Rabu, 03 Agustus 2011

Hindarkan Rumah Dari Ancaman Geopati (BAGIAN 1)

SAAT bangun pagi hari, badan rasanya linu, bahu kurang enak, atau kepala agak pusing. Ditempat kerja sulit berkonsentrasi atau lekas lelah. Sudah lama menikah tetapi belum punya anak, padahal kata dokter tubuh Anda secara organis dinyatakan beres. Mungkin anda tidur, atau di kantor Anda duduk, di atas medan geopatis. Prof. Dr. Josef Glinka menjelaskan duduk perkaranya serta cara mengatasinya.


SEORANG pemuda mengeluh sakit punggung sampai akhirnya tidak dapat berjalan. Diperiksa dokter, diberi obat, toh keadaannya tidak membaik. Lalu ia dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan diobati. Disana ia cepat membaik. Sepulang ke rumah, sakitnya kambuh lagi. Masuk rumah sakit, pulih lagi.


Begitu terus sampai 5 kali. Secara tidak sengaja seorang pasien yang kebetulan seorang radiestet (dari kata radiestesi, "ilmu" yang mempelajari segala macam medan gangguan) mendengar ceritanya dan memeriksa si pemuda dengan alatnya.

"Anda pasti tidur diatas medan geopatis yang melintang di tempat tidur," kata si radiestet. Sesudah tempat tidur di rumahnya dipindahkan, si pemuda tak lagi mengeluh sakit punggung.


Sepasang suami-istri mengeluh, sudah hampir 5 tahun menikah tetapi si istri tidak kunjung hamil. Si istri diperiksa oleh ginekolog, sang suami oleh androlog. Ternyata semua beres. Persoalan ini diceritakan kepada seorang radiestet yang memeriksa rumah. Ternyata sebuah medan geopatis melintangi tempat tidur mereka. Disuruhlah pasangan itu pindah ke kamar lain. Hasilnya, dalam 2 minggu sang istri hamil!

Bapak tiri saya meninggal karena kanker. Ibu pindah dan tidur di kamar bekas bapak. Sesudah beberapa waktu mengeluh pada malam hari kakinya sering kejang, akhirnya ibu meninggal juga karena kanker. Seorang radiestet memeriksa rumah kami. Ternyata di bawah tempat tidur itu ada persilangan air. 

Sumber medan geopatis

Secara harfiah gaia berarti bumi, pathos artinya menderita atau sakit. Jadi, medan geopatis itu medan yang mengganggu kesehatan kita. Bukan hanya kita, tetapi juga kebanyakan organisme hidup lainnya.


Bola bumi kita ini memiliki medan magnetis yang terpencar secara tertentu. Magnetis bumi itu sudah lama dikenal, diselidiki dan diukur. 


Namun ada tempat-tempat tertentu yang gelombang atau gaya magnetisnya berlainan. Daerah-daerah yang disebut medan geopatis, yaitu kisi bumi, aliran benda cair dalam tanah (umumnya air yang mengalir), retakan geologis dan mineralogis, timbunan mineral tertentu dan jenis lain yang belum ditetapkan.


Delapan puluh persen medan geopatis disebabkan oleh tiga yang pertama: kisi bumi, aliran air, dan retakan geologis; 60 - 70% oleh dua yang pertama: kisi bumi dan aliran air, dan sekitar 50% oleh kisi bumi.


Kisi bumi merupakan suatu jaringan yang secara sistematis terbagi di atas bola bumi dan terdiri atas garis-garis lurus. Jenisnya ada dua. Salah satunya Kisi Hartmann, berupa garis-garis yang mengelilingi bola bumi, lurus pada arah timur-barat dan utara-selatan. Lebar garis paling tinggi 20 cm. Jarak antara garis utara-selatan (di Eropa) 4 - 5 cm, sedangkan antar garis timur-barat 5 - 6 cm.


Katanya, orang yang sangat berpengalaman dapat melihat garis-garis ini dari peristiwa-peristiwa atmosferik tertentu. Khususnya di laut, garis-garis itu dapat di amati sebagai arus dan ombak yang berbentuk lurus. Garis yang jauh lebih kuat dapat menyebabkan apa yang oleh pelaut dikenal sebagai "laut mati"; sulit sekali kapal keluar dari situ kalau berlabuh.


Tanah tersusun dari bermacam-macam mineral. Ada lapisan tanah yang dapat ditembusi air, ada yang tidak. Ini menyebabkan air dari permukaan tanah, misalnya air hujan, merembes ke tanah sampai lapisan yang menahannya. Lalu dalam lapisan yang dapat ditembus dan terletak di atas lapisan keras tadi, air mengalir ke tempat yang lebih rendah.


Air itu bersifat bipolar: mempunyai kutub positif dan kutub negatif. Disamping itu air mengandung larutan macam-macam mineral dalam bentuk ion, yang juga bermuatan listrik. Pada waktu mengalir, molekul-molekul air yang dikelilingi anion dan kation berputar. Efek putaran itu sama seperti pada dinamo, yaitu menghasilkan gaya elektromagnetis yang arahnya menembus lurus ke atas, dan inilah penyebab gangguan itu.


Retakan dalam litosfer (kerak bumi - Red.) membuat medan magnetis bumi tidak selaras. Disamping itu mineral yang berbeda dan letaknya berdekatan, juga dapat membentuk gaya khusus yang menembus permukaan bumi. Gaya yang keluar dari tempat ini bersifat sinar gamma.


Kumpulan mineral-mineral tertentu dalam jumlah besar juga menghasilkan pengaruh khusus pada permukaan bumi sampai dapat mengakibatkan terbentuknya iklim mikro yang khas. Ada mineral yang menguntungkan, ada yang mengganggu. Yang paling terkenal, misalnya, mineral radioaktif, garam, dan kapur.


Di zaman modern ini, manusia sendiri menciptakan medan-medan gangguan baru berbentuk kawat listrik tegangan tinggi. Setiap kemajuan teknologi memiliki aspek positif dan negatif. Tak dapat dibayangkan dunia modern tanpa listrik. Segi negatifnya, saluran listrik tegangan tinggi membentuk medan elektromagnetis yang mempengaruhi sekitarnya. Pengaruh yang mudah dikenali ialah gangguan gelombang radio yang ada dibawah atau didekat saluran macam ini. Selain itu saluran listrik memperkuat medan geopatis dan menyalurkan pengaruhnya ke dalam rumah.


Deteksi lewat denah

Bermacam-macam alat untuk menemukan serta mengukur radiasi pada medan-medan geopatis sudah dibuat orang. Ongkosnya memang besar. Cara termudah, dan umumnya juga efisien, minta bantuan orang yang berbakat sebagai radiestet. Seorang radiestet butuh alat sederhana, bisa berupa sepotong kayu berbentuk V, sebuah bandul, atau dua antena radio yang dapat berputar secara bebas.


Orang sering menganggap keliru, alatnya yang ajaib. Padahal medium, si penerima sinyal adalah manusia. Ia harus berbakat, artinya peka terhadap gangguan atau "radiasi" dari medan geopatis. Dengan berjalan sambil berkonsentrasi terhadap medan geopatis tertentu atau segala macam gangguan radiestestis, seorang radiestet memegang alat yang paling cocok bagi dirinya, dan memperhatikan reaksi alat tersebut. Kayu yang berbentuk V akan tertarik ke bawah jika ia masuk ke medan geografis. Antena akan tertarik ke tengah sampai bersilangan jika ia berada di medan geopatis, atau salah satu tangkai antena tertarik ke kiri atau ke kanan bila ia masuk daerah pengaruh medan geopatis. Antena akan tertarik ke tengah sampai bersilangan jika ia berada di atas medan geopatis, atau salah satu tangkai antena tertarik ke kiri atau ke kanan bila ia masuk daerah pengaruh medan geopatis, tetapi belum berdiri diatas medan itu sendiri. Pada bandul harus diperhatikan arah putarannya.


Lebar daerah "radiasi" dapat ditentukan dengan ketepatan hingga 1 cm. Disamping itu arah medan geopatis (pada air arah arusnya) dan kekuatan "radiasi" dapat ditetapkan jika radiestet adalah orang yang sangat peka dan berpengalaman.


Bakat radiestes, katanya, cukup umum. Cuma orang tidak mengetahui hal ini. Dalam hal kepekaan, yang merupakan syarat mutlak untuk berhasil, ada tingkatannya: ada yang lebih peka, ada yang kurang. Selain itu dibutuhkan pengetahuan teoritis yang minimal tentang radiestesi. Lalu kemampuan untuk berkonsentrasi perlu dilatih dan terus dibina.


Prasyarat untuk dapat berkonsentrasi dengan baik adalah harmoni antara jiwa dan raga. Dengan kata lain seorang radiestet harus dalam keadaan tenang, relatif sehat dan tidak terganggu oleh macam-macam pikiran lain.


Bersambung

2 comments:

Said Arsyad mengatakan...

medan geopatis sh daerah mana sob?

DJADOEL POST mengatakan...

@Said: Sorry baru bales sekarang, Maksudnya??

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...