara spesifik dapat disebabkan oleh defisiensi zat besi (Fe), asam folat, dan/atau vitamin B12. Zat besi sendiri merupakan komponen penting hemoglobin, yang sangat berperan sebagai pembawa utama oksigen ke seluruh tubuh. Maka penurunan hemoglobin darah akan menyebabkan tubuh harus bekerja lebih keras dalam mendapatkan oksigen.


Hal itulah yang menyebabkan tubuh terasa lemah dan lelah. Gejala lain anemia berupa berkurangnya nafsu makan, mata berkunang-kunang, dan tangan sering kesemutan bila berdiri sehabis jongkok.


Data global menunjukkan, sekitar 20% penduduk dunia atau sekitar 1,5 miliar orang menderita anemia karena defisiensi besi. Dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995, 50,9% dari kelompok wanita hamil menderita anemia. Pada berbagai kelompok usia pengidap anemia, angka tersebut berkisar 40 - 60%.


MENCARI PENYEBABNYA


Untuk menangani anemia perlu terlebih dahulu ditentukan penyebab spesifiknya. Meningkatkan asupan gizi merupakan cara utama karena tubuh hanya mempunyai sedikit besi, vitamin B12, atau asam folat pada sistem tubuh kita. Penggunaan vitamin yang mengandung besi disarankan di bawah pengawasan dokter, karena konsumsi zat besi dalam jumlah besar dapat menimbulkan efek sampingan yang justru akan merusak tubuh.


Bila anemia disebabkan oleh hilangnya darah, misalnya perdarahan, maka penanganannya dengan pemberian hemoglobin. Sedangkan untuk menangani anemia yang berhubungan dengan penyakit kanker, ginjal, hepatitis ataupun HIV/AIDS, maka dilakukan pemberian erythropoietin, yaitu senyawa sintetik dari hormon alam yang dapat menstimulasi produksi sel darah. Transfusi darah dilakukan jika jumlah sel darah merah berada di bawah batas toleransi.


DALAM MAKANAN SEHARI-HARI


Kandungan Fe sebenarnya dapat cukup banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari. Sejumlah makanan yang mengandung Fe dalam kadar tinggi - lebih dari 5 mg/100g - di antaranya adalah hati, jantung, kuning telur, ragi, kerang, kacang-kacangan, dan beberapa jenis buah. Contoh buah tersebut adalah jambu biji, karena mengandung vitamin B1, vitamin C, dan zat besi.


Selain makanan sehari-hari tersebut, ada beberapa tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi anemia. Tanaman tersebut terutama yang mengandung vitamin B12, misalnya jagung,bunga matahari, kedelai, dan kacang tanah.


Dari warisan nenek moyang kita punya beberapa tanaman yang digunakan secara empiris untuk menangani anemia. Tanaman itu adalah bayam duri, tapak liman, lempuyang wangi, daun kacang panjang, dan kacang hijau. Selain mudah didapat, pengolahan bahan-bahan tersebut cukup sederhana.


MENAIKKAN HB DAN ERITROSIT


Bayam duri (Amaranthus spinosus L.) merupakan tanaman terna berumur setahun. Sering ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan ini berbatang berduri. Daunnya bulat telur memanjang dengan ujung dan pangkal runcing dan tersusun menyebar di sekeliling batang.


Dalam bayam duri banyak terkandung zat besi, garam fosfat, vitamin A, C, dan K. Kandungan lainnya, amarantin, kalium nitrat dan piridoksin.


Untuk memanfaatkannya dalam mengatasi anemia diperlukan sebanyak setengah genggam daun bayam duri. Cuci bersih, lalu giling halus. Selanjutnya, tambahkan satu kuning telur ayam dan satu sendok makan madu. Aduk campuran itu hingga rata. Ramuan tersebut untuk sekali minum dilakukan dua kali sehari.


Pada penelitian yang dilakukan menggunakan kelinci jantan yang dibuat anemia, pemberian infus herba bayam duri selama 16 hari berturut-turut, menaikkan jumlah eritrosit (sel darah merah) dan kadar Hb setiap empat hari selama masa percobaan.


Tapak liman (Elephantopus scaber) juga bisa dipilih untuk mengatasi anemia. Ia termasuk tanaman semak semusim. Daunnya tunggal berbentuk jorong dengan ujung bulat dan tepinya bergerigi. Permukaannya kasap dan berbulu. Daun tersebut memiliki panjang 15 - 25 cm dan lebar 5 -7 cm. Tumbuhan ini antara lain mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol.


Sebagai tanaman obat, tapak liman dapat dipergunakan seutuhnya. Caranya, ambil tiga batang, dicuci, lalu direbus dengan air bersih sebanyak tiga gelas minum sampai airnya kira-kira tinggal tiga perempatnya. Sesudah dingin disaring, lalu ditambahkan madu secukupnya. Ramuan ini pun untuk sekali minum. Dalam sehari dianjurkan minum dua kali.


Apabila hendak menggunakan akarnya, maka jumlah yang dipakai sebanyak seperempat genggam. Cuci bersih, lalu giling halus, remas, campur dengan satu sendok makan madu murni dan dua sendok teh air jeruk nipis. Akhirnya peras dan saring. Ramuan ini untuk sekali minum dan dalam sehari sebaiknya minum dua kali.


Hasil penelitian penetapan kandungan zat besi pada akar dan daun tanaman tapak liman Edi Junirianto menunjukkan, kadar zat besi dalam akar sebesar 45,4 mg% dan pada daun 30,2%.


Pilihan lainnya, lempuyang wangi (Zingiber aromaticum). Meski sering ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat, lempuyang wangi sering pula ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan jati. Tanaman ini berbatang basah tidak berkayu. Tingginya bisa sampai 1,80 m. Daunnya panjang. Bunganya bulir, duduk pada ketiak daun pelindung. Bagian tanaman yang berkhasiat adalah rimpangnya.


Untuk mengobati anemia diperlukan sebanyak tiga perempat jari rimpang lempuyang wangi. Setelah dicuci dan dipotong seperlunya, rebus dengan air bersih sebanyak 4,5 gelas minum hingga tinggal kira-kira setengahnya. Sesudah dingin dapat disaring dan ditambahkan madu seperlunya. Ramuan ini juga untuk sekali minum, dilakukan sebanyak dua kali sehari.


Hasil penelitian Pudjiastuti pada kelinci yang dibuat anemia menunjukkan, ada peningkatan kadar Hb dan jumlah eritrosit setelah kelinci diberi infus rimpang lempuyang wangi selama 16 hari.


DILALAP DAN DIREBUS


Bahan lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi anemia adalah daun kacang panjang (Vigna sinensis). Batangnya memanjat dengan cara melilit pada penopangnya dan bisa mencapai ketinggian hingga 4 m. Daunnya termasuk jenis majemuk.


Untuk mengusir derita anemia, diperlukan setengah genggam daun kacang panjang, dicuci bersih lalu diasapkan sebentar. Tak perlu diolah yang macam-macam, cukup dimakan sebagai urap pada waktu makan. Sebaiknya, dikonsumsi dua kali sehari.


Yang termasuk mudah didapat tentu saja kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Tumbuhan kekacangan ini termasuk perdu berbatang basah dengan cabang tegak. Daunnya berbentuk segitiga menyirip. Sedangkan bungannya berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Dari bunga itulah terbentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.


Untuk menyembuhkan anemia dibutuhkan sebanyak satu cangkir kacang hijau. Setelah dicuci, campur dengan dua gelas minum air bersih, rebus hingga tersisa sekitar tiga per empatnya. Rebusan yang sudah menjadi suam-suam kuku pun siap diminum. Rebusan untuk sekali minum, dilakukan dua kali sehari. Kacang hijau mengandung vitamin B1,B2, dan niacin.


Nah, sekarang silahkan beraktivitas. Setelah beres, segeralah berburu bahan obat di atas. Bereskan segala derita akibat anemia. Toh, bahan-bahannya relatif mudah didapat.


Source: Majalah Intisari, no.480 - Juli 2003

Udara Panas? Konsumsi Makanan Pedas!

ORANG sakit karena makanan, tetapi juga bisa sembuh atau sehat berkat makanan. Makanan penyembuh itu tentu yang tepat untuk penyakit. 

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang bermanfaat untuk kondisi kesehatan tertentu:

1. Bubur sumsum dan susu

Bubur sumsum, dikenal pula dengan sebutan bubur beras, mampu menetralkan asam lambung, sehingga bisa meredakan nyeri lambung. Apabila tidak menderita intoleransi laktosa, kita bisa memasak makanan kaya karbohidrat ini dengan susu.
Secara tunggal sejak lama susu dikenal sebagai pereda nyeri lambung. Menurut Ara H. Dermaderosian, Ph.D., profesor farmakognosi di Philadelphia College of Pharmacy and Science, susu cukup membantu asalkan tidak diminum langsung dalam jumlah banyak.

2. Yoghurt

Minuman berbahan dasar susu dan mengandung Lactobacillus acidophillus ini berguna untuk membangkitkan bakteri "baik" dalam lambung. Bakteri tersebut biasanya ikut mati ketika kita menjalani pengobatan dengan antibiotika. Padahal, mereka berguna didalam saluran pencernaan, misalnya menghancurkan sisa-sisa makanan sehingga mudah dikeluarkan.

Secara ilmiah memang belum ditemukan mekanisme kerja yoghurt di saluran pencernaan. Tetapi, berdasarkan pengalaman dokter di Amerika, yoghurt bisa meningkatkan kondisi pasien.

3. Jahe

"Beberapa penelitian membuktikan jahe cukup efektif melawan mual-mual," ujar Varo E. Tyler, Ph.D., profesor farmakognosi di Purdue University. Karenanya, untuk mengatasi mabuk perjalanan kita bisa mengunyahnya. Sayang, rasanya sangat pedas dan kurang praktis. Wanita hamil juga tidak dianjurkan mengonsumsinya. Sebagai gantinya kita bisa mengunyah permen jahe.

4. Kopi

Bila mengalami migrain, kita bisa mengobatinya dengan minum secangkir kopi. Menurut dr. Seymour Diamond, direktur Diamond Headache Clinic, di Chicago, penyakit ini biasanya disebabkan pelebaran pembuluh darah. Sementara, kafein didalam kopi akan mengerutkan pembuluh darah. Supaya manjur, tambahnya, dianjurkan minum kopi disertai obat analgesik ringan atau obat sakit kepala. Kalau tidak ada kopi, minuman berkafein atau teh kental bisa dijadikan penggantinya.

5. Air jeruk dan pisang

Minuman campuran air jeruk dan pisang ternyata ampuh sebagai obat diare. Air jeruk bisa menggantikan air, vitamin, mineral, dan kalori yang hilang karena diare. Sementara, pisang menggantikan potasium yang "diperas" ketika diare. Pisang juga mengandung pektin, sejenis serat yang bisa menyerap air di dalam saluran pencernaan.

Pisang juga manjur untuk mengatasi perut keroncongan di malam hari yang membuat kita sulit tidur. Buah ini mengenyangkan, mudah dicerna, tetapi tidak menggemukkan.

6. Air

Menurut dr. George L. Blackburn, PhD., kepala laboratorium gizi/metabolisme di New England Deaconess Hospital, Boston, air adalah salah satu obat stres paling manjur. Bila gugup ketika hendak tampil di depan umum, segelas penuh air bisa mengatasinya. Air juga mencegah dehidrasi, mengatasi mulut kering lantaran cemas, telapak tangan berkeringat, atau berdebar.

7. Susu

Minum susu merupakan cara paling tepat untuk mengatasi kepedasan karena cabe. Susu full cream lebih efektif dibandingkan dengan susu tanpa lemak, karena lemak di dalam susu full cream menyerap capsaicin, senyawa dalam cabe yang menyebabkan pedas. Sebaliknya, minum air bukanlah cara menghilangkan pedas, karena capsaicin akan menyebar oleh air di dalam mulut.

8. Makanan Pedas

Untuk mengatasi udara panas, kita bisa mengkonsumsi makanan pedas, menurut Dr. DerMarderosian, makanan pedas membuat pembuluh darah melar. Tubuh pun keringatan. Berkeringat ini merupakan mekanisme tubuh untuk menurunkan suhu tubuh.

Source: Majalah Intisari, no.454 - Mei 2001

Kamis, 10 Mei 2012

Cara Tepat Minum Oralit

DIARE aspesifik merupakan penyakit yang sangat sering terjadi di Indonesia, terutama bila dibandingkan dengan negara maju. Penyebabnya antara lain sambal atau makanan lain yang merangsang, virus, toksin kuman stafilokokus dalam makanan basi, intoleransi terhadap susu, dsb. Artikel ini tidak mempersoalkan diare spesifik yang disebabkan oleh amuba, kuman disentri, atau radang usus yang memerlukan pengobatan khusus.

Boleh dikata hampir semua orang di Indonesia pernah mengalami diare aspesifik, yang biasanya berhenti sendiri tanpa pengobatan. Namun, diare jenis ini juga dapat menjadi kronis, malah kadang-kadang menimbulkan komplikasi berat bila tidak ditangani dengan benar.

Diare yang terjadi hanya beberapa kali sehari dan berhenti dalam 1-2 hari tidak memerlukan penanganan khusus. Tetapi bila defekasi (buang air besar) sering, sampai 8 - 15 kali sehari, disertai perut mules, feses cair dan banyak, maka kita perlu waspada. Bahaya terbesar ialah kehilangan cairan tubuh dan garam, terutama natrium dan kalium, apalagi bila terjadi berhari-hari. Pada orang tua dan bayi, kehilangan cairan tubuh mudah berakhir dengan dehidrasi, bahkan tidak jarang, kematian. Tapi, peristiwa seekstrem itu sebenarnya mudah dicegah. Bukankah diare sebenarnya mudah diobati?

Menurut WHO, pengobatan dengan oralit merupakan penemuan terbesar zaman ini. Sayangnya, banyak dokter dan pasien tidak sadar untuk memakai obat sederhana ini sejak awal. Agaknya, karena oralit dipercaya tidak langsung dapat dirasakan manfaatnya untuk menghentikan diare, malah dapat menginduksi muntah. Padahal semua ini terjadi karena baik WHO, UNICEF, maupun Departemen Kesehatan belum cukup mempublikasikan cara pemakaian oralit dengan benar.

Umumnya, yang dilakukan orang adalah mencampur satu sachet oralit dalam segelas (200 cc) air lalu diteguk sekaligus. Sering terjadi, penderita kemudian muntah dan merasa akan buang air besar lagi. Mengapa terjadi demikian? Karena cara minum oralit seperti itu keliru.

Yang benar, larutan oralit diteguk sedikit demi sedikit, 2 - 3 teguk lalu berhenti tiga menit. Dengan demikian kita memberi kesempatan oralit diserap oleh usus untuk menggantikan garam dan cairan yang hilang dalam feses. Prosedur ini harus di ulang terus-menerus sampai satu gelas habis. Bila diare hebat masih berlanjut, minum oralit harus diteruskan sampai beberapa bungkus atau gelas (3 - 8 ) sehari. Dengan cara minum yang benar, oralit biasanya akan menghentikan diare dengan cepat dan efisien.

Pengobatan lain biasanya tidak diperlukan. Menghentikan diare secara artifisial dengan obat yang mengandung loperamid tidak dianjurkan karena ia bekerja seperti morfin atau kodein, yaitu menghentikan periltasis usus, sambil membiarkan isi usus yang kotor mengamuk di dalamnya. Hal ini dapat menimbulkan mules yang luar biasa; pada bayi atau orang tua bisa amat berbahaya. Oleh karena itu pula, obat ini bukan termasuk obat bebas. Pemakaiannya harus atas pengawasan dokter (kenyataannya, konsumen sering dapat membelinya secara bebas). Lebih lanjut perlu diingat, pada dasarnya diare merupakan mekanisme tubuh yang alamiah untuk mengeluarkan isi usus yang "busuk". Bila usus sudah bersih, diare akan berhenti sendiri.


Menambahkan obat yang mengandung garam bismuth (misalnya bismuth salisilat atau karbonat), attapulgit, atau kaolin boleh juga, asalkan jangan berlebihan. Garam bismuth juga berguna untuk menghilangkan kembung yang sering menyertai diare. Antibiotik umumnya tidak perlu diberikan karena mubazir dan dapat sering memperpanjang masa diare.


Selain pemakaian obat, diet perlu diatur. Hentikanlah sementara minum susu dan santan, makan sayur atau buah terlalu banyak, dan terutama sambal tidak boleh sedikit pun.


Dengan penanganan diare seperti di atas, percayakah Anda bahwa lebih dari separuh kasus diare aspesifik di Indonesia akan dapat ditangani sendiri oleh masyarakat dengan cara murah dan efektif.


Source: Majalah Intisari, no.440 - Maret 2000

Sabtu, 07 April 2012

Memperbaiki Pola Makan Mencegah Kanker

Upaya pencegahan penyakit kanker semakin diperhatikan. Perilaku hidup merupakan salah satu penyebab utama timbulnya kanker, di luar faktor keturunan, lingkungan, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Faktor perilaku hidup itu terutama menyangkut pola makan sehari-hari. Dr. Elvina Karyadi, M.Sc., seorang ahli gizi, mengajak kita memahami pola makan yang baik yang dapat mencegah kanker tertentu.


PARA AHLI belakangan mengidentifikasikan bahwa 80 - 90% dari berbagai bentuk kanker berkaitan erat dengan makanan yang sehari-hari kita konsumsi.


Kanker payudara dan prostat diduga karena mengkonsumsi lemak yang terlalu banyak alkohol juga disebut-sebut sebagai biang keladi mencuatnya kanker payudara.


Sejumlah studi epidemiologi membuktikan, munculnya penyakit kanker pada saluran pencernaan erat hubungannya dengan berbagai paparan dari jenis makanan tertentu. Sedangkan kanker tenggorokan (esofagus) berkaitan dengan tingginya konsumsi alkohol dan bisa juga karena kebiasaan merokok. Kanker lambung dihubungkan juga dengan tingginya konsumsi makanan pengawet yang berkadar garam tinggi. Sedangkan kanker kolon (usus besar) dan rektum disebabkan oleh tingginya konsumsi lemak dan minuman beralkohol (terutama bir).


Kanker hati diduga akibat pencemaran makanan oleh aflatoksin dan juga konsumsi alkohol yang tinggi. Beberapa ahli berpendapat, infeksi virus hepatitis B juga merupakan penyebab timbulnya kanker hati. Sementara itu kanker paru-paru dan kandung kencing terutama disebabkan oleh paparan tembakau (rokok) serta beberapa zat kimia dari berbagai cemaran industri.


Di samping zat-zat yang merugikan dalam kandungan gizi makanan tertentu, terdapat pula zat-zat gizi yang terkenal sebagai zat antikarsinogen, yaitu zat yang bersifat protektif (melindungi seseorang yang mengkonsumsinya dari timbulnya kanker). Termasuk golongan ini terutama sayur-saryuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin A, betakaroten, vitamin C, dan vitamin E. Juga zat gizi lain yang saat ini terkenal berpotensi mencegah penyakit kanker seperti selenium (Se), asam folat, niasin (vitamin B3), vitamin D, seng (zinc), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).


Serat yang merupakan bagian dari pangan nabati yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan tubuh dan dapat mencegah timbulnya kanker kolon. Fungsi serat itu penting karena dapat menarik air dari sekitar pembuluh darah sehingga melunakkan faeses dan mendorong pengeluaran yang efisien melalui usus. Sumber makanan yang mengandung serat adalah biji-bijian, kulit dan daging, buah-buahan serta sayuran seperti seledri, kol, kembang kol, bayam dll.


Antioksidan merangsang kekebalan


Betakaroten, vitamin C, vitamin E, dan selenium dikenal sebagai zat antioksidan yang dapat merangsang sistem imun tubuh untuk melawan radikal bebas yang membentuk karsinogen (substansi yang dapat menimbulkan kanker). Mekanisme antioksidan dalam menghambat terjadinya kanker ini termasuk mencegah pembentukan karsinogen dan menghalangi rusaknya sel normal lainnya.


Pada Percobaan terhadap binatang terbukti, antioksidan menghambat kerusakan kromosom, tahap promosi tumor, transformasi sel, dan rangsangan terbentuknya kanker secara kimia atau radiasi.


Betakaroten banyak terdapat pada sayuran berwarna kuning seperti wortel, sedangkan vitamin C banyak dijumpai pada buah-buahan macam jeruk, jambu biji, dll. Vitamin E banyak terdapat pada sereal, minyak nabati, jagung, sayuran berdaun hijau, dan buah-buahan. Selenium terdapat pada daging, kerang, sereal, dan produk ternak.


Menurut beberapa penelitian, wanita penderita kanker serviks (mulut rahim) kadar asam folat dalam darahnya menurun. Hal ini tidak selalu berarti bahwa kadar asam folat yang rendah mencetuskan atau menyebabkan penyakit kanker. Dengan suplementasi asam folat, perubahan abnormal sel-sel di mulut rahim (cervical dysplasia) yang bisa berkembang menjadi kanker mulut rahim, dapat dicegah. Asam folat ini banyak terdapat pada sayuran hijau (brokoli, bayam, asparagus), biji-bijian, hati, kacang polong, buncis.


Suplementasi vitamin B3 atau niasin dilaporkan juga dapat mencegah kanker. Vitamin ini biasanya diberikan pula pada penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi itu sendiri. Penelitian Popov bahkan menyatakan, pemberian kombinasi niasin dan aspirin pada penderita kanker kandung kemih ternyata menurungkan angka kekambuhan dan meningkatkan perpanjangan waktu hidup penderita kanker. Niasin banyak terkandung daging sapi, ayam, kacang-kacangan, ikan, daging tak berlemak, telur, dan alpukat.


Sedangkan penelitian ahli lain, Garland dkk. dan Colsion dkk. menunjukkan, suplementasi vitamin D dalam bentuk aktifnya (1,25-dihidroksi) dapat menghambat multiplikasi (pelipatgandaan) sel kanker. Semakin tinggi vitamin D dalam darah (dalam bentuk 25-hidroksi vitamin D), semakin rendah risiko terjadinya kanker kolon. Vitamin ini banyak dijumpai pada mentega, susu, kuning telur, hati, beras, dan ikan.


Seng mencegah kanker


Kalsium berperan dalam proses proliferasi (perkembangbiakan) sel pada lapisan mukosa kolong manusia. Karena itu masukan kalsium yang cukup tinggi dapat mengurangi risiko terjadinya kanker kolon. Studi yang pernah dilakukan oleh seorang peneliti Rusia menunjukkan, suplementasi kalsium yang diberikan kepada penderita tumor tulang dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker kolon. Studi yang pernah dilakukan oleh seorang peneliti Rusia menunjukkan, suplementasi kalsium yang diberikan kepada penderita tumor tulang dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker dengan terapi radiasi. Kalsium banyak terdapat pada susu, yoghurt, keju, bayam, dan brokoli.


Penelitian yang pernah dilakukan pada hewan percobaan menunjukkan, kekurangan magnesium pada diet hewan ini dapat meningkatkan perkembangan terjadinya kanker tenggorokan dan kanker kulit luar. Ditemukan bahwa seseorang yang menderita kanker tenggorokan memiliki kadar seng yang rendah dalam darahnya. Namun hal ini masih belum diketahui apakah kekurangan seng merupakan sebab atau akibat dari kanker ini.


Menurut Garafalo, seorang ahli lain, dalam tindakan pembedahan terhadap kanker dianjurkan agar berhati-hati sebab bisa memperparah defisiensi seng, bahkan sampai pada tingkat yang permanen. Apalagi bisa pasien sudah sangat rendah kadar seng dalam serumnya sebelum operasi.


Dalam kasus kanker prostat pada pria juga ditemukan kadar seng yang rendah dalam kelenjar prostat dan terjadi sekresi kelenjar prostat itu sendiri. Sehingga para ahli juga beranggapan seng ini merupakan proteksi dalam melawan penyakit kanker prostat. Makanan sehari-hari yang banyak mengandung seng dapat ditemukan misalnya pada makanan berasal dari hewan seperti daging ayam, sapi, telur dan juga pada biji-bijian, roti, susu dan produk olahannya.


Belakangan dikenal pula beberapa substansi tertentu yang bermanfaat mencegah kanker seperti alkilgliserol yang banyak terdapat pada minyak hati ikan hiu, koenzim Q10, asam butirat, tulang rawan faktor antiangiogenesis (dari ikan hiu) yang berfungsi mencegah pembentukan darah baru dalam penyebaran sel kanker. Juga omega-3 dari minyak ikan, omega-6 serta beberapa ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti bromelain berasal dari batang pohon nanas, bawang putih (Allium sativum), bawang bombay (Allium cepa) dan substansi lentinan berasal dari jamur shiitake asal Jepang.


Bakteri Lactobacillus acidophilus juga dikenal sebagai bakteri yang normal dalam usus besar manusia dan berfungsi menormalisasikan aktivitas enzim-enzim yang dihasilkan dari bakteri lain.


Kadar lemak yang tinggi dan rendah serat yang banyak ditemui pada diet makanan Barat menyebabkan terganggunya aktivitas enzim dalam bentuk kotoran di usus besar yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar.


Karsinogen dalam makanan


Zat-zat yang terkandung dalam makanan (faktor diet) dapat menyebabkan promotor untuk menimbulkan keganasan yang tidak secara langsung menimbulkan tumor. Zat-zat ini digolongkan sebagai karsinogen. Selain karsinogen ada pula prokarsinogen yang bersifat mengubah zat kimiawi sehingga merupakan pencetus kanker.


Karsinogen dalam makanan dapat ditemukan misalnya pada hasil pengolahan yang menimbulkan zat karsinogen plosiklik hidrokarbon akibat proses pengasapan makanan, zat kimia nitrosamin, zat fisik karena radiasi nuklir, ataupun zat biologi yang ada di alam seperti racun dalam tembakau.


Zat-zat racun tersebut akan merusak keutuhan struktur sel dan intinya menjadi ganas sehingga bersifat mutagenik (sel-sel normal setelah dicemari racun atau pencemaran lingkungan menjadi sel ganas yang berkembang biak tanpa kendali). Selain itu zat karsinogen dapat timbul akibat pengolahan makanan yang tidak tepat. Misalnya, pemanasan yang terlampau lama dan terlalu tinggi suhunya (menimbulkan zat trans-fatty-acid), cara menggoreng yang berlebihan serta pengawetan dengan pengasinan.


Makanan yang tercemar oleh jamur Aspergillus flatus yang menghasilkan racun aflatoksin seperti kacang tanah busuk dan keju kadaluwarsa juga bersifat karsinogen. Penggunaan minyak (jelantah) yang sudah berulang kali mengandung zat radikal bebas seperti peroksida, epioksida, dan lain-lain yang bersifat karsinogenik dan mutagenik yang mengubah sel normal menjadi ganas. Pada percobaan terhadap binatang, konsumsi makanan yang kaya akan gugus peroksida ini dapat menimbulkan kanker usus.


Pemanis buatan seperti siklamat dan sakarin, yang banyak dipakai dalam makanan jajanan menurut penelitian epidemiologi dapat pula menimbulkan tumor kandung kemih. Zat pengawet makanan seperti formaldehida sebagai pengawet bakso atau tahu, penggunaan zat pewarna tekstil (bukan untuk makanan) seperti methanyl yellow pada kerupuk, tahu, dll. serta rhodamin, warna merah pada sirup menurut penelitian juga dapat merangsang timbulnya kanker hati.


Mengingat banyak zat makanan di sekitar kita yang dapat merangsang timbulnya penyakit kanker, hendaknya kita sedapat mungkin menghindari makanan yang kurang bersih, lewat masa kadaluwarsa atau diolah dengan tidak semestinya. Walaupun dalam kehidupan sehari-hari cukup sulit untuk menghindarinya, paling tidak kita berusaha menjauhinya.


Source: Majalah Intisari, no.402 - Januari 1997

PINGSAN, Tak Selalu Lemah Jantung

Mereka yang mudah pingsan kerap dianggap lemah jantung. Apalagi jantungnya sering berdebar-debar. Padahal memakai baju dan kerah ketat pun bisa berdampak buruk.


PERNAKAH saat Anda berdiri mengikuti upacara di lapangan atau sedang menghadiri resepsi resmi, mendadak merasa jantung berdebar-debar, degupnya kencang, disusul kepala serasa ringan serta badan lemas, keringat dingin, pandangan berkunang-kunang dan akhirnya gelap lalu jatuh pingsan?


Penyebab kejadian seperti itu bisa saja karena jantung kita kurang beres, tapi bisa juga karena faktor luar. Apalagi kalau kita tidak mempunyai riwayat kelainan jantung ataupun faktor risiko penyakit jantung dan usia relatif masih muda.


Sebagian besar kasus pingsan yang bukan karena kelainan jantung (sinkop nonkardik) menurut para ahli, lebih disebabkan oleh hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak kesepuluh yang mensarafi organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak jantung.


Salah satu pencerminan hipersensitivitas vagus dikenal sebagai sinkop vasovagal (berkaitan dengan pembuluh darah dan nervus vagus) dan vasodepresif. Ini terjadi karena timbulnya ketidakseimbangan refleks saraf otonom dalam bereaksi terhadap posisi berdiri yang berkepanjangan. Berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh darah dan nervus vagus) dan vasodepresif. Ini terjadi karena timbulnya ketidakseimbangan refleks saraf otonom dalam bereaksi terhadap posisi berdiri yang berkepanjangan. Berawal dari kecenderungan terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi, hal ini menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga curah ke jantung serta tekanan darah sistoliknya menurun. Guna mengatasi penurunan tersebut, otomatis timbul refleks kompensasi normal, berupa bertambahnya frekuensi dan kekuatan kontraksi jantung, dengan tujuan mengembalikan curah jantung ke tingkat semula.


Pada seseorang yang hipersensitif, bertambahnya kekuatan konstraksi ini justru mengaktifkan reseptor mekanik yang ada pada dinding bilik jantung kiri sehingga timbul refleks yang dinamakan refleks Bezold-Jarisch (sesuai nama penemunya). Efeknya, frekuensi detak jantung berbalik menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan kemudian terjadi tekanan darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu. Di sinilah sinkop terjadi.


Namun untuk menentukan diagnosis, pada umumnya dokter menganjurkan pemeriksaan tilt test, di mana hasil tes dapat digunakan sebagai acuan pemeriksaan lebih lanjut bila diperlukan.


Mencegah pingsan


Untuk mencegah agar jangan sampai pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya baru terasa berdebar-debar, coba sedikit gerak-gerakkan tungkai atau kaki, sambil sekali-kali batuk kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian kita sesaat. Misalnya kalau sedang berada dalam suatu upacara, perhatikan peserta lain di depan kita satu per satu, mengingat-ingat kejadian menyenangkan yang pernah kita alami, menggumamkan lagu kesayangan atau lagu mars pembangkit semangat Anda.


Kalau dengan cara tersebut gejala tidak juga berkurang, tetapi malah mulai mengeluarkan keringat dingin ditambah kepala terasa melayang, apa boleh buat!


Lebih baik Anda langsung jongkok, duduk, atau mundur mencari tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi daripada kepala. Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali. Apalagi kalau ditambah dengan minuman segar.


Sebaliknya, kalau kita harus menolong orang yang pingsan, menurut Panduan Kesehatan Keluarga, 1996 (Yayasan Essentia Medica) sebaiknya lakukan tip praktis berikut ini. Baringkan penderita di tempat tidur dengan kepala dimiringkan. Hati-hatilah agar posisi kepala jangan ditinggikan. Bila penderita berada di kursi, dorong kepala ke bawah serendah mungkin di antara kedua lutut. Longgarkan pakaian yang ketat agar aliran darahnya tak terganggu. Bila perlu, teteskan air dingin di kening atau leher untuk mempercepat pulihnya kesadaran. Jangan memberikan apa pun lewat mulut apabila penderita belum sadar. Panggil dokter terdekat atau ambulans bila tidak kunjung sadar.


Kenapa kerah baju ketat


Hipersensitivitas vagus dapat juga berupa sinkop sinus karotis, yakni jatuh pingsan bukan dicetuskan oleh sikap berdiri yang lama tetapi saat menoleh mendadak. Ini bisa terjadi bila penderita mengenakan baju berkerah tinggi terlalu ketat, sehingga gerakan kepala menyebabkan penekanan pada sinus karotis yang terletak pada leher samping agak ke depan. Hal ini bisa mengakibatkan detak jantung melambat dan menimbulkan sinkop.


Jika dilakukan pemeriksaan elektro-fisiologi (pemeriksaan aktivitas listrik jantung) pada penderita, umumnya terlihat fungsi listrik jantung bekerja dalam batas normal. Hanya saja adanya manipulasi ringan berupa penekanan leher di daerah sinus karotis tadi tampak berupa garis datar pada layar monitor. Artinya, terjadi gangguan aktivitas atau hantaran listrik saat dilakukan manipulasi tadi.


Untuk mencegah jangan sampai mengalami hal tersebut, hindari penggunaan kerah baju yang terlalu ketat dan jangan memijat daerah leher atau hal lain lagi yang menyebabkan tekanan pada sinus karotis.


Penampilan lain lagi yang langka dari hipersensitivitas vagus adalah paroxysmal sinus arrest. Di sini sumber listrik utama jantung adakalanya mengalami penghentian (pause) selama 6 - 23 detik tanpa adanya faktor pencetus yang jelas. Kejadian ini bisa saat tidur maupun saat aktif, siang atau malam, dengan akibat hampir pingsan atau pingsan (presinkop atau sinkop). Di sini hasil pemeriksaan dengan elektrofisiologi terhadap sumber listrik jantung pun normal, tapi pada umumnya pengobatan di arahkan pada penggunaan alat pacu jantung permanen yang ditanamkan di bawah kulit dada penderita.


Untuk mencegah terjadinya sinkop yang bukan karena kelainan jantung tadi, antara lain berolahraga seperti jogging, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga dinamis yang menguatkan otot tungkai.


Kalau sinkop jelas disebabkan oleh kelainan jantung tentu Anda dianjurkan berkonsultasi dengan dokter jantung agar dilakukan pemeriksaan lebih seksama dan pengobatan lebih tepat.


Source: Majalah Intisari, no.401 - Desember 1996

Jumat, 06 April 2012

Sakit Otot, Tulang, Dan Sendi

SEMUA orang pernah merasakan pegal atau sakit otot, tulang, dan sendi. Sebagian kecil hal ini karena penyakit spesifik, namun sebagian besar sering disebabkan oleh kesalahan sikap (posture): sikap kerja, sikap duduk, sikap tidur, dsb. 

Seorang pria setengah baya kenalan saya datang dengan tangan kiri seperti menggenggam buku. Ia merasakan sakit dan kaku, sehingga tangan itu sulit dikembalikan ke sikap yang normal. Setelah saya tanyakan apakah ia memegang buku sewaktu ia masuk-keluar bandara dalam perjalanannya ke Eropa, ia mengangguk. Sikap membawa buku seperti itu memang dapat menimbulkan sakit otot dan sendi bila dilakukan untuk waktu lama.

Seorang bapak lain mengeluh bahu dan pinggang kanannya sakit sekali. Ketika saya tanyakan apa yang dilakukannya kemarin, ia tidak ingat kejadian aneh apa pun yang dapat menyebabkan sakitnya itu. Namun, begitu saya tanyakan apakah terjadi salah posture, ia teringat malam sebelumnya menonton bola. Istrinya duduk disebelahnya, ia merangkulnya sambil makan popcorn berdua. Mereka duduk di sofa dengan sikap gaya bebas, dan ini berlangsung selama menonton piala dunia sepak bola itu.

Saya sendiri pernah mengalami sakit sendi bahu kanan dan kiri selama dua tahun. Sakitnya begitu hebat sehingga menimbulkan keterbatasan gerak pada kedua bahu saya. Saya sulit mengenakan jas, sulit menyisir rambut, dan lengan tidak dapat diangkat ke atas. Berbagai obat penghilang rasa sakit tidak dapat membantu, malahan saya dianjurkan, dokter spesialis untuk disinar dengan sinar sesium, yang lalu saya lakukan tanpa hasil.

Akhirnya, saya pergi ke ahli urut terkenal yang melakukan pijatan yang sangat menyakitkan. Pada pijat keenam kali, sakit di bahu kiri mendadak hilang begitu tempat tertentu dipijat, dan tidak pernah kambuh lagi. Namun, bahu kanan tidak kunjung sembuh. Begitu saya mengetahui titik yang dipijat, maka saya lakukan hal itu sendiri sewaktu senggang. Setelah berhari-hari saya memijat dengan sekuat tenaga di tempat yang ditunjukkan, maka seperti mukjizat, mendadak sakit itu hilang. Itu terjadi setelah pijatan saya mengenai lokasi tertentu. Saya lalu dapat menggerakkan bahu ke mana saja.

Kasus terakhir ini rupanya gara-gara sewaktu bepergian ke luar negeri, saya selalu mengangkat sendiri bagasi saya yang kadang-kadang cukup berat. Hal ini juga dialami banyak orang yang menenteng belanjaan setiap hari dari pasar, membawa tas kantor yang berat berisi buku, atau seorang nenek muda yang menggendong cucunya. Biasanya, hal ini memang tidak dirisaukan, karena beban yang dibawa tidak terlalu berat. Tetapi bila ini dilakukan terus-menerus, dapat saja terjadi sakit bahu, lengan, atau pinggang dan tungkai. Sakit dapat menetap untuk waktu yang lama, atau menghilang bila cepat disadari dan tidak dilakukan lagi.

Berbagai pengobatan dengan menelan obat analgesik mungkin dapat membantu, tetapi bila tidak ada perubahan dalam beberapa hari, janganlah diteruskan. Lebih penting kita menyadari kesalahan sikap apa yang telah kita lakukan. Menggerakkan bagian-bagian yang sakit dengan senam sederhana dapat memperbaiki keadaan. Pijat dengan refleksiologi oleh seorang ahli dapat memperbaiki seketika bila tempat yang itu terkena, namun keahliannya perlu dipastikan dulu. Sebelum itu yakinilah apakah tidak ada bagian sendi dan otot yang merah meradang atau bengkak, yang memerlukan bantuan dokter.

Penggunaan AC yang dingin, baik di kamar tidur maupun mobil, juga dapat menimbulkan sakit sendi dan otot, bila udara dingin langsung mengenai bagian tubuh kita untuk waktu lama. Ibu rumah tangga yang melakukan semua pekerjaan sendiri, termasuk mencuci, setrika, mengepel lantai, dapat juga terjangkiti berbagai jenis sakit otot, sendi, dan tulang. Duduklah di kursi dengan tegak lurus, pantat didorong ke belakang supaya tidak sakit pinggang. Naik-turun tangga berkali-kali sambil membawa beban dapat merusak dengkul.

Yang perlu diingat, pekerjaan rumah tangga tidak dapat dianggap sebagai olahraga. Olahraga seperti tenis, golf, badminton, yang berlebihan dengan menggerakkan bagian tubuh sebelah saja dapat menimbulkan kelainan seperti diatas. Kenalilah tubuh kita dengan lebih baik dan carilah dahulu kesalahan hidup yang sederhana sebelum memikirkan penyakit yang mengerikan.

Sebagaimana dituturkan oleh prof.dr.Iwan Darmansyah Sp.FK

Source: Majalah Intisari, no.443 - Juni 2000


GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes