Rabu, 09 November 2011

10 Cara Menghalau Rasa Risau

Membiarkan diri digerogoti kerisauan yang berlarut-larut sama dengan bunuh diri. Untuk mengatasinya cukup dengan sepuluh aturan hidup yang sangat sederhana. Begitu resep Dr. Frank Caprio, seorang psikiater dan konsultan keluarga.

BANYAK orang sering mengatakan "saya risau setengah mati." Bagi para dokter ungkapan itu bukan sekedar kiasan. Tidak sedikit orang yang meninggal karena merana, digerogoti perasaan risau yang berlebih-lebihan. Gejala itu sebenarnya merupakan suatu bentuk bunuh diri.

Dengan mengikuti 10 peraturan dari Dr. Caprio di bawah ini, Anda bisa belajar hidup lebih santai dan menikmati kehidupan, bebas dari stress oleh kerisauan pikiran.

1. Sederhanakanlah hidup Anda. Jangan mengundang berbagai keruwetan seperti utang yang setinggi langit. Jangan hidup lebih besar pasak daripada tiang. Hal itu akan menumbuhkan kerisauan.

2. Ingat kenangan manis. Pikirkanlah tentang hal-hal yang menyenangkan di masa lalu jika menghadapi kesulitan. Berusahalah juga mengembangkan selera    humor yang lebih baik.

3. Jangan mau risau. Tanamkan pada diri sendiri bahwa risau merupakan kebiasaan jelek. Dr. Caprio pernah menyarankan kepada seorang pasien yang selalu dicekam rasa risau, untuk mengulangi 20 kali sebelum tidur "Saya tidak boleh risau."

4. Berbagi rasa. Bicarakan hal-hal yang merisaukan Anda dengan seorang kawan yang berkepala dingin. Dengan demikian Anda bisa berbagi kesulitan dan mencari jalan keluarnya.

5. Buat rencana kerja dan laksanakan. Tindakan nyata lebih baik daripada tidak berbuat apa-apa dan membiarkan kerisauan berlarut-larut.

6. Pikiran dan sikap positif. Pikirkan masalah yang Anda hadapi secara matang dengan tenang. Separuh dari segala kerisauan didunia terjadi pada orang-orang   
yang mengambil keputusan sebelum mereka siap untuk bertindak. Ketidaksiapan itu menumbuhkan kerisauan.

7. Pupuk percaya diri. Tanamkan pada diri sendiri bahwa Anda memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan. "Kalau Anda tidak percaya pada diri sendiri. Anda tidak mungkin merasa bahagia dan santai," kata Dr. Caprio.

8. Carilah pemecahan masalah. Kerisauan merupakan pemborosan daya tahan mental yang tak berguna. Anda tak akan bisa mencari pemecahan masalah dengan membiarkan diri digerogoti kerisauan yang berlarut-larut.

9. Jangan mencari-cari masalah.Ada orang yang tidak merasa bahagia kalau tidak menghadapi masalah yang bisa dirisaukan, kata Dr. Caprio.

10. Kembangkan diri sendiri. Pengembangan diri meskipun dalam masalah-masalah kecil, merupakan obat mujarab terhadap kerisauan dan perasaan tidak bahagia.

Source: Majalah Intisari, no.314 - September 1989

2 comments:

Stupid monkey mengatakan...

satu lagi deh ... selalu berbuat baik kepada siapa pun tanpa terkecuali,boleh kan ???

-Bee- mengatakan...

Salam kenal mas Armansyah.
poin no. 1 dan no. 6 paling mujarab tuh.
namun kembali lg pada pribadi masing-masing bisakah pribadi kita untuk melawan diri sendiri dari hal-hal negatif dengan menerapkan prinsip tersebut.
http://beevisions.blogspot.com

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...