Tampilkan postingan dengan label Pengobatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengobatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Mei 2012

Atasi Anemia Dengan Kacang Hijau

COBA berhentilah sejenak dari aktivitas saat ini. Ingat-ingat, apakah Anda belakangan merasakan cepat capek dan lemah. Kalau tidak, silahkan lanjutkan bekerja. Sebaliknya, kalau ya, mungkin Anda menderita anemia. Anda boleh beristirahat sejenak untuk memikirkan penanganannya. Jangan anggap enteng kondisi ini, karena keadaan tersebut dapat menjadi penyebab masalah serius.

Di negara berkembang seperti negara kita ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan gangguan anemia, di antaranya malaria, infeksi cacing tambang, dan kekurangan gizi. Anemia dapat juga terjadi akibat kehilangan darah saat menjalani operasi, mengidap penyakit seperti kanker, gagal ginjal, HIV/AIDS, atau akibat kemoterapi.

Anemia muncul sebagai akibat turunnya jumlah sel darah merah di bawah normal. Secara spesifik dapat disebabkan oleh defisiensi zat besi (Fe), asam folat, dan/atau vitamin B12. Zat besi sendiri merupakan komponen penting hemoglobin, yang sangat berperan sebagai pembawa utama oksigen ke seluruh tubuh. Maka penurunan hemoglobin darah akan menyebabkan tubuh harus bekerja lebih keras dalam mendapatkan oksigen.


Hal itulah yang menyebabkan tubuh terasa lemah dan lelah. Gejala lain anemia berupa berkurangnya nafsu makan, mata berkunang-kunang, dan tangan sering kesemutan bila berdiri sehabis jongkok.


Data global menunjukkan, sekitar 20% penduduk dunia atau sekitar 1,5 miliar orang menderita anemia karena defisiensi besi. Dari hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1995, 50,9% dari kelompok wanita hamil menderita anemia. Pada berbagai kelompok usia pengidap anemia, angka tersebut berkisar 40 - 60%.


MENCARI PENYEBABNYA


Untuk menangani anemia perlu terlebih dahulu ditentukan penyebab spesifiknya. Meningkatkan asupan gizi merupakan cara utama karena tubuh hanya mempunyai sedikit besi, vitamin B12, atau asam folat pada sistem tubuh kita. Penggunaan vitamin yang mengandung besi disarankan di bawah pengawasan dokter, karena konsumsi zat besi dalam jumlah besar dapat menimbulkan efek sampingan yang justru akan merusak tubuh.


Bila anemia disebabkan oleh hilangnya darah, misalnya perdarahan, maka penanganannya dengan pemberian hemoglobin. Sedangkan untuk menangani anemia yang berhubungan dengan penyakit kanker, ginjal, hepatitis ataupun HIV/AIDS, maka dilakukan pemberian erythropoietin, yaitu senyawa sintetik dari hormon alam yang dapat menstimulasi produksi sel darah. Transfusi darah dilakukan jika jumlah sel darah merah berada di bawah batas toleransi.


DALAM MAKANAN SEHARI-HARI


Kandungan Fe sebenarnya dapat cukup banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari. Sejumlah makanan yang mengandung Fe dalam kadar tinggi - lebih dari 5 mg/100g - di antaranya adalah hati, jantung, kuning telur, ragi, kerang, kacang-kacangan, dan beberapa jenis buah. Contoh buah tersebut adalah jambu biji, karena mengandung vitamin B1, vitamin C, dan zat besi.


Selain makanan sehari-hari tersebut, ada beberapa tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi anemia. Tanaman tersebut terutama yang mengandung vitamin B12, misalnya jagung,bunga matahari, kedelai, dan kacang tanah.


Dari warisan nenek moyang kita punya beberapa tanaman yang digunakan secara empiris untuk menangani anemia. Tanaman itu adalah bayam duri, tapak liman, lempuyang wangi, daun kacang panjang, dan kacang hijau. Selain mudah didapat, pengolahan bahan-bahan tersebut cukup sederhana.


MENAIKKAN HB DAN ERITROSIT


Bayam duri (Amaranthus spinosus L.) merupakan tanaman terna berumur setahun. Sering ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan ini berbatang berduri. Daunnya bulat telur memanjang dengan ujung dan pangkal runcing dan tersusun menyebar di sekeliling batang.


Dalam bayam duri banyak terkandung zat besi, garam fosfat, vitamin A, C, dan K. Kandungan lainnya, amarantin, kalium nitrat dan piridoksin.


Untuk memanfaatkannya dalam mengatasi anemia diperlukan sebanyak setengah genggam daun bayam duri. Cuci bersih, lalu giling halus. Selanjutnya, tambahkan satu kuning telur ayam dan satu sendok makan madu. Aduk campuran itu hingga rata. Ramuan tersebut untuk sekali minum dilakukan dua kali sehari.


Pada penelitian yang dilakukan menggunakan kelinci jantan yang dibuat anemia, pemberian infus herba bayam duri selama 16 hari berturut-turut, menaikkan jumlah eritrosit (sel darah merah) dan kadar Hb setiap empat hari selama masa percobaan.


Tapak liman (Elephantopus scaber) juga bisa dipilih untuk mengatasi anemia. Ia termasuk tanaman semak semusim. Daunnya tunggal berbentuk jorong dengan ujung bulat dan tepinya bergerigi. Permukaannya kasap dan berbulu. Daun tersebut memiliki panjang 15 - 25 cm dan lebar 5 -7 cm. Tumbuhan ini antara lain mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol.


Sebagai tanaman obat, tapak liman dapat dipergunakan seutuhnya. Caranya, ambil tiga batang, dicuci, lalu direbus dengan air bersih sebanyak tiga gelas minum sampai airnya kira-kira tinggal tiga perempatnya. Sesudah dingin disaring, lalu ditambahkan madu secukupnya. Ramuan ini pun untuk sekali minum. Dalam sehari dianjurkan minum dua kali.


Apabila hendak menggunakan akarnya, maka jumlah yang dipakai sebanyak seperempat genggam. Cuci bersih, lalu giling halus, remas, campur dengan satu sendok makan madu murni dan dua sendok teh air jeruk nipis. Akhirnya peras dan saring. Ramuan ini untuk sekali minum dan dalam sehari sebaiknya minum dua kali.


Hasil penelitian penetapan kandungan zat besi pada akar dan daun tanaman tapak liman Edi Junirianto menunjukkan, kadar zat besi dalam akar sebesar 45,4 mg% dan pada daun 30,2%.


Pilihan lainnya, lempuyang wangi (Zingiber aromaticum). Meski sering ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat, lempuyang wangi sering pula ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan jati. Tanaman ini berbatang basah tidak berkayu. Tingginya bisa sampai 1,80 m. Daunnya panjang. Bunganya bulir, duduk pada ketiak daun pelindung. Bagian tanaman yang berkhasiat adalah rimpangnya.


Untuk mengobati anemia diperlukan sebanyak tiga perempat jari rimpang lempuyang wangi. Setelah dicuci dan dipotong seperlunya, rebus dengan air bersih sebanyak 4,5 gelas minum hingga tinggal kira-kira setengahnya. Sesudah dingin dapat disaring dan ditambahkan madu seperlunya. Ramuan ini juga untuk sekali minum, dilakukan sebanyak dua kali sehari.


Hasil penelitian Pudjiastuti pada kelinci yang dibuat anemia menunjukkan, ada peningkatan kadar Hb dan jumlah eritrosit setelah kelinci diberi infus rimpang lempuyang wangi selama 16 hari.


DILALAP DAN DIREBUS


Bahan lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi anemia adalah daun kacang panjang (Vigna sinensis). Batangnya memanjat dengan cara melilit pada penopangnya dan bisa mencapai ketinggian hingga 4 m. Daunnya termasuk jenis majemuk.


Untuk mengusir derita anemia, diperlukan setengah genggam daun kacang panjang, dicuci bersih lalu diasapkan sebentar. Tak perlu diolah yang macam-macam, cukup dimakan sebagai urap pada waktu makan. Sebaiknya, dikonsumsi dua kali sehari.


Yang termasuk mudah didapat tentu saja kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Tumbuhan kekacangan ini termasuk perdu berbatang basah dengan cabang tegak. Daunnya berbentuk segitiga menyirip. Sedangkan bungannya berbentuk kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Dari bunga itulah terbentuk polongan yang berisi 10-15 biji kacang hijau.


Untuk menyembuhkan anemia dibutuhkan sebanyak satu cangkir kacang hijau. Setelah dicuci, campur dengan dua gelas minum air bersih, rebus hingga tersisa sekitar tiga per empatnya. Rebusan yang sudah menjadi suam-suam kuku pun siap diminum. Rebusan untuk sekali minum, dilakukan dua kali sehari. Kacang hijau mengandung vitamin B1,B2, dan niacin.


Nah, sekarang silahkan beraktivitas. Setelah beres, segeralah berburu bahan obat di atas. Bereskan segala derita akibat anemia. Toh, bahan-bahannya relatif mudah didapat.


Source: Majalah Intisari, no.480 - Juli 2003

Kamis, 10 Mei 2012

Cara Tepat Minum Oralit

DIARE aspesifik merupakan penyakit yang sangat sering terjadi di Indonesia, terutama bila dibandingkan dengan negara maju. Penyebabnya antara lain sambal atau makanan lain yang merangsang, virus, toksin kuman stafilokokus dalam makanan basi, intoleransi terhadap susu, dsb. Artikel ini tidak mempersoalkan diare spesifik yang disebabkan oleh amuba, kuman disentri, atau radang usus yang memerlukan pengobatan khusus.

Boleh dikata hampir semua orang di Indonesia pernah mengalami diare aspesifik, yang biasanya berhenti sendiri tanpa pengobatan. Namun, diare jenis ini juga dapat menjadi kronis, malah kadang-kadang menimbulkan komplikasi berat bila tidak ditangani dengan benar.

Diare yang terjadi hanya beberapa kali sehari dan berhenti dalam 1-2 hari tidak memerlukan penanganan khusus. Tetapi bila defekasi (buang air besar) sering, sampai 8 - 15 kali sehari, disertai perut mules, feses cair dan banyak, maka kita perlu waspada. Bahaya terbesar ialah kehilangan cairan tubuh dan garam, terutama natrium dan kalium, apalagi bila terjadi berhari-hari. Pada orang tua dan bayi, kehilangan cairan tubuh mudah berakhir dengan dehidrasi, bahkan tidak jarang, kematian. Tapi, peristiwa seekstrem itu sebenarnya mudah dicegah. Bukankah diare sebenarnya mudah diobati?

Menurut WHO, pengobatan dengan oralit merupakan penemuan terbesar zaman ini. Sayangnya, banyak dokter dan pasien tidak sadar untuk memakai obat sederhana ini sejak awal. Agaknya, karena oralit dipercaya tidak langsung dapat dirasakan manfaatnya untuk menghentikan diare, malah dapat menginduksi muntah. Padahal semua ini terjadi karena baik WHO, UNICEF, maupun Departemen Kesehatan belum cukup mempublikasikan cara pemakaian oralit dengan benar.

Umumnya, yang dilakukan orang adalah mencampur satu sachet oralit dalam segelas (200 cc) air lalu diteguk sekaligus. Sering terjadi, penderita kemudian muntah dan merasa akan buang air besar lagi. Mengapa terjadi demikian? Karena cara minum oralit seperti itu keliru.

Yang benar, larutan oralit diteguk sedikit demi sedikit, 2 - 3 teguk lalu berhenti tiga menit. Dengan demikian kita memberi kesempatan oralit diserap oleh usus untuk menggantikan garam dan cairan yang hilang dalam feses. Prosedur ini harus di ulang terus-menerus sampai satu gelas habis. Bila diare hebat masih berlanjut, minum oralit harus diteruskan sampai beberapa bungkus atau gelas (3 - 8 ) sehari. Dengan cara minum yang benar, oralit biasanya akan menghentikan diare dengan cepat dan efisien.

Pengobatan lain biasanya tidak diperlukan. Menghentikan diare secara artifisial dengan obat yang mengandung loperamid tidak dianjurkan karena ia bekerja seperti morfin atau kodein, yaitu menghentikan periltasis usus, sambil membiarkan isi usus yang kotor mengamuk di dalamnya. Hal ini dapat menimbulkan mules yang luar biasa; pada bayi atau orang tua bisa amat berbahaya. Oleh karena itu pula, obat ini bukan termasuk obat bebas. Pemakaiannya harus atas pengawasan dokter (kenyataannya, konsumen sering dapat membelinya secara bebas). Lebih lanjut perlu diingat, pada dasarnya diare merupakan mekanisme tubuh yang alamiah untuk mengeluarkan isi usus yang "busuk". Bila usus sudah bersih, diare akan berhenti sendiri.


Menambahkan obat yang mengandung garam bismuth (misalnya bismuth salisilat atau karbonat), attapulgit, atau kaolin boleh juga, asalkan jangan berlebihan. Garam bismuth juga berguna untuk menghilangkan kembung yang sering menyertai diare. Antibiotik umumnya tidak perlu diberikan karena mubazir dan dapat sering memperpanjang masa diare.


Selain pemakaian obat, diet perlu diatur. Hentikanlah sementara minum susu dan santan, makan sayur atau buah terlalu banyak, dan terutama sambal tidak boleh sedikit pun.


Dengan penanganan diare seperti di atas, percayakah Anda bahwa lebih dari separuh kasus diare aspesifik di Indonesia akan dapat ditangani sendiri oleh masyarakat dengan cara murah dan efektif.


Source: Majalah Intisari, no.440 - Maret 2000

Selasa, 03 April 2012

Menepis Stress, Menyembuhkan Sakit Perut

Gangguan perut bukan cuma karena infeksi kuman, Perut berulah justru ketika orang sedang sibuk-sibuknya beraktivitas, atau ketika menghadapi masalah. Sebaliknya, selagi santai, perut pun ikutan tenang. Itulah irritable bowel syndrome (IBS).


SAYA sendiri merasa nyeri perut dan kembung, tapi begitu buang air besar, gangguan hilang. Frekuensi ke belakang juga meningkat dan berbentuk cair.Tetapi ketika buang air besar, rasanya tidak lampias. Kenapa Dok?" begitu keluh seorang pasien wanita muda, sebut saja Dewi, kepada dokter yang memeriksa. Lalu ia pun diberi obat penghilang kembung dan anti-diare karena diduga, gangguan pada organ pencernaannya akibat salah makan saja.


Selang beberapa minggu, saat Dewi sedang sibuk-sibuknya menghadapi ujian semester, ia kembali ke dokter dengan keluhan yang sama. Bahkan ditambah dengan gejala lain, yakni buang air besarnya diikuti lendir. Mahasiswi semester empat ini pun disarankan dokter untuk melakukan pemeriksaan endoskopi (pemeriksaan organ tubuh dengan "teropong" endoskop) plus pemeriksaan laboratorium. Hasilnya, semuanya baik, tidak ada infeksi pada organ pencernaan, tumor, maupun bakteri yang mengkhawatirkan. Ia cuma disarankan lebih banyak istirahat dan untuk sementara mengurangi makanan merangsang: pedas dan asam.


Gangguan seperti dialami Dewi di kalangan kedokteran dinamai irritable bowel syndrome (IBS). Kasus gangguan perut yang kebanyakan diderita perempuan berusia 20 - 40 tahun ini belakangan sering terjadi dan menjadi perhatian kalangan dokter ahli gastroenterologi (pencernaan).


Di negara Barat dilaporkan, 10 - 20% keluhan pada perut disebabkan oleh IBS. Lebih dari 50% penderitanya wanita. Di Asia pengidap IBS tertinggi adalah kaum muda Jepang. Mungkin karena tuntutan hidup yang begitu tinggi sehingga banyak mengalami stress. Di Indonesia sampai saat ini belum ada data pasti penderita sindroma ini. Namun, dr. Dharmika Djojoningrat, Sp.PD.KGEH, spesialis penyakit dalam dengan subspesialisasi penyakit pencernaan dan hati dari RS Siloam Gleneagles, Lippo Karawaci, Tangerang, menemukan banyak pasiennya - khususnya dari Jakarta - mengidap gangguan ini.


Kalangan medis membedakan IBS atas dua tipe, IBS konstipasi (selama 5 - 7 hari tidak buang air besar) dan IBS diare (IBS seperti dialami Dewi). Pada tipe IBS diare, gerakan peristaltik motilitas usus pengidap begitu cepat sehingga isi kotoran dari usus besar cepat di transfer ke luar. Konsekuensinya, air dalam kotoran belum sempat diserap, sudah harus dikeluarkan dibarengi rasa mulas. Sebaliknya, pada tipe konstipasi, karena gerakan peristaltik motilitas ususnya lambat, maka kotoran akan terlalu lama ngendon dalam usus. Penyerapan airnya pun terlalu lama dengan akibat feses menjadi keras.


IBS konstipasi kebanyakan diderita oleh penduduk di negara Barat. Sedangkan, IBS diare kebanyakan dialami oleh penduduk negara di belahan Bumi lainnya, termasuk Indonesia. Hingga kini belum ada penelitian yang bisa mengungkapkan mengapa terjadi demikian. "Mungkin karena pada malam yang berbeda," duga dr. Dharmika.


Ambang rangsang rendah


Penggunaan kata sindroma pada IBS itu karena gangguan kesehatan ini tidak menunjukkan gejala khas seperti penyakit asma, TBC, atau tifus. IBS memang suatu kumpulan gejala yang tidak diformulasikan dalam bentuk satu penyakit. Gangguan ini keluhannya beraneka macam, mulai dari rasa nyeri dan kembung, tapi begitu buang air besar keluhan hilang, sampai dengan pengeluaran lendir bening dan terasa tidak lampias.


"Gejala IBS memang tidak khas walaupun kalangan kedokteran menyatakan gangguan ini merupakan sindroma usus sensitif," tambah dr. Dharmika. Namun, tidak seperti penyakit pencernaan lain, macam diare karena infeksi kuman, disentri, dll., IBS tidak akan mempengaruhi bobot badan penderita dan tidak dijumpai kelainan organik. "Malah ada yang naik bobot badannya," ungkap dr. Dharmika. "Sebab itu tidak jarang pasien suka terheran-heran, kenapa gejala berulang padahal dikatakan tidak tampak adanya kelainan apa pun pada ususnya."


Pada penderita IBS frekuensi buang air besar jenis cair bisa lebih dari 1 - 3 kali sehari. Gangguan bisa berulang kapan saja, kebanyakan tergantung pada keadaan psikologis penderita. Menurut kriteria Bristol, buang air besar dibilang abnormal kalau frekuensinya lebih dari tiga kali sehari atau kurang dari tiga kali per minggu. Sedangkan perubahan bentuk feses dapat berupa cair, lembek, atau keras. Proses buang air besar abnormal dapat berupa mengejan, rasa tidak lampias serta diikuti mukus atau lendir.


Terkadang pengidap IBS juga merasakan gejala lain seperti agak sulit tidur, sering buang air kecil, sakit pinggul, sakit saat bersenggama, merasa malas dan lelah.


Khusus bagi mereka yang berusia 45 tahun bila mengalami gejala mirip gejala IBS, disarankan oleh dr. Dharmika agar segera memeriksakan diri ke dokter untuk diketahui apakah kelainan disebabkan oleh gangguan organik seperti tumor, polip, infeksi, atau sekedar gangguan fungsional saja. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan endoskopi, biopsi, pemeriksaan darah, dll.


Pencetus munculnya IBS kebanyakan faktor psikologis (50%), bukan karena infeksi. Umpamanya, seseorang sedang mengalami depresi, somatisasi (gangguan psikis yang berdampak pada gangguan fisik), kecemasan, gangguan panik, hipokondria (rasa tertekan dan kehilangan semangat), dll. Hal itu bisa saja terjadi karena susunan saraf pusat memang mempunyai efek kuat terhadap saluran cerna. Pada penelitian terhadap orang sehat diketahui, stimulasi nyeri somatik dan rangsangan stress emosional dapat menimbulkan peningkatan kontraksi rektal (sekitar anus), perubahan pola motorik atau motilitas usus halus, serta pelambatan pengosongan lambung.


Pengidap IBS umumnya mempunyai konflik diri lebih tinggi dibandingkan dengan non-penderita IBS. Begitu setting pada otak tidak beres, maka pengaruhnya akan langsung ke usus. Padahal, dinding usus mempunyai ambang rangsang terhadap berbagai stimulus (rangsangan). Dalam keadaan depresi, ambang rangsang dinding usus akan cepat menurun.


"Bagi mereka yang ambang rangsangnya rendah dan peka, stimulus kecil saja sudah menimbulkan rasa nyeri atau mulas. Malah tidak jarang pula, karena demikian rendah ambang rangsangnya, stimulus yang normal bagi non pengidap IBS sudah mengakibatkan rasa nyeri pada penderita IBS," tutur dr. Dharmika. Dengan kata lain, kalau gerakan peristalik pada usus non-penderita IBS tidak akan terasa apa-apa, pada orang berpembawaan IBS sudah menimbulkan gejala.


Namun, dalam studi kedokteran tidak dikatakan bahwa faktor emosional menjadi penyebab satu-satunya. Fakta intoleransi makanan (misalnya terhadap laktosa dalam susu, kopi, MSG, dsb.) juga sedikit banyak ikut andil walaupun belum ada bukti nyata. "Makanan bukan merupakan faktor penyebab bersifat tidak langsung, melainkan lebih merupakan faktor penyebab langsung," ujar dr. Dharmika. Artinya, intoleransi seseorang terhadap makanan bisa langsung terlihat setelah makanan dikonsumsi.


Intoleransi makanan (bukan alergi makanan) ini sifatnya sangat individual. Umpamanya, kalau bagi si A susu langsung menyebabkan rasa nyeri, bagi si B mungkin kopi atau minuman cola. "Tentu saja ini perlu pencermatan individu masing-masing," katanya.


Ada pula yang mengatakan, 10 - 20% merupakan dampak dari gangguan pencernaan akut sebelumnya. Jadi, mungkin akibat organ pencernaan masih dalam keadaan belum stabil.


IBS bisa juga dikatakan sebagai pemunculan potensi yang telah ada dalam diri penderita atau merupakan suatu interaksi yang dialami penderita selama menjalani hidup. Misalnya, sewaktu anak-anak ia tidak pernah merasakan gangguan ini, tiba-tiba ketika dewasa dan menghadapi banyak tantangan, gangguan ini mulai dirasakan.


Mengatur pola hidup


IBS memang tidak berakibat fatal, tapi bisa mengganggu kualitas hidup penderita. Sebab itu gangguan ini perlu dikelola dengan baik. Penderita hendaknya berusaha mengatur pola hidupnya menjadi lebih baik. "Usahakan untuk menghilangkan konflik yang terjadi," tutur dr. Dharmika. Di negara-negara Barat, praktik konsultasi dengan psikiater atau psikolog serta melakukan latihan hipnoterapi untuk belajar mencari faktor penyebab konflik ternyata sangat membantu.


Selain terapi psikologis, juga dibutuhkan penerapan makanan seimbang. Pengidap IBS diare perlu membatasi makanan merangsang seperti pedas dan asam, dan makanan penyebab kembung perut seperti kol dan minuman bersoda. Pengidap IBS konstipasi dianjurkan menambah makanan berserat. Tetapi jangan berlebihan karena ada kalanya penambahan serat berlebihan dapat meningkatkan gas penyebab kembung.


Melakukan olahraga yang disukai juga dapat menunjang kesembuhan IBS. Apalagi kalau dilakukan secara rileks.


Menurut dr. Dharmika, hingga saat ini khasiat obat yang tersedia masih belum memuaskan. Obat-obatan itu hanya bersifat simtomatik (menghilangkan gejala) dan hanya diberikan secara insidentil. Misalnya, untuk menghilangkan rasa nyeri digunakan antispasme. Bila terjadi konstipasi (sembelit), diberikan obat agar buang air besar lebih teratur. "Obat biasanya hanya untuk memodifikasi regulasi peristaltik usus serta ambang rangsangnya saja," katanya. Obat antidepresan juga banyak dicoba untuk mengatasi keluhan nyeri perut serta gangguan kapasitas aktivitas sehari-hari.


Dr. Dharmika menyarankan, usahakan untuk selalu hidup nyaman, hilangkan stress agar perut tidak menjadi korban!


Source: Majalah Intisari, no.457 - Agustus 2001

Senin, 02 April 2012

Mati Mendadak Akibat Emboli Paru-Paru

Walaupun kasusnya termasuk langka, emboli paru-paru bisa menyebabkan kematian mendadak. Ibu hamil termasuk yang berisiko terkena kasus ini.


SEORANG wanita muda yang sedang mengandung tiga bulan mendadak meninggal setelah hanya beberapa menit mengalami sesak napas. Pihak keluarganya merasa heran karena selama ini ia tidak pernah mengeluh atau diketahui mengidap penyakit seperti kelainan jantung, tekanan darah tinggi, atau asma. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, disimpulkan kematian ibu muda itu mungkin disebabkan oleh tersumbatnya sistem aliran darah ke paru-paru secara mendadak disebut sebagai emboli paru-paru.


Seperti diketahui, paru-paru merupakan salah satu organ tubuh yang menjadi tempat masuknya oksigen (O2) yang sangat berguna bagi tubuh, serta keluarnya karbon dioksida (CO2) yang merupakan "sampah" yang bisa membahayakan. Pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida terjadi di sana. Artinya, seluruh darah di dalam tubuh kita pasti melewati paru-paru untuk membuang CO2 yang tidak lagi berguna dan menerima O2 yang segar. Ada dua jenis pembuluh darah di paru-paru, yakni arteri atau pembuluh yang membawa O2 keluar dari paru-paru dan pembuluh vena (pembuluh balik) yang membawa CO2 dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk kemudian dibuang.


Tidak heran kalau organ tubuh yang satu ini sangat kaya akan pembuluh darah. Di satu pihak ini menguntungkan sebagai tempat proses pertukaran gas, tetapi di sisi lain paru-paru memiliki risiko terjadinya penyumbatan aliran darah.


Emboli kecil dan besar


Terjadinya emboli paru-paru bisa hanya sebagian saja, tetapi bisa juga secara total, akibat berpindah atau bergeraknya suatu bekuan (gumpalan) dari aliran darah. Bahan yang tidak larut dan masuk ke dalam aliran darah menuju paru-paru itu dikhawatirkan bisa menyangkut di paru-paru. Emboli kecil itu sebenarnya sering terjadi namun tidak diketahui oleh pasien maupun dokter yang memeriksa karena tidak terasa.


Sebagian besar kasus emboli disebabkan oleh terlepasnya serpihan pembuluh darah baik yang letaknya di tungkai bawah, daerah rongga panggul, dan jantung kanan. Penyebab lain bisa juga terjadi akibat emboli lemak, udara, dan cairan air ketuban serta emboli lain yang tidak diketahui penyebabnya.


Orang akan lebih mudah terkena emboli paru-paru saat sedang berada dalam kondisi risiko tinggi, misalnya dalam keadaan imobilisasi (pasien di minta tidur diam atau tidak bergerak untuk jangka waktu lama) sehabis operasi dan atau patah tulang.


Namun, perlu diketahui, pasien tidak diperkenankan makan sehabis operasi sebelum mengeluarkan gas (kentut) tidak ada kaitannya langsung dengan emboli paru-paru. Puasa setelah operasi tidak lain diperlukan untuk menunggu kembalinya aktivitas usus yang ikut "tertidur" setelah tertekan oleh obat-obat anestesi. Bila usus yang belum berfungsi normal sudah diisi dengan makanan, pasien bisa sakit perut.


Yang juga memiliki risiko tinggi terkena emboli adalah mereka yang mengalami penyempitan atau penyumpatan pembuluh darah balik, penyakit jantung kogestif, syok akibat perdarahan hebat, serta dehidrasi. Keadaan ini akan semakin berat pada usia yang lebih lanjut atau pada orang yang kegemukan. 


Pada penyakit polisitemia vena (kelainan unsur sel sumsum tulang dengan akibat terjadi penambahan jumlah total sel darah merah), penyakit sikel sel (sel darah merah), penyakit sikel sel (sel darah merah abnormal berbentuk bulan sabit),penyakit keganasan, serta ada kalanya pada ibu hamil, bila terjadi peningkatan pembekuan darah dalam darah secara abnormal, juga akan mudah terjadi emboli. Selain itu emboli paru-paru bisa terjadi karena kerusakan dinding pembuluh darah akibat trauma atau peradangan, sehingga bekuan darah mudah melekat pada dinding pembuluh darah.


Jangan banyak bergerak


Gejala timbulnya emboli tergantung pada besar-kecilnya emboli serta kesehatan paru-paru dan jantung penderita sebelum terjadinya serangan. Pada emboli berukuran besar gejalanya dapat berupa sesak napas diikuti nyeri dada, demam yang tidak terlalu tinggi, batuk dahak berdarah, serta berdebar-debar, tekanan darah menurun dan terjadi pelebaran pembuluh darah balik di leher. Emboli kecil akan terlihat lebih jelas saat berlatih olahraga dengan gejala sesak napas.


Kematian mendadak pada penderita emboli paru-paru terjadi gara-gara tidak mengalirnya darah ke paru-paru akibat adanya sumbatan. Seorang pasien yang dicurigai terserang emboli paru-paru hendaknya tidak melakukan banyak gerakan, sehingga sumbatan tidak akan berjalan dan akan menyumbat pembuluh darah balik di paru-paru.


Dalam keadaan penderita mengalami gawat napas, pertolongan pertama yang bisa dilakukan tidak lain yaitu pasien ditenangkan, tidak boleh bergerak, dan langsung diantar ke Instalasi Gawat Darurat untuk segera dibantu pernapasannya dengan oksigen.


Untuk pencegahan, sedapat mungkin hindari terjadinya penyakit pembuluh darah dengan mengonsumsi makanan sehat, tidak merokok, olahraga secara teratur, serta secara rutin memeriksakan diri ke dokter dan hanya makan obat sesuai anjuran dokter.


Rawatlah dengan baik bila Anda menderita penyakit wasir, varises, dan berhati-hatilah sehabis mengalami tindakan operasi tungkai. Sebab, penyakit yang erat hubungannya dengan pembuluh darah balik ini memudahkan seseorang untuk terkena emboli paru-paru. Namun, Anda tidak perlu khawatir sebab terjadinya kasus demikian masih termasuk langka.


Source: Majalah Intisari, no.472 - November 2002

Kamis, 22 Maret 2012

Mengapa Anak Terus Panas-Batuk-Pilek?

SEORANG bayi seharusnya jarang sakit, karena masih ditopang imunitas tinggi sewaktu dikandung atau menyusu ibunya. Penyakit sehari-hari seperti flu (yang ditandai panas-batuk-pilek), penyakit virus lain, atau bahkan infeksi kuman dapat ditolaknya. Sejak lama fakta ini telah disadari. Coba saja, bila bayi Anda tinggal serumah dengan seorang penderita campak, maka biasanya ia tidak akan gampang tertular.


Namun nyatanya, banyak anak dan bayi menjadi pelanggan dokter setiap 2 - 3 minggu karena penyakit yang sama: bolak-balik demam, batuk, dan pilek. Tentu banyak orang tua bosan.


Pencetus penyakit pada anak memang sulit ditentukan, karena dapat bermacam-macam, misalnya lingkungan kurang sehat, polusi tinggi, dan ada perokok di rumah. Penggunaan penyejuk udara (AC) di malam hari bisa menimbulkan alergi suhu dingin, membuat hidung anak mampet, sehingga ia bernapas lewat mulut. Kipas angin dipasang di kamar tidur yang lalu meniup debu ke segala penjuru kamar. Belum lagi penularan virus di sekolah dan tempat ramai seperti mal. Juga perawat yang sedang batuk-pilek. Tak langka pula kejadian sakit gara-gara anak mengonsumsi makanan ringan tidak sehat yang membuat tenggorokan tergelitik.


Batuk-pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 - 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun. Bila ini terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya.


Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk-pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Selain mubazir, pemberian antibiotik kadang-kadang justru menimbulkan efek sampingan berbahaya. Kalau dikatakan akan mempercepat penyembuhan pun tidak, karena penyakit virus memang bakal sembuh dalam beberapa hari, dengan atau tanpa antibiotik. Hal ini telah dibuktikan dengan studi terkontrol berulang kali sejak ditemukannya antibiotik di tahun 1950 - 1960-an. Hasilnya selalu sama sehingga tidak perlu diragukan lagi kebenarannya.


Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya, anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi. Orang tuanya lalu langsung membeli antibiotik di apotek atau pasar, hanya karena setiap kali ke dokter mereka diberi obat tersebut.


Lingkaran setan ini: sakit - antibiotik - imunitas menurun - sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun. Komplikasi juga sering akan terjadi, yang akhirnya membawa anak itu ke kamar perawatan di rumah sakit.


Pengalaman menunjukkan, bila antibiotik dicoret dari resep (sementara obat batuk-pilek yang adekuat diberikan), setelah 1 - 3 bulan si anak tidak gampang terserang penyakit flu lagi. Pertumbuhan badannya pun menjadi lebih baik.


Salah kaprah kedua ialah gejala batuk-pilek yang tidak di obati secara benar; artinya siasat pengobatan perlu diubah. Ini lantaran obat jadi yang dijual di apotek tidak selalu dapat mengatasi masalah setiap penderita. Bahkan sering terjadi, batuk-pilek malah menjadi lebih parah dan berkepanjangan.


Suatu perubahan dalam resep yang mendasar dan individual, perlu dilakukan untuk memutus lingkaran setan panas-batuk-pilek ini. Yang utama ialah menghentikan antibiotik, tidak memberikan kortikosteroid secara terus-menerus, menghentikan pemberian obat penekan batuk dan menggantinya dengan bronkodilator, serta memberikan campuran obat pilek yang baru. Efedrin dosis kecil - dicampur dengan antihistamin yang efektif - merupakan obat pilek terbaik. Semua obat yang ternyata tidak terbukti efektif perlu dihentikan.


Terakhir, yang tidak kalah penting, carilah faktor pencetus yang dicantumkan di awal tulisan ini. Bila ditemukan, hindarilah. Selamat mencoba. Semoga anak Anda tidak perlu lagi begitu sering berobat karena flu!


Source: Majalah Intisari, no.470 - September 2002

Kamis, 16 Februari 2012

Rambut Rontok, Ukuran Barometer Kesehatan

Kerontokan rambut tak pandang bulu. Yang keriting, yang lurus, yang hitam, yang pirang, sama-sama bisa rontok. Bukan soal kalau rontoknya normal. Tapi bila sudah permanen, jangan disepelekan jika tak ingin masuk barisan orang-orang bergelar "MBA", Makin Botak Aje. Rambut rontok jadi pertanda adanya gangguan kesehatan.


ANDA tidak perlu cemas kalau rambut dikepala setiap hari ada saja yang rontok. Itu lumrah. Siklus hidup sehelai rambut memang begitu: ia tumbuh, istirahat, dan rontoknya silih berganti, tidak bersamaan. Masa pertumbuhannya bervariasi 2 - 6 bulan; Bahkan konon ada yang sampai 25 tahun. Waktu istirahatnya 2 - 3 bulan, habis itu lalu rontok; biasanya berlangsung terus-menerus selama 3 - 4 bulan. Rambut menjadi rontok karena pada folikel rambut (foliculus pili) yang masih bisa aktif, tumbuh dan rontoknya silih berganti, tidak bersamaan. Masa pertumbuhannya bervariasi 2 - 6 bulan; bahkan konon ada yang sampai 25 tahun. Waktu istirahatnya 2 - 3 bulan, habis itu lalu rontok; biasanya berlangsung terus-menerus selama 3 - 4 bulan. Rambut menjadi rontok karena pada folikel rambut (foliculus pili) yang masih bisa aktif, tumbuh rambut baru. Kecepatan tumbuhnya rata 0,3 mm per hari atau sekitar 1 cm per bulan (ada yang menyebutkan 1,25 - 2,5 cm per bulan). Rambut di kepala berangsur-angsur tebal kembali dalam jangka 6 bulan.


Pada siklus yang wajar, 2% - 5% dari rambut kepala orang dewasa menjalani masa istirahat. Tapi menurut ahli rambut David Salinger dari Australia, dalam suatu artikel di Majalah WellBeing, rambut yang sedang istirahat atau berhenti tumbuh sekitar 15%.


Masih dianggap wajar kalau yang rontok hanya 30 - 100 helai per hari dari sekitar 150.000 folikel rambut. Menurut lembaga kosmetik pemerintah AS, dari seluruh kasus kerontokan normal atau sementara, 90% akan membaik kembali. Begitu pun kalau mengalami kerontokan sementara akibat stress, keadaan sakit (bersalin, operasi, demam atau panas tinggi sampai 39,5 derajat Celcius), kekurangan zat makanan, menjalani diet ketat (rendah kalori, rendah protein), mengkonsumsi obat tertentu, berhenti makan obat atau ganti obat lain (semisal, pil KB).


Dari sifatnya, kerontokan memang ada dua macam; rontok sementara dan rontok permanen. Dikatakan permanen, kalau kerontokan itu sampai ke akar-akarnya, sebaliknya rontok sementara, tidak.


Bila yang rontok lebih dari 100 helai, itu sudah termasuk berlebihan (istilahnya telogen effluvium atau diffuse hair loss).


Apalagi bila sampai berlangsung lama, 3 - 4 bulan misalnya. Perlu diingat-ingat kembali apa yang terjadi pada Anda 2 - 4 bulan sebelum kerontokan terjadi. Apakah Anda habis melahirkan, operasi atau demam? Apakah berhenti makan obat anti-hamil? Kalau penyebabnya tidak juga ketemu, Anda disarankan segera berkonsultasi kepada ahlinya.


Frances Sheridan Goulart, penulis Super Healing Foods memberikan cara praktis untuk menilai rambut rontok normal atau berlebihan. Caranya, selama dua minggu, rambut disisir dua kali sehari pada jam yang sama. Setiap hari rambut yang tanggal dikumpulkan, dihitung, dan dimasukkan dalam amplop berbeda. Kalau rata-rata rontoknya lebih dari 100 helai sehari, disarankan segera berkonsultasi dengan ahli kesehatan rambut, ahli kecantikan, atau dokter. 


Jangan sampai "lapar"


Kerontokan rambut yang berlebihan sebenarnya bisa menjadi barometer kesehatan Anda. Secara umum, rambut yang rontok itu akibat reaksi terhadap gangguan dalam tubuh. Gangguan itu bermacam-macam, bisa bersifat sementara atau serius. Menurut ahli kulit Michael Kalman, M.D., dari Mount Sinai School of Medicine, gangguan itu bisa karena tubuh kurang sehat; misalnya menderita rhematoid arthritis, flu, penyakit infeksi lain, hormon tiroid berlebihan atau sebaliknya sangat berkekurangan.


Di samping itu pengelolaan rambut yang kurang tepat bisa juga menyebabkan kerontokan dan mengurangi jumlah rambut. Misalnya keramas, menyisir atau menyikat rambut dengan cara yang kasar dan berlebihan.


Garukan jerami - apalagi yang berkuku panjang - sewaktu keramas akan merontokan rambut lebih banyak; terutama yang sedang dalam masa istirahat. Berapa kali pun Anda keramas dalam seminggu, jumlah rambut yang rontok akan sama. Makanya bagi yang sedang diserang kerontokan rambut jangan takut bersampo.


Memang tidak ada aturan yang menyatakan secara persis, berapa kali dalam seminggu rambut harus dikeramasi dengan sampo. Patokannya, rambut yang berminyak perlu lebih sering dicuci daripada rambut kering; kira-kira dua atau tiga kali seminggu. Untuk rambut yang sangat kering sebaiknya jangan dikeramasi lebih dari sekali dalam seminggu.


Menyisir atau menyikat rambut memang tidak boleh sembarangan. Kalau berlebihan, selain bikin rontok bisa menyebabkan ujung rambut terbelah. Sebaiknya hindari juga menyisir rambut pada saat masih basah. Rambut yang basah sangat rapuh.


Rambut rontok, atau menipis dapat pula disebabkan oleh stress. Ketegangan fisik atau psikis menyebabkan rambut yang berhenti tumbuh (istirahat) meningkat sekitar 10 persen. Bila stress bisa teratasi, rambut kembali normal.


Defisiensi (kekurangan) asam lemak essensial, dan rendahnya daya serap usus menjadi penyebab rambut rontok. Defisiensi ini ditandai dengan kulit kepala dan alis memerah serta mengelupas. Perut kembung, bersendawa, mual, akibat kebanyakan gas dalam perut, atau diare merupakan indikasi usus tak dapat menyerap zat makanan dengan baik. Hal ini bisa karena mengkonsumsi banyak makanan berbahan tepung saat kondisi stress atau makan terlalu cepat. Bisa juga karena produksi asam perut atau enzim pankreas kurang, tidak seimbangnya organisme dalam perut, atau makanan berserat terlalu tinggi.


Biang keladi lain, menurut Lembaga Diet Amerika, karena diet rendah kalori, rendah protein, dan hanya mengkonsumsi makanan sumber protein dalam jumlah cukup sering menderita defisiensi protein, yang selanjutnya dapat mengakibatkan kerontokan. Diet jauh bawah 1.000 kalori sehari, bila berlarut-larut akan menyebabkan rambut "kelaparan".


Selain mineral besi, defisiensi seng, kalsium, magnesium, dan krom, paling umum menyebabkan kerontokan rambut. Demikian juga defisiensi vitamin B12 dan folic acid. Rontok karena kekurangan vitamin B12, pengobatannya bisa dengan mengkonsumsi vitamin B12. Vitamin B kompleks terdapat dalam buah dan sayuran. Kalau itu akibat defisiensi mineral (besi, seng, dll.), Anda mesti mengkonsumsi makanan yang mengandung mineral tersebut, atau makanan suplemennya.


Sementara tingginya kadar tembaga pun mengundang masalah. Bila kadar tembaga dalam tubuh meningkat, kadar seng jadi menurun. Akibatnya, rambut menjadi kering dan mudah rontok.


Obat-obatan pemicu kerontokan sementara, menurut Asosiasi Nutrisi Makanan Nasional (NNFA) AS, meliputi obat untuk penyakit jantung, antiradang sendi, dan antidepresi. Antikolesterol dan antirematik diduga juga menjadi penyebab. Bila kasus ini yang dihadapi, perlu pergi ke dokter minta dosis yang lebih rendah.


Hormon juga dominan


Kerontokan permanen umumnya disebabkan oleh kekurangan mineral, anemia, dan ketidakseimbangan hormon endokrin (seperti tiroid, paratiroid, dll.). Hormon endokrin berlebihan atau sangat kurang akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Gejalanya akan tercemin pada rambut; pertumbuhan, tekstur, dan kerontokan.


Kurangnya produksi hormon tiroid (hypothyroidsm) menyebabkan rambut rontok, rambut pecah-pecah dan kuku rapuh, kulit kering, lesu, lambat bicara, berat badan bertambah, dan alis bagian luar tanggal. Kalau produksinya berlebihan (hyperthyroidism) pun akan menyebabkan kerontokan, di samping kulit berminyak, berat badan turun, selera makan meningkat, hiperaktif, keluar keringat berlebihan, jantung berdenyut cepat, merasa kepanasan, dan mata "menonjol".


Demikian pula jika produksi hormon paratiroid kurang, rambut akan rontok. Gejala lain, pembentukan pigmen kulit berlebihan dan kejang otot. Metabolisme kalsium dan fosfor dalam tubuh juga diatur oleh hormon ini.


Hormon glukokortoid (dari kelenjar adrenal) berlebihan juga berakibat rambut rontok, berat badan naik, tumbuh rambut wajah berlebihan, dan produksi kelenjar minyak meningkat. Gejala ini disebut "sindrom Cushing". Kelenjar adrenal kurang aktif pun menyebabkan kerontokan rambut kepala dan bulu ketiak, berat badan turun, kulit berbecak-bercak hitam, dan anemia. Ini disebut "penyakit Addison".


Produksi hormon insulin yang kurang oleh kelenjar pankreas akan menimbulkan tingginya kadar gula darah (diabetes mellitus), dengan salah satu gejalanya rambut rontok. Sebaliknya, produksi insulin berlebihan menyebabkan kadar gula darah sangat rendah (hypoglycamia). Akibatnya, rambut rontok, tapi masih bisa dikontrol dengan menu makanan dan mineral (krom dan seng) yang tepat.


Dari semua jenis hormon, hanya insulin bersifat menekan kadar gula darah. Stress meningkatkan produksi beberapa hormon, sehingga kadar gula darah pun meningkat. Hormon tersebut antara lain, hormon pertumbuhan dari kelenjar hipofise, hormon tiroksin dari kelenjar tiroid, hormon adrenalin dan glukokortikoid dari kelenjar adrenal, dan hormon polipeptida dari pulau Langerhans pada pankreas. Kalau stressnya lama, produksi hormon tersebut malahan berkurang, dan kadar gula darah turun. Kedua ketidakseimbangan itu sama-sama menyebabkan kerontokan rambut.


Hati juga ikut ambil bagian dalam mengatur kadar gula darah. Saat tubuh perlu menaikkan kadar gula darah, hati akan melepaskan glikogen ke dalam darah. Penyakit hepatitis dan sirosis hati juga mempengaruhi ketidakseimbangan kadar gula gula darah, yang berakibat rambut rontok.


Pada wanita, ketidakberesan indung telur dapat menyebabkan produksi hormon androgen berlebihan. Akibatnya, memunculkan sifat seks sekunder laki-laki: tumbuhnya rambut wajah berlebihan, resesi rambut kepala, dan menipisnya rambut pada bagian depan atau atas kepala.


Anemia bisa karena kekurangan zat besi dalam makanan, atau kehamilan, menstruasi berat dan kehilangan darah kronis. Meski tidak sampai menimbulkan anemia, rendahnya kadar zat besi dapat mengakibatkan rambut rontok, rambut kering, dan berwarna lebih terang.


Rawat dan kasih makan


Frances Sheridan Goulart memberikan petunjuk merawat rambut. Sebelum tidur, rambut diolesi conditioner, disisir sampai tuntas, kemudian kenakan topi plastik, dan esok hari di keramasi. Samphoo perlu dikurangi, dan sebaliknya perbanyak conditioner. Pemakaian Shampoo berlebihan bisa menyebabkan rambut stress dan mudah rontok. Sedangkan conditioner akan melapisi batang rambut dan menambah ketebalan. Rambut yang mulai menipis perlu dipotong.


Memperbaiki menu makanan lebih baik ketimbang mencemaskan rambut yang rontok. Menurut Asosiasi Ahli Kosmetik dan Tata Rambut Nasional AS, rambut perlu diberi "makan" setiap hari. Menu "penumbuh rambut" itu meliputi makanan kaya vitamin A, B kompleks, E, dan zat besi. Juga sumber protein nabati; kacang buncis, biji-bijian, dan makanan dari kedelai (tahu dan tempe). Konsumsilah buah segar dan sayuran hijau, seperti selada, bayam, kangkung, lobak, dsb. Boleh juga sayuran segar, di kukus ringan.


Biji-bijian, misalnya sereal, dikonsumsi dua kali sehari, ditambah 6 - 8 gelas air putih sehari. Hindari susu berlemak tinggi, roti dari gandum putih, makanan gorengan, keju berlemak tinggi, coklat dan garam atau makanan asin karena dapat merusak kesehatan rambut. Menu makanan seimbang dan bervariasi akan nampak pengaruhnya pada rambut dalam 6 minggu. Rambut tidak sehat berkaitan dengan tingginya kadar hormon androgen dan kolesterol, jamur dan kacang-kacangan (miju-miju, buncis, kacang polong, dan kedelai) perlu dimasukkan dalam daftar menu.


Hindarkan anoreksia karbohidrat, yang menurut ahli kesehatan rambut Philip Kingsley, banyak mengintai anak muda. Penyebabnya karena kurang mengkonsumsi makanan biji-bijian, buah dan sayuran segar. Folkel rambut sangat sensitif terhadap defisiensi karbohidrat. Bila berlarut-larut menyebabkan siklus rambut terganggu, rambut kurang berkilau dan kurang kuat, lalu akhirnya rontok.


Bawang putih, kaya mineral untuk pertumbuhan rambut, seperti zat besi dan seng, dan dapat memperbaiki penyerapan vitamin A, B kompleks. "Tiga puluh menit memijat-mijatkan irisan umbi bawang putih pada kulit kepala," kata Jeanne Rose, ahli tanaman obat.


Perlakuan lain yang dapat merusak rambut, mem-blow dengan menggunakan alat pengering rambut yang amat panas, mengenakan penggulung rambut terlalu kencang dan pita elastis atau topi, mengepang dan mengeriting rambut dengan gelombang panas. Dewan Tata Rambut AS menasihatkan, sekali-sekali perlu melepaskan kebiasaan itu agar rambut bisa "istirahat dari siksaan". Kalaupun terpaksa, gunakan alat pengering dengan suhu rendah, dan hindari perlakuan rambut tidak rusak dan rontok.


Source: Majalah Intisari, No.397 - Agustus 1996

Jumat, 10 Februari 2012

Mengapa Kerokan Menimbulkan Rasa Nyaman?

Rasa nyaman yang timbul setelah kerokan membuat orang suka menarik kesimpulan, bahwa kerokan itu menyembuhkan sakit. Benarkah begitu?


ORANG yang kerokan atau kerikan (digaruk-garuk kulitnya dengan uang logamnya) selalu merasa nyaman setelah "kerokannya keluar". Istilah "kerokannya keluar" ini istilah teknis para penggemar kerokan untuk menyatakan bahwa hasil garukannya positif. Tandanya: ada warna merah darah atau bahkan merah lembayung yang timbul di bagian badan yang digaruk itu. Kalau tidak seperti itu, dan hanya merah jambu, istilahnya ialah "kerokannya tidak keluar".


Apakah digaruk-garuk itu kulit tidak lecet?
Tidak, kalau kulit itu diolesi minyak kelapa sebelumnya. Kulit kemudian seperti diberi pelumas, ketika digaruk-garuk.


Pelepasan histamin


Walaupun belum ada penelitian tentang baik-buruknya kerokan yang diumumkan dalam jurnal kedokteran, tetapi para penggemar kerokan jalan terus. Untuk mendapat kejelasan bagaimana duduknya perkara sampai kerokan bisa memberi rasa nyaman itu, kita perlu menengok mekanisme kerja fisiologis pada kulit badan kita kalau dikerok.


Ketika saya sendiri dulu juga gemar kerokan, saya mendapat penjelasan "fisiologis" dari Dr. Soemardi Sastrakusumah (almarhum). "Tubuh manusia dilindungi oleh kulit aktif yang jaringan selnya setiap saat siap siaga dengan antibodi dan zat kimia pertahanan," tutur pakar fisiologi yang menjadi dekan Fakultas Perikanan, IPB Bogor tahun 1966 ini. "Kalau kulit terbentur pada sesuatu sampai lecet, sel-selnya yang rusak segera melepaskan histamin sebagai reaksinya. Pelepasan histamin ini perlu untuk memperlebar pembuluh darah kapiler di permukaan kulit yang luka itu. Jadi akan terbuka jalan bebas hambatan bagi darah yang saat itu perlu dikerahkan untuk menanggulangi, musuh di tempat benturan."


Dijelaskan juga, darah yang mengalir lebih deras ke tempat itu membuat badan hangat normal lagi. Karena suhu menjadi sama dengan badan yang lain, bagian itu tidak terasa sakit atau pegal lagi.


Pelebaran pembuluh darah gara-gara pelepasan histamin itu juga menyebabkan tekanan darah turun, sehingga orang merasa rileks. Karena rileks, badan terasa nyaman.


Kedua akibat inilah (yaitu pelebaran pembuluh darah, dan penurunan tekanan darah) dimanfaatkan oleh orang yang gemar kerokan. Tentu tidak dengan membentur-benturkan kulit pada sesuatu benda, melainkan menggaruk-garuk dengan uang logam saja.


Pegal masuk angin


Kalau kulit pada suatu bagian badan digentor oleh angin yang menyebabkan dingin setempat, seperti angin lewat jendela bus misalnya, udara dingin gentoran lubang AC, atau guyuran air hujan, maka bagian itu akan berusaha membatasi serbuan angin dingin di TKP (tempat kejadian perkara). Pembuluh darah di tempat itu menyempit, dalam usahanya mencegah jangan sampai suhu dingin penyerbu itu menjalar ke seluruh badan bersama peredaran darah.


Penyempitan inilah yang membuat bagian itu terasa pegal kaku. Kadang juga cekot-cekot. Itu baru hilang dan rileks kalau ada pelepasan histamin di bagian yang sudah dikerok.


Tetapi begitu histamin sudah tidak dilepas lagi karena tidak dirangsang, badan akan terasa pegal kaku lagi. Orang itu kemudian butuh kerokan lagi, sampai diolok-olok sebagai pecandu kerokan. Berkali-kali butuh dikerok ini memang timbul, kalau orang yang kerokan tidak melindungi badannya terhadap angin dingin, karena terlalu percaya bahwa ia sudah sembuh berkat kerokan. Padahal kerokan hanya membuat nyaman untuk sementara waktu, selama ada pelepasan histamin. Ia tidak menyembuhkan pegal kaku secara tuntas.


Kerokan tidak ada gunanya kalau orang yang bersangkutan tidak menghindari sumber angin dingin. Berapa kali pun ia kerokan, ia akan tetap pegal-pegal kaku lagi kalau tidak menumpas sumber penyebab suhu dingin itu. Duduk dekat lubang penyembur hawa dingin AC misalnya. Atau begadang di tempat terbuka yang diembus angin malam. Kemudian ada kepercayaan di kalangan antikerok, bahwa sesudah dikerok orang justru gampang "masuk angin". Jadi kalau bisa, tak usah kerokanlah!


Istilah masuk angin ini memang menyesatkan. Ia terjemahan istilah Jawa kelebon angin (kemasukan angin) karena suhu dingin yang menimpa bagian badan tertentu diyakini gara-gara ada angin yang masuk lewat pori-pori kulit. Istilah masuk angin baru terasa tidak betul, setelah kita juga mengalami perbedaan suhu dalam perut.


Kalau perut kosong yang belum ada bahan makanan penghasil energinya (yang panas) tiba-tiba di masuki es teler, ia juga disebut "masuk angin", padahal tidak ada angin sama sekali yang masuk.


Nenek moyang kita dari luar Jawa mengobati masuk angin dengan menggosok bagian badan yang dingin itu dengan minyak angin seperti minyak terbang atau balsem son saja. Jadi tidak perlu meringis seperti orang yang dikerok.


Pegal karena infeksi


Sialnya, pegal kaku juga timbul kalau kita menderita infeksi kuman. Pembuluh darah menyempit juga. Bukan karena serbuan angin, tetapi kuman patogen. Di kalangan kedokteran tidak ada "penyakit masuk angin". Yang ada ialah infeksi oleh kuman.


Gejala pegal kakunya sama dengan pegal kakunya masuk angin. Kalau kita kemudian pergi ke dokter, pasti akan di beri obat analgestik penghilang pegal, dan antiinfeksi penumpas kuman.


Obat-obatan ini ada yang cespleng, ada yang memble bertindak kurang cepat, dan ada yang malah tidak cocok sama sekali. Penderita yang diberi obat tidak cespleng, biasanya akan kerokan juga, untuk membantu obat dokter itu.


Infeksi kuman dapat timbul kalau kita tertular oleh orang yang sakit flu, tetapi kondisi tubuh sedang tidak prima. Terlalu capek misalnya, kurang tidur, atau kurang makan. Badan yang lemah tidak mampu mengatasi virus, lalu meminta waktu (istirahat di tempat) untuk memerangi virus dengan alat pertahanan nasional. Jelas ini tidak mungkin disembuhkan dengan kerokan, tapi mutlak dengan obat flu yang bersifat menenangkan, seperti asetaminofen misalnya. Jadi permohonan untuk mengatasi virus dengan kekuatan sendiri tadi dapat dipenuhi.


Sialnya, penyakit virus itu sering ditunggangi oleh bakteri bermacam-macam. Ada yang menyerang tenggorokan, ada yang menggedor saluran pernapasan, dan ada yang menggedor saluran pernapasan, dan ada yang malah menyerang paru-paru. Penyerang tenggorokan membuat kita gatal tenggorokan dan pancingan. Penggedor saluran pernapasan membuat sesak napas, dan penyerang paru-paru membuat batuk. Kalau tidak diobati tapi cuma dikerok leher dan dadanya, penyakit akan berkepanjangan. Kalau tidak dianggap serius, paru-paru yang kemudian meradang dapat menewaskan pasien. Dalam hal ini, mereka yang antikerokan merasa benar, bahwa kerokan itu percuma.


Bakteri harus ditumpas dengan antibiotik seperti amoksilin misalnya. Boleh saja membantu dengan kerokan, tetapi sebaiknya tidak mengandalkan kerokan sebagai juru selamat satu-satunya. 


Sumber infeksi kuman lain ialah cacahan es balok yang kita minum, setelah dicuci dengan air ember yang tidak jelas asal-usulnya. Tanpa didahului oleh gejala pilek flu, segera saja tenggorokan meradang dan terlihat merah. Leher dan pundak pun terasa pegal kaku, karena pembuluh darah di tempat itu menyempit, dalam rangka menanggulangi serbuan kuman dari gigi.


Kalau daerah ini kemudian dikerok, rasanya juga nyaman karena pelepasan histamin. Tetapi itu tidak menjamin bahwa pegal kakunya tidak akan timbul lagi. Selama sumber infeksi kuman masih ada, kita masih akan menderita pegal kaku lagi seperti masuk angin. Penyakit gopok angin (gampang masuk angin) baru hilang kalau gigi berlubang sumber infeksi itu di tambal, atau dicabut kalau lubangnya sudah kelewat besar.


Source: Majalah Intisari, no.410 - September 1997

Rabu, 01 Februari 2012

Kurma Mencegah Serangan Stroke

Kandungan kalorinya yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh memang cocok kalau dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, ada khasiat yang lebih istimewa: kurma bisa menurunkan risiko serangan stroke berkat tingginya kalium yang dikandungnya.


BUAH-BUAHAN dikenal sebagai sumber utama vitamin, terutama vitamin C dan mineral. Sudah begitu, kandungan energi atau kalorinya pun rendah, sebab lemak yang dikandungnya juga rendah. Namun, ada pengecualian, misalnya kurma.


Kandungan lemak pada kurma juga bisa diabaikan. Namun, karbohidratnya yang tinggi membuat buah ini bisa menyediakan energi yang tinggi pula. Malah paling tinggi di antara keluarga besar buah-buahan. Keunggulan lainnya, kurma mengandung zat gizi penting bagi fungsi tubuh, terutama jantung dan pembuluh darah, yaitu kalium. Fungsi mineral ini membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot, serta membantu mengatur tekanan darah.


Itulah sebabnya kurma menjadi istimewa. Apalagi beberapa penelitian membuktikan, makanan tinggi kalium bisa menurunkan risiko serangan stroke.


Cukup lima butir sehari


Dari penelitian terhadap pola makan yang dilakukan terhadap 859 orang pria dan wanita berusia di atas 50 tahun di California Utara, AS, diketahui, perbedaan kecil konsentrasi kalium pada pola makan bisa memprediksi mereka yang diperkirakan berpeluang meninggal akibat stroke 12 tahun kemudian. Tak ada seorang pun yang asupan kaliumnya paling tinggi (lebih dari 3.500 mg setiap hari) meninggal akibat stroke.


Sebaliknya, orang yang secara teratur mengonsumsi kalium paling rendah (kurang dari 1.950 mg setiap hari) mempunyai risiko stroke fatal jauh lebih tinggo dibandingkan dengan yang lain. Di antara mereka yang konsumsi kaliumnya paling rendah, harapan meninggal akibat stroke 2,6 kali pria dan 4,8 kali pada wanita.


Makin banyak makanan kaya kalium yang dikonsumsi, biasanya makin kecil kemungkinan orang menderita stroke. Para peneliti menyimpulkan, dengan hanya makan satu porsi ekstra makanan kaya kalium (minimal 400 mg setiap hari) risiko fatal, bisa diturunkan sampai 40 persen. Batas krisis 400 mg kalium itu mudah sekali Anda penuhi dengan makan kurma kering sekitar 65 g saja, atau setara dengan lima butir kurma.


Makanan tinggi kalium, menurut Dr. Louis Tobian, Jr., pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, juga bisa membantu menurunkan tekanan darah, serta bisa memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung, bagaimanapun kondisi tekanan darah seseorang.


Untuk membuktikan hal itu, Dr. Tobian melakukan eksperimen pada dua kelompok tikus yang terserang hipertensi. Satu kelompok tikus diberi diet tinggi kalium dan kelompok lain diet kalium normal. Hasilnya luar biasa. Di antara kelompok tikus yang mendapat asupan kalium tinggi, tak satu pun mengalami perdarahan otak. Sementara 40 persen pada kelompok tikus yang mendapat kalium normal menderita stroke ringan yang dibuktikan dengan adanya perdarahan pada otak.


Dari hasil penelitian itu Dr. Tobian lalu menarik kesimpulan, konsumsi ekstra kalsium bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.


Jadi jelas, kurma yang secara tradisional disuguhkan sebagai salah satu hidangan untuk berbuka puasa di Bulan Ramadhan, bukan makanan pembuka puasa yang biasa. Diam-diam ia menyimpan senjata potensial anti stroke dan anti serangan jantung. Meski demikian, untuk memastikan dampak positif kurma, agaknya masih perlu dibuktikan lebih lanjut melalui penelitian.


Memiliki aktivitas seperti aspirin 


Selain kalium, yang berguna bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah, kurma juga mengandung salisilat. Zat ini dikenal sebagai bahan baku aspirin, obat pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam.


Salisilat bersifat mencegah pembekuan darah, antiinflamasi, dan berdampak melenyapkan rasa nyeri. Kecuali itu, menurut Nurfi Afriansyah, staff peneliti KIE Gizi Puslitbang Gizi Bogor, seperti dikutip Ayahbunda, salisilat juga bisa mempengaruhi prostaglandin (kelompok asam lemak hidroksida yang merangsang kontraksi otot polos, menurunkan tekanan darah).


Sementara itu Jean Carper lewat bukunya Food, Your Miracle Medicine menyatakan, kurma mempunyai aktivitas seperti aspirin. Kurma kering, katanya, sangat tinggi kandungan salisilat alias aspirin alaminya. Buah ceri, prune, dan kismis kering yang juga kaya akan kalium ikut beruntung karena mereka juga mengandung salisilat.


Orang yang peka dengan aspirin, kalau menyantap makanan mengandung salisilat, akan bereaksi mirip dengan orang minum aspirin. Karena itu, pakar kesehatan yang mendalami alergi biasanya akan mewanti-wanti mereka yang peka terhadap aspirin supaya menjauhi makanan mengandung salisilat, termasuk kurma.


Di lain pihak, para pakar tergugah rasa ingin tahunya terhadap perkembangan bahwa salisilat pada makanan bisa memberikan prestasi yang sama dengan minum aspirin. Memang, ada studi yang membuktikan, aspirin reguler dosis rendah (kurang atau separuh dosis yang biasa diminum per hari) sanggup membantu mencegah serangan jantung dan stroke.


Berdasarkan hal itu, para pakar mengharapkan, dosis rendah salisilat dalam makanan yang dikonsumsi secara kontinyu bisa juga meredakan sakit kepala.


Komposisi gizi


Buah kurma bisa disantap langsung dalam keadaan kering atau segar. Di samping itu, juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai hidangan seperti aneka produk roti, permen, es krim, selada dan sirup.


Di negeri Arab kurma bahkan mendapat tempat yang cukup baik di masyarakat. Buah berbentuk silinder dengan biji beralur tunggal ini biasanya dikonsumsi bersama hasil olahan susu.


Nilai gizi utama yang diandalkan memang kandungan karbohidrat sederhananya, alias gulanya, yang tinggi. Kandungan karbohidratnya berkisar dari sekitar 60% pada kurma lembek (yang dipanen sewaktu masih lembek dan mentah) hingga sekitar 70% pada kurma kering (yang mengering di pohon, terjemur matahari).


Kebanyakan varietas kurma mengandung gula glukosa (jenis gula yang ada dalam darah) atau fruktosa (jenis gula yang terdapat dalam sebagian besar buah-buahan). Namun, satu varietasnya yang bernama Deglet Noor yang tumbuh di Kalifornia hanya mengandung gula sukrosa (dikenal juga sebagai gula pasir).

Menurut dr. Anwar El Mufti dari Mesir, seperti dikutip Harian Buana Minggu, kurma mengandung zat gula 70%.


Sebagian besar zat gula yang terdapat di dalamnya sudah diolah secara alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Seperti halnya gula pada buah-buahan yang dinamai fruktosa, zat ini mudah dicerna dan mudah dibakar oleh tubuh. Dengan demikian akan menghasilkan tenaga yang tinggi, tanpa mempersulit tubuh untuk mengolah, mencerna, dan menjadikannya sebagai gizi yang baik. Itu sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan berbuka puasa ataupun sahur.


Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr. David Conning, direktur jenderal British Nutrition Foundation, seperti dikutip Panasea, akan diserap tubuh dalam 20 - 30 menit. Tetapi gula yang terkandung dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45 - 60 menit. Makanya, orang yang makan cukup banyak kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar, sebab bahan pangan ini juga kaya akan serat.


Keunggulan kurma lainnya, mengandung berbagai vitamin penting, seperti vitamin A, tiamin, dan riboflavin dalam jumlah yang bisa diandalkan, serta niasin dan kalium dalam jumlah yang sangat andal. Selain itu, buah ini ternyata juga memuat berbagai zat gizi lain seperti zat besi, vitamin B1, asam nikotinat, serta serat (bukan zat gizi) dalam jumlah memadai.


Dalam setiap 100 g kurma kering terkandung vitamin A 50 IU, tiamin 0,09 mg, riboflavin 0,10 mg, niasin 2,20 mg, serta kalium 666 mg. Zat-zat gizi itu berfungsi membantu melepaskan energi, menjaga kulit dan saraf agar tetap sehat, serta penting untuk fungsi jantung.


Riboflavin dan niasin, misalnya, akan membantu melepaskan energi dari makanan, sementara tiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam bentuk dan memelihara kulit yang sehat. Tiamin penting bagi sel-sel saraf, sementara niasin menjaga fungsi normal saraf.


Kurma juga mengandung banyak mineral penting, seperti magnesium, potasium, dan kalsium. Mineral-mineral itu sangat diperlukan oleh tubuh. Serat yang terdapat dalam kurma berfungsi melunakkan usus dan mengaktifkannya, yang secara alami bisa mempermudah buang air besar. Dalam kurma juga terkandung semacam hormon (potuchsin) yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam rahim, sehingga dengan demikian bisa mencegah terjadinya perdarahan rahim.


Source: Majalah Intisari, no.436 - November 1999

Sabtu, 28 Januari 2012

Mengobati Hipertensi Dengan Usaha Sendiri

ANDA mempunyai penyakit tekanan darah tinggi, mudah marah, dan cepat tersinggung? Bila sedang emosi, otot-otot sekitar leher menjadi kaku, pikiran panas, dan tidak terkendali. Tentu hal semacam ini menyiksa diri. Di bawah ini ada cara menanggulanginya, yakni dengan meditasi yang harus dilakukan secara rutin. Dalam 3 - 4 bulan hasilnya bisa Anda rasakan.


1. Ambillah posisi duduk bersila yang santai, tegakkan tulang punggung, dan pandangan ke arah depan.


2. Ambil napas panjang melalui hidung, kemudian mata mulai ditutup perlahan-lahan sampai Anda merasa nyaman.


3. Angkat kedua tangan lurus ke depan setinggi bahu, lalu ambil napas panjang (8 hitungan) melalui hidung, dan simpanlah napas itu (8 hitungan) di dalam dada.


4. Setelah napas disimpan, hembuskan napas melalui mulut perlahan-lahan (8 hitungan). Pada saat yang bersamaan bukalah kedua tangan melebar ke kiri dan ke kanan sehingga membentuk sudut 180 derajat.


5. Setelah posisi tangan bersudut 180 derajat dan napas yang disimpan habis disimpan, hiruplah napas panjang lagi (8 hitungan), sejalan dengan itu gerakan tangan kembali ke posisi nomor 3.


6. Selanjutnya, ulangilah gerakan tersebut mulai dari ambil napas (tangan bergerak menutup), tahan napas, dan hembuskan napas (tangan bergerak melebar).


Sebaiknya meditasi ini dilakukan setiap hari selama kurang lebih 20 menit, bisa dipagi hari atau di waktu luang. Pilihlah tempat yang tenang dan bersih. Tapi, jangan khawatir, jika pada permulaan latihan tangan terasa pegal dan kaku. Itu tidak apa-apa. Selamat mencoba.


Source: Majalah Intisari, no.372 - Juli 1994

Jumat, 20 Januari 2012

Insomnia Dan Rahasia Tidur Nyaman (BAGIAN 2)

TES yang pernah dilakukan terhadap beberapa ratus pria yang bersedia menjadi sukarelawan untuk tidak tidur selama berhari-hari menunjukkan, setelah 4 - 8 hari, memang tidak terjadi kemerosotan fisik yang berarti. Namun, dalam 24 jam saja tidak tidur, gejala gangguan mental serius sudah terlihat, seperti cepat marah, memori hilang, timbul halusinasi, ilusi, dll. Meski begitu, dengan tidur kembali keesokan harinya semua gangguan itu hilang. Malah ada ahli menyatakan, mendingan orang tidak makan dan minum daripada tidak tidur. Tes laboratorium pada hewan menunjukkan mereka bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum daripada tidak tidur. Tes laboratorium pada hewan menunjukkan, mereka bisa bertahan hidup tanpa makan dan minum sampai 20 hari, tapi tidak tidur hanya bertahan tidak lebih dari lima hari.


Sejumlah ahli yang memonitor aktivitas tubuh menuju tidur menambahkan, saat tidur pikiran dan otot-otot kita saling merangsang. Ketegangan otot menyebabkan korteks terus aktif sedangkan ketegangan otak menyebabkan otot terus aktif. Kelelahan akan mengurangi irama kerja otot, demikian juga di kala beristirahat, sehingga semua ini akan menurunkan kegiatan dalam korteks.


Menurunnya aktivitas dalam korteks akan membiarkan otot-otot kita semakin rileks. Begitu rangsangan antara pikiran dan otot menurun, kita akan mengantuk lalu tertidur. Selagi tidur, jantung kita lebih lamban, tekanan darah menurun, dan pembuluh-pembuluh darah melebar. Suhu badan turun sekitar 0,5 derajat Fahrenheit tetapi perut dan usus tetap bekerja. Sementara tidur, tubuh sekali-kali bergerak. Gerakan sebanyak 20 - 40 kali masih dianggap normal. Terganggu insomnia berarti kerja pikiran dan otot tidak berjalan seiring. Pikiran kita akan sulit tertidur bila otot masih tegang. Sebaliknya, akan sulit bagi otot untuk tertidur jika pikiran masih terjaga, tegang, dsb.


Menurut Roan, dikatakan sehat dan normal bila begitu naik ke atas tempat tidur dengan tatanan rapi, bantal enak dan empuk, kurang lebih selang 30 menit sudah tertidur, bahkan ada orang begitu mencium bantal dalam 3 - 5 menit langsung tertidur.


Gerak bola mata cepat


"Tidur itu ada stadiumnya, tidur dangkal dan tidur dalam," kata Roan. Saat mulai tertidur hingga sekitar 1 - 1,5 jam kemudian, stadium tidur dangkal berubah menjadi dalam. Saat mencapai tidur dangkal kedua kalinya, bola mata tampak bergerak cepat (rapid eye movement sleep = REM Sleep), Ini berlangsung selama 15 - 20 menit, kemudian masuk lagi ke stadium tidur yang lebih dalam. Setelah lewat 1 - 2 jam, timbul kembali tidur REM tahap 2, yang berlangsung 15 - 20 menit. Selama 7 - 8 jam tidur bisa 4 - 5 kali tidur REM.


Tidur REM beberapa kali harus terjadi selama tidur. Kalau tidak, tidur berikutnya akan kacau. Seandainya selama dua minggu selalu terbangun atau dibangunkan dalam stadium tidur REM, dua minggu berikutnya badan menuntut  tidur REM lebih banyak atau sering mengantuk. Kalau dalam keadaan normal tidur REM hanya 25% dari seluruh tujuh jam tidur, bila selama dua minggu terganggu, membutuhkan sampai 65%. Tidur REM ini memberikan ciri beberapa gangguan jiwa tertentu. Seseorang yang depresi, tidur REM yang 4 - 5 kali selama 7 jam, bergeser lebih dekat dengan awal tidur. Pada lansia, tidur REM bergeser dekat pagi hari.


Saat tidur terjadi pula perubahan gelombang listrik otak. Kalau dalam keadaan siaga (melek), frekuensi gelombang otaknya tinggi. Dalam keadaan istirahat dan memejamkan mata, otak mengeluarkan gelombang alfa dengan frekuensi 8 - 13 Hz. Menuju stadium tidur lebih dalam, gelombang otak akan memperlambat diri, menjadi 3 - 7 Hz. Gelombang ini disebut gelombang theta. Selanjutnya, bila tidur sangat dalam, timbul gelombang delta, 1 - 4 Hz. Menurut beberapa peneliti, semakin banyak gelombang kecil per detiknya, semakin banyak gelombang kecil per detiknya, semakin lelap dan tenang tidur seseorang. Di kalangan penggemar meditasi, gelombang delta justru dicari karena membawa ketenangan sangat tinggi. Bila terjadi sebaliknya, tidur akan kurang lelap.


Betapapun masalah yang dihadapi seseorang, usahakan untuk mengatasinya sendiri tanpa bantuan obat. Misalnya, untuk membantu mengusir pemicu stress, ambillah selembar kertas, tuliskan masalahnya sebelum naik ke tempat tidur. Kalau Anda membawa pekerjaan kantor ke rumah, singkirkan pekerjaan beberapa jam sebelum jam tidur. Kalau masalah belum teratasi, tenangkan pikiran, bawalah tidur masalah Anda. Keesokan harinya, di kala pikiran lebih terang dan tubuh lebih segar, masalah akan lebih mudah teratasi. Percayalah!


KIAT TIDUR NYAMAN

AGAR tidur terasa nyaman, C. Molloy dalam Singer Media dan Drs. Hartono Hdw. memberikan sejumlah saran.

1. Perhatikan ukuran kasur, apakah cukup besar? Pastikan tempat tidur cukup besar apalagi untuk berdua. Kasur yang memenuhi syarat, tidak terlalu empuk karena bisa menyebabkan sakit punggung. Juga tidak terlalu kaku karena bisa menyebabkan sakit pada leher dan bahu.

2. Bantal tidak kalah penting, karena secara otomatis bantal ikut menentukan posisi tidur kita. Bantal gepeng berkualitas rendah bisa mengganggu tulang belakang. Pilihlah yang padat empuk. Alas kepala yang nyaman memberikan takanan tepat pada kepala sehingga sirkulasi darah akan leluasa bergerak. Kebiasaan posisi tidur miring, membutuhkan bantal yang menyangga kepala dan leher. Kebiasaan posisi tidur lurus, diperlukan penyangga utama, terutama pada leher lurus, diperlukan penyangga utama, terutama pada leher bagian bawah. Posisi tidur tengkurap dengan kepala miring tidak terlalu disarankan karena bisa mengakibatkan rasa sakit.

3. Selain kasur dan bantal, bahan sprei hendaknya yang lembut. Sentuhan pada kulit yang memberikan pengaruh pada suhu tubuh, ikut mempengaruhi kenikmatan tidur.

4. Kamar tidur untuk tidur saja, tidak untuk bekerja.

5. Usahakan jadwal makan, tidur, bangun yang teratur.

6. Jangan menonton film tegang atau menyedihkan menjelang tidur.

7. Olahraga atau senam bisa membantu menghilangkan tekanan mental dan ketegangan otot. Setiap hari tambahkan barang setengah jam kegiatan fisik. Lakukan kegiatan fisik pagi atau sore hari, jangan malam hari sebab adrenalin tubuh akan bergerak cepat.

8. Hentikan merokok. Kalau sulit, kurangi rokok pada malam hari. Nikotin dalam rokok dapat mengusir rasa kantuk atau pun tidur nyenyak. Jauhkan minuman mengandung kafein seperti kopi, teh, coklat, paling tidak empat jam sebelum tidur. Kalau malam hari lapar, bisa makan pisang yang mengandung asam amino tryptophan. Hati-hati dengan obat flu yang mengandung phenylpropanolamine atau perangsang lain yang dijual bebas di pasaran. Sulit tidur adakalanya merupakan efek sampingan dari obat.


9. Hindari juga minuman beralkohol, terutama malam hari. Sebab minuman itu menyebabkan kita sering terbangun malam hari dan bisa menyebabkan insomnia.


10. Teknik relaksasi, meditasi, yoga, atau mendengarkan rekaman suara ombak atau alunan musik yang menenangkan bisa membantu tidur nyaman. Relaksasi otot progresif sangat tepat menjelang tidur. Pejamkan mata dan santaikan badan mulai dari ujung jari kaki. Lakukan terus sampai Anda mampu merilekskan seluruh tubuh hingga ketegangan menurun.


11. Kalau tidak bisa tidur, jangan mengatakan, "Saya harus mencoba tidur". Dalam kenyataan, semakin dicoba semakin sulit. Jika sampai tidak mengantuk sama sekali, tinggalkan tempat tidur. Kerjakan sesuatu yang tidak menegangkan sampai mengantuk.


12. Hindari terlalu lama tidur siang atau sore hari. Jangan mencoba menebus tidur yang terasa kurang. Jangan pula khawatir kalau sekali-kali tidur kurang dari 8 jam.


13. Hindari terlalu lama tidur siang atau sore hari. Jangan mencoba menebus tidur yang terasa kurang. Jangan pula khawatir kalau sekali-kali tidur kurang dari 8 jam.


14. Hindari suara ribut atau lampu yang terlalu terang.


OBAT-OBATAN PENGANTAR TIDUR

MESKIPUN tidak dianjurkan, kini banyak beredar ragam obat yang bisa mengantar orang ke peraduan dengan cepat. Ada yang dijual bebas, ada pula yang mesti dengan resep dokter. Obat apa pun yang ingin dimintai jasanya, hendaklah selalu dikonsultasikan dengan ahlinya. Ingat, makan obat dalam jumlah banyak justru bisa membahayakan tubuh.

Berikut ini macam-macam obat yang sering dipakai sebagai pengantar tidur:

1. Obat bebas (biasanya obat flu) yang mengandung antihistaminika (obat alergi) seperti difenhidramin, doksilamin dan sejenisnya. Efek sampingan obat ini, menimbulkan rasa mengantuk pada orang tertentu. Ada kalanya pusing atau perasaan gelisah.

2. Obat penenang (biasanya dari turunan benzodiazepin) yang tergolong obat keras dan harus dibeli dengan resep dokter: klordiazepoksida, diazepam, Nipam dan sejenisnya. Obat penenang ini bila digunakan lama bisa menyebabkan impotensi pada pria.

3. Obat tidur turunan barbital, juga tertolong obat keras, harus dengan resep dokter dan mempunyai dosis maksimal. Bila melebihi dosis, akan teracuni, ketagihan, dan berakibat fatal.

4. Obat L-tryptophan, yakni golongan asam amino alami, dalam jumlah besar dapat menyebabkan rasa mual. Zat ini juga terdapat dalam daging kalkun dan susu.

5. Melatonin, tergolong obat hormon, kini banyak dijual di Indonesia sebagai obat impor. Melatonin harus diminum malam hari. Selain menormalkan tidur akibat jet-lag, konon dapat digunakan sebagai obat awet muda, bila dicampur seng, karena merangsang tumbuhnya kelenjar Thymus.

Source: Majalah Intisari, no. 412 - November 1997

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes