Tampilkan postingan dengan label Serangan Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangan Jantung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

ROKOK : Risiko Janin dan Impotensi

Di satu sisi rokok dibenci. Pada lain sisi ia dicintai sampai mati. Penyakit akibat rokok bertebaran, korban juga berjatuhan. Namun, para nikotinis alias perokok tetap mengabaikan. Serangan jantung? Stroke? Kanker?
Anggaplah itu risiko. Namun kalau risiko itu juga harus ditanggung janin di dalam kandungan, juga mengancam potensi seksual kaum laki-laki, para perokok harus memikirkan kembali kesetiaannya.


BELUM ada angka pasti jumlah mutakhir perokok di Tanah Air. Namun, di lihat dari gencarnya iklan rokok di media massa, boleh jadi itu sejalan dengan (makin) banyaknya jumlah perokok. Kalau mau dilihat lagi, di masa krisis, ketika tak banyak produk beriklan, rokok adalah komoditas yang terus tumbuh bagai tak terpengaruh. Menjadi penaja banyak acara, bahkan menyokong pendanaan program sosial pemerintah.


Di kancah bisnis pun usaha rokok terbilang raksasa, sehingga selalu punya dana amat besar untuk mencari peluang beriklan ketika dicegat di banyak tempat. Mereka sanggup membayar tenaga kreatif dan pelaksana periklanan untuk membuat iklan secara tersamar dan simbolis, menyebabkan orang tak tahu itu iklan rokok seandainya tidak disertai label "Peringatan Pemerintah". Namun, kreasi itu kini berkembang lagi. Label yang wajib dicantumkan dalam kemasan maupun iklan rokok itu justru dipasang besar-besaran, sementara merek rokoknya sendiri hanya diterakan kecil di sudut bidang iklan. Label "Peringatan Pemerintah", ironisnya, justru menjadi bahan dominan buat beriklan.


Sepertiga kanker akibat rokok


Tap kita tidak ingin bicara mengenai nilai ekonomis rokok. Sebab bagaimanapun, nilai cukai yang dihasilkan oleh bisnis tembakau beraroma itu sangat besar dan masih amat diperlukan bagi keuangan negara.


Yang kita bahas, dengan tak jemu-jemunya, adalah dampak rokok bagi kesehatan. Kalau selama ini yang biasa dicuatkan adalah seruan "biasa-biasa saja" semacam "Merokok dapat membahayakan kesehatan", belakangan lebih lengkap seperti di terakan pada label "Peringatan Pemerintah" tadi: merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, gangguan kesehatan janin, dan impotensi.


Bagi para nikotinis, dua akibat terdahulu praktis di abaikan, dianggap risiko yang inheren dengan kebiasaan. Rata-rata perokok siap dengan akibat itu. Namun, dua risiko terakhir benar-benar membuat para perokok harus berpikir lagi. Bagi perempuan hamil, atau suami yang istrinya hamil, ancaman kelangsungan nasib si jabang bayi sungguh membuat mereka gentar.


Nah, soal ancaman rokok bagi kesuburan dan potensi seksual kaum pria, agaknya cukup efektif karena terbukti meresahkan laki-laki perokok. Kampanye yang diawali di Thailand sekitar 1995 itu dianggap berhasil menurunkan jumlah perokok walau tidak signifikan. Namun, sekurang-kurangnya bidikan yang langsung tertuju pada harkat dan martabat kelaki-lakian itu telah menciptakan kegundahan tersendiri.


Di dalam asap rokok terdapat tak kurang dari 4.000 molekul, sebagian besar berdampak buruk. Komponen yang paling jelek adalah CO (karbon monoksida) dan nikotin. Nikotin kalau diisap menyebabkan hilang atau berkurangnya rasa kantuk. Bahkan banyak perokok merasakan nikotin mampu meredam nafsu makan.


Berkurangnya rasa kantuk akibat nikotin yang merangsang sekresi hormon-hormon di dalam tubuh, antara lain adrenalin. Hormon ini mengganggu metabolisme lemak sehingga darah menjadi lebih kental. Pengentalan darah bisa mengakibatkan terjadinya arteriosklerosis (penyempitan pembuluh darah).


Menurut ahli kedokteran olahraga dr. Sadoso Sumosardjuno, Sp.KO., risiko rokok terhadap penyakit sedikit banyak ditentukan oleh jumlah rokok yang diisap dalam sehari. Semakin banyak tentu semakin tinggi risikonya. Walaupun hal-hal lain seperti kadar lemak darah yang tinggi (kolesterol) dan kurang aktivitas fisik, berat badan, tekanan darah tinggi, serta stress dan ketegangan ikut menunjang terjadinya arteriosklerosis penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner (PJK).


Hasil penelitian yang pernah dilakukan dr. Joseph Brennan dan koleganya dari Johns Hopkins University, Maryland, terhadap pasien penderita kanker menunjukkan, para perokok cenderung mengalami kerusakan gen p53 yang melindungi tubuh dari kanker. Mereka menduga bahan penyebab kanker dari asap tembakau melekat pada material sel genetik dan kemudian menonaktifkan gen p53.


Dari pengamatan terhadap 129 orang penderita kanker kepala dan leher, diketahui bahwa perokok cenderung mengalami mutasi gen p53 dua kali lebih besar ketimbang bukan perokok. Mutasi tiga kali lebih lazim pada orang yang sehari-hari merokok dan menenggak minuman beralkohol. Mutasi gen p53 terjadi pada 17% dari para penderita kanker yang tidak merokok ataupun tidak minum alkohol, 33% pada mereka yang merokok, dan 58% pada mereka yang mengonsumsi gabungan rokok dan minuman beralkohol. Para ahli yakin, sepertiga dari seluruh kanker ada hubungannya dengan asap rokok.


Menurunkan kualitas sperma


Nikotin serta asap rokok mengeluarkan racun karsinogenik yang dapat menyebabkan beraneka macam gangguan kesehatan. Saat seseorang merokok, nikotin dalam asap akan terisap masuk ke paru-paru, kemudian ikut terserap oleh darah, dan selanjutnya akan menyebar ke seluruh tubuh.


Rokok bagaikan pabrik kimia. Tar merupakan kumpulan dari ribuan macam bahan kimia, di antaranya CO, nitrogen oksida, sianida, hidrogen, amonia, asetilen, benzaldehida, benzena, metanol, dll. yang bisa mengganggu kesehatan. Sebatang rokok mengandung 3 - 6% CO yang kalau masuk ke dalam peredaran darah akan mengurangi kemampuan hemoglobin darah untuk mengikat oksigen. Kadar CO dalam darah perokok berat bisa mencapai 5%. Tentu saja ini bisa menganggu kesehatan.


Penyakit yang dapat dipicu oleh rokok antara lain penyakit kanker (paru-paru, tenggorokan, pita suara, lambung), penyakit jantung koroner, bronkitis, emfisema (melebarnya gelembung paru-paru), tekanan darah tinggi yang bisa menyebabkan stroke, katarak, sinusitis. Bahkan belakangan ditekankan pula bahwa rokok bisa mengganggu pertumbuhan janin dan gangguan kesuburan pria maupun wanita.


"Bagaimana tidak," komentar Prof. dr. H. Arjatmo Tjokronegoro, Ph.D., Sp.And., spesialis andrologi dari FKUI. "Seseorang yang terus-menerus merokok selama bertahun-tahun, tentu saja darahnya akan tercemar oleh nikotin yang melalui pembuluh darah akan dibawa kemana-mana, termasuk ke organ reproduksi. Racun nikotin akan berpengaruh terhadap spermatogenesis atau terjadinya pembelahan sperma para pria. Padahal pembelahan itu sangatlah kompleks, yang kemudian bisa menjadi gen dari si pemilik sperma."


Padahal syarat untuk dapat membuahi sel telur, sperma harus berkualitas baik. Artinya, jumlahnya cukup, kualitas yang meliputi bentuk, gerakan, dan kecepatannya harus baik. "Sperma yang teler mustahil mampu membuahi sel telur yang sarangnya cukup jauh dari vagina. Ejakulasi yang kuat saja tidak cukup, sebab kemampuan membuahi tergantung pada kuantitas dan kualitas sperma," tambah Arjatmo.


Menurut pengamatan para ahli, begitu seorang perokok berat yang spermanya kurang bagus berhenti merokok, kualitas bisa meningkat sejauh yang bersangkutan tidak mempunyai gangguan organik lain. "Namun, kecuali berhenti merokok, ia harus juga mengubah pola hidupnya. Kalau tetap kurang tidur, makan tidak teratur, atau badan terlalu capek, kualitas spermanya tidak akan membaik."


Menjadi faktor risiko DE


Kerugian secara seksual para perokok secara khusus disoroti oleh spesialis bedah urologi dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, dr. Akmal Taher, Sp.BU. "Perokok kronik umumnya memiliki sperma berkualitas jelek. Bahkan DNA para perokok pun kena pengaruhnya," kata Akmal Taher.


Menurut Akmal Taher, efek rokok tidak hanya pada kualitas dan kuantitas sperma, tetapi juga menjadi faktor risiko disfungsi seksual. Gangguan seksual pada pria terdiri atas gangguan libido, ereksi, ejakulasi, dan gangguan orgasme. Khusus pada perokok, gangguan disfungis ereksi (DE) sering terjadi. Penelitian bertahap sejak 1997 yang dilakukan Akmal Taher dkk. di RS. Cipto Mangunkusumo menunjukkan, rokok merupakan 16,8% faktor risiko pada DE. Artinya, dari sejumlah pria penderita DE yang diteliti, hampir seperlimanya disebabkan oleh kebiasaan merokok.


Bahwa zat-zat yang terkandung di dalam rokok berdampak negatif terhadap alat reproduksi pria pernah dibuktikan dalam sebuah percobaan dengan sampel manusia sekitar 10 tahun lalu di AS. Malahan, apabila si perokok juga mengidap gangguan penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, dan PJK, gangguan DE makin parah hingga 3 - 4 kalinya.


Percobaan juga pernah dilakukan pada binatang. Ketika terkena asap rokok yan g pekat dalam waktu singkat terjadi penyempitan pembuluh darah binatang itu. Namun, begitu asap rokok disingkirkan, pembuluh darah melebar kembali.


Kembali ke soal DE, kata Akmal, semakin berat gangguan DE, semakin sulit pula pemulihannya. Cara pengobatan yang kini lazim dipakai adalah, pertama-tama menghentikan kebiasaan merokok. Kemudian dicoba dengan arterialisasi atau semacam bedah by-pass dengan menambah pembuluh darah baru pada penis, diambilkan dari pembuluh darah pada bagian lain tubuh. "Namun, hasilnya tidak bisa seratus persen," tambah Akmal.


Cara lain, dengan obat atau suntikan yang dilakukan secara rutin. Ini pun menyaratkan dihentikannya rokok terlebih dahulu, dan kalau terdapat gangguan sampingan harus terus dipantau. Misalnya, tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol terus dijaga agar tetap stabil.


Sepengetahuan Arjatmo, rokok lebih besar dampaknya pada kualitas sperma ketimbang pada DE. Guru besar andrologi ini berkesimpulan, impotensi kebanyakan terjadi akibat gangguan psikis seperti stress, fisik terlalu capek, hubungan yang kurang harmonis dengan pasangan, atau punya pasangan lain di luar istri, juga penyakit degeneratif tertentu yang menyebabkan gangguan sirkulasi darah. Kalau penyebabnya faktor psikis, dengan berhenti merokok saja tidak akan terobati, harus dilakukan pendekatan secara psikologis. Namun, banyak pasien yang tidak mau mengakui kalau penyebabnya faktor psikis. "Mereka langsung mencoba segala macam obat yang ternyata hanya menolong sementara.


Meracuni janin


Dampak negatif rokok terhadap janin juga tidak diragukan lagi. Secara logis bisa dipahami, bila pembelahan sel-sel mengalami gangguan karena nikotin yang masuk ke dalam darah, dengan sendirinya terhambat pula pertumbuhan janin. Akibatnya, bisa terjadi keguguran atau bayi lahir cacat seperti bibir sumbing, hidung pipih, atau berat badan kurang.


"Jangan lupa bahwa racun bisa masuk ke dalam tubuh perokok pasif," tegas Arjatmo. Karena, meski tidak merokok, mereka ikut menghisap asap sampingannya sehingga tidak lepas dari dampak buruknya. "Karena itulah, bila istri sedang hamil, jangan sekali-kali suami merokok di dalam kamar, mobil, atau ruangan tertutup lain. Salah satu asap rokok meracuni janin." Begitu pula setelah lahir, sebaiknya bayi dihindarkan dari asap rokok.


Hasil sebuah penelitian di Jepang menunjukkan, para istri dari pria perokok punya peluang terkena kanker 20 - 55% lebih tinggi daripada istri bukan perokok. Untuk mengurangi dampak buruk, para perokok pasif dianjurkan menyantap berbagai sayuran segar dan buah-buahan setiap hari, memasang penyaring udara di tempat kerja atau di rumah, juga menghiasi rumah dengan berbagai tanaman pot untuk mengeliminasi gas polutan.


Niat, faktor utama


Rokok memiliki kekuatan adiksi yang terbilang besar. Orang yang terlanjur memiliki kebiasaan merokok, sulit untuk menghentikannya. Semakin lama seseorang kebiasaan merokok, sel-sel otak semakin terbiasa dengan paparan kadar nikotin tertentu. Sebab itu, bila suatu saat seorang perokok menghentikan kebiasaannya, pasti akan terasa tersiksa, baik fisik maupun mentalnya. Pada tahap ini, tentu keputusan tergantung pada si perokok sendiri, apakah beberapa waktu dapat menahan rasa tersiksa ataukah kembali merokok.


Banyak anjuran untuk menghentikan rokok. Banyak pula ajaran dari bekas pengidap ketergantungan pada rokok. Tak sedikit pula teori yang dipublikasikan. Ada yang menyarankan untuk berhenti secara bertahap, ada yang menyarankan untuk berhenti secara bertahap, ada yang melakukan substitusi alias mengganti keinginan mengisap rokok dengan dengan hal lain. Ada pula rangkuman aneka kiat yang dibukukan oleh organisasi kesehatan dunia WHO berjudul Leave the Pack Behind.


Tjandra Yoga Aditama, dokter spesialis paru-paru dari RS Persahabatan Jakarta pernah mengatakan, untuk menghentikan ketagihan secara psikologis, si perokok perlu mengubah kebiasaan. Misalnya, kalau biasa merokok setelah minum teh atau kopi, untuk mengurangi kebiasaan itu perlu mengganti teh atau kopi dengan air putih segar. Atau jam minumnya diganti. Kalau jam merokoknya tak menentu perlu diganti jadwal tetap, misalnya pukul 08.00, 12.00, 16.00. Sedapat mungkin diusahakan merokok hanya pada jam-jam tertentu. Atau bisa dengan cara menunda atau menahan keinginan merokok. Sebagai pengganti, bisa minum air putih atau berjalan-jalan ke luar. Mengurangi jumlah rokok secara bertahap pun menurut dr. Yoga cukup efektif. Misalnya, kalau sebelumnya 20 batang sehari, dibatasi menjadi 10 batang, dan seterusnya. Namun, ini sungguh membutuhkan kedisiplinan.


Repotnya, kebanyakan perokok bisa disiplin dalam banyak hal, tetapi tidak untuk berdisiplin dalam banyak hal, tetapi tidak untuk berdisiplin menahan keinginan merokok. Barangkali niat kuat adalah anjuran klise, namun para mantan nikotinis mendapat bukti, ya niat itulah kunci utama. Mereka menganalogikan proses penghentian kebiasaan merokok seperti mengemudikan mobil: mengerem habis tanpa melalui proses setahap demi setahap. Tapi sekali lagi, kuncinya adalah kata klise itu tadi: niat. Pertanyaannya sekarang, di manakah niat itu? Wahai para perokok, marilah kita bersama-sama mencari sang "niat". Sampai dapat.


Source: Majalah Intisari, no.458 - September 2001

Kamis, 07 Juli 2011

Serangan Jantung Menyerang Pagi Hari

BILA Anda bangun pagi hari dari tidur yang nyenyak semalam, kemudian siap meninggalkan tempat tidur, berhati-hatilah. Anda memasuki saat-saat yang paling berbahaya hari itu. Selama dua jam berikutnya Anda berhadapan dengan dua sampai tiga kali kemungkinan besar mengalami serangan jantung atau penyumbatan aliran darah dibanding waktu-waktu sebelumnya.

BERDASARKAN penelitian yang dipimpin oleh fisiolog tidur Merril Mitler, ternyata periode antara pukul 06.00 sampai 10.00 pagi memiliki rata-rata waktu puncak yang dapat menimbulkan penyebab kematian karena kanker, penyakit jantung ischemis, bronchitis, emfisim dan asma.

Para dokter mempelajari, keseimbangan tubuh manusia dapat terpengaruh dan terganggu perubahan-perubahan keseimbangannya yang terjadi dan dialami setiap saat selama sehari semalam. Kronobiologi, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari pengaruh-pengaruh waktu terhadap kehidupan, telah menghasilkan revolusi medis yang membuktikan betapa kondisi tubuh manusia itu berubah, oleh irama hidup kita selama sehari semalam.

"Irama biologis secara alamiah ini hadir dalam diri kita, sama halnya dengan kehadiran denyut jantung," kata kronobiolog Lawrence Scheving.  "Dengan mengungkapkan rahasianya, kita dapat menemukan metode baru untuk menghindari dan menyembuhkan penyakit. Setiap fungsi tubuh kita memiliki iramanya sendiri. Kehilangan irama biologis, sama artinya dengan kematian."

Pada waktu tidur, tekanan darah Anda menurun, temperatur tubuh berkurang lebih dari 1 1/2 derajat dibanding dengan keadaan pada waktu siang, dan agak lebih banyak darah terkumpul pada bagian tangan dan kaki. Pada pagi hari, tubuh Anda harus dibangunkan dari keadaan tidur, dengan suatu tekanan yang dipacu zat-zat kimia yang disebut cathecolamin.

Denyutan jantung meningkat dan semua pembuluh darah mengembang, yang pada gilirannya meningkatkan tekanan darah dengan akibat menurunnya aliran darah menuju jantung. Ini dapat menimbulkan ischemi (kekurangan darah yang bersifat relatif) atau angina pektoris dan bahkan kematian mendadak karena infark jantung.

Apabila pembuluh darah tersumbat pengapuran, dapat menjadi bagian-bagiannya melepaskan diri untuk kemudia membentuk gumpalan-gumpalan yang mengakibatkan serangan jantung.

Disamping itu, darah Anda dipenuhi sel-sel yang pada waktu pagi hari berkecenderungan membentuk gumpalan-gumpalan. Bila Anda beranjak dari tempat tidur dan pemacu cathecholamin menyebabkan aliran darah Anda semakin lancar, darah Anda akan berada pada puncak kecenderungannya menjadi padat dan menggumpal.

Aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan anak-anak berangkat ke sekolah dan Anda sendiri yang harus buru-buru ke tempat pekerjaan, menambah stress secara emosional terhadap beban pikiran Anda.

Setelah Bangun

BAHAYA gangguan sirkulasi darah untuk jantung dan pembuluh-pembuluh darah, tidak tergantung dari jam yang Anda pakai, melainkan dari jam atau waktu dalam tubuh Anda sendiri secara biologis. "Jam berapa pun Anda bangun,"  kata Kardiolog James Muller, "Kemungkinan Anda diserang infark jantung adalah paling besar antara 2 sampai 3 jam setelah bangun dari tidur."

Proses kerja waktu dalam tubuh membantu seperti siang dan malam. Ibarat seorang dirigen dari sebuah orkes, ia mengkoordinir ratusan fungsi dalam tubuh kita.

Tubuh kita berdansa menurut irama yang rumit di dalamnya, berhadapan dengan pasang surutnya hormon, sel-sel imun, elektrolit dan putih telur yang berada didalamnya.

Bahwa ada diantara kita yang biasa disebut sebagai "orang pagi" dan yang lainnya lagi bagai "orang malam", bertumpu pada kenyataan berikut:
  1. Perhitungan irama terhadap orang pagi memperlihatkan denyut jantung mereka mencapai puncaknya antara pukul 1:00 dan pukul 2:00 siang.
  2. Orang malam terjadi antara pukul 5:00 dan pukul 6:30 sore.

Orang pagi memproduksi lebih banyak stimulasi hormon adrenal selama pagi hari,  diikuti prestasi puncak yang mulai menurun menjelang sore hari.

Orang malam memulai harinya lebih lamban, memproduksi adrenal yang sama banyaknya dan prestasinya membaik menjelang sore hari sampai larut malam.

Kebanyakan orang mengalami puncak kemampuan ingatan jangka pendek dan berpikir cepat pada waktu-waktu pagi, sampai hampir tengah hari. Kemudian menyusul penurunan energi sekitar pukul 1.00 siang.

Pada waktu siang hari, fisik kita mencapai puncak kemampuannya dalam hal bereaksi cepat, bekerja cepat dan daya tahannya. Beberapa penelitian telah membuktikan, para olahragawan dapat mencapai puncak prestasinya yang terbaik pada waktu siang dan menjelang malam hari. Dari pukul 6.30 sampai 8.30 malam, waktu terbaik untuk ingatan jangka, sehingga merupakan waktu yang optimal untuk belajar.

Irama tubuh kita dapat juga memberikan gejala-gejala yang kurang menguntungkan pada waktu-waktu senja. Pada saat-saat itu juga, terdapat kemungkinan kedua untuk serangan jantung, meskipun kemungkinan dimaksud lebih kecil dibanding dengan saat-saat pagi hari.

Sekitar pukul 07.00 malam, hati kita menyaring alkohol lebih lama, sehingga peminumnya cepat mabok dibanding waktu-waktu lainnya, kecuali sekitar pukul 11:00 malam, yang merupakan waktu rawan terhadap pengaruh alkohol.

Para mahasiswa (di Eropa) lazimnya suka minum-minum pada waktu larut malam dan menjelang subuh. Dari hasil penelitian terbukti, itu saat-saat dari irama kehidupan dimana kemampuan ingatan jangka panjang, kemampuan berpikir dan menilai berada dalam kondisi terburuk.

Perasaan sakit biasanya semakin dirasakan selama siang hari. Puncaknya tercapai pada waktu larut malam.  Menjelang pagi hari perasaan sakit itu justru berkurang.

Pemulihan

PADA umumnya telah kita ketahui, tidur merupakan saat pemulihan tubuh kita. Selama 1 1/2 jam pertama memasuki alam tidur, hormon dalam tubuh kita mencapai puncak pertumbuhannya, yang berfungsi untuk memulihkan tubuh kita.

Jam-jam antara tengah malam dan pukul 4:00 menjelang pagi, ternyata juga merupakan saat-saat dimana kebanyakan ibu-ibu melahirkan anaknya.  "Kelahiran dan kehamilan menjelang pagi hari barangkali merupakan bagian dari warisan generasi kita dan mengandung arti tentang kehidupan," demikian menurut spekulasi kronobiolog Michhael Smolensky.

Melalui pemahaman yang lebih baik tentang waktu dalam tubuh kita secara biologis, kita dapat memperbaiki kesehatan dan meningkatkan kemungkinan umur kita lebih panjang. Tanpa misalnya mengetahui temperatur tubuh kita yang meningkat 1/2 atau 1 derajat dari pagi sampai malam, maka dengan hanya membaca termometer, kita bisa membuat kesimpulan yang keliru.

Temperatur yang menunjukkan 37,2 dapat memberikan petunjuk terhadap kesehatan tubuh yang prima pada pukul 5:00 sore sedangkan pada pukul 7:00 pagi merupakan pertanda sakit.

Obat-obat yang diminum juga memberikan pengaruh terhadap irama dan kesehatan tubuh kita. Oleh sebab itu kebanyakan dokter senantiasa memperhitungkan waktu secara biologis dari pasien mereka, dalam penerapan kemoterapi terhadap penyakit kanker.

Ada obat-obat tertentu yang misalnya dapat menimbulkan kadar keracunan yang lebih tinggi terhadap ginjal pada jam-jam tertentu dalam sehari, sedangkan pada jam-jam lainnya malahan tidak membahayakan.

"Untuk tiap sekitar 20 jenis obat anti kanker, dianjurkan waktu optimal dalam sehari," kata dr. William Hrushesky.

Beberapa ketentuan obat dokter yang diberikan pada hakikatnya, memperkecil kemungkinan serangan jantung pada pagi hari dan hal itu berlaku juga terhadap aspirin.  Dari suatu penelitian yang cukup luas di konstatir, pemakaian aspirin pada siang hari, kemungkinan terhadap serangan jantung bagi pria berkurang hampir 45% sedangkan kemungkinan terhadap serangan pagi hari lebih 59%. Oleh karena itu mintalah nasehat dokter sebelum menggunakan aspirin.

Terlepas dari penggunaan obat, ada cara-cara untuk melewati jam-jam pagi Anda guna mengurangi ketegangan dan risiko yang dihadapi.  Sebelum beranjak dari tempat tidur, sementara tubuh Anda masih dalam posisi tidur, gerakkanlah tangan dan kaki Anda perlahan-lahan seperti lazimnya dilakukan oleh kucing dan anjing. Dengan demikian, darah anda yang terkumpul pada bagian tangan dan kaki akan mulai mengalir keseluruh bagian tubuh.

Buatlah gerakan itu secara perlahan-lahan. Kemudian setelah beranjak keluar dari tempat tidur, hindarilah temperatur tubuh dari perubahan mendadak karena penggunaan air mandi yang terlampau panas atau terlampau dingin, yang dapat memacu aliran darah Anda secara mendadak.

Kemudian pergilah untuk sarapan pagi. Dr. Renata Cifkova dari Universitas Memorial New foundland di St. John mengatakan, "Meniadakan sarapan pagi ternyata meningkatkan aktivitas sel-sel darah dan dapat menimbulkan kemungkinan terhadap serangan jantung atau penyumbatan aliran darah pada pagi hari.

Jam dalam tubuh Anda secara biologis memiliki siklus selama kurang lebih 25 jam. Selama seminggu tubuh Anda menggunakan jam-jam mekanis yang terdiri dari jam untuk makan, jam untuk kerja dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dalam sehari semalam berlangsung selama 24 jam.

Manfaatkanlah peredaran jam biologis dalam tubuh Anda agar terhindar dari bahaya setiap hari dari bahaya setiap hari sehingga Anda dapat meningkatkan usia Anda lebih panjang.

Source : Majalah Warnasari - No.184, Juli 1994

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes