Selasa, 02 Agustus 2011

Dampak Pemanasan Global (Global Warming) Yang Sudah Terlihat (BAGIAN 1)

Pada 2020 bumi rusak parah. Manusia tak lagi memiliki kekebalan tubuh. Bayi banyak mati, sementara yang hidup mengalami mutasi genetik. 


PUNTA Arenas, suatu hari. Di kota yang terletak paling selatan di planet bumi itu, para penduduknya terlihat menggunakan kaca mata hitam, memakai topi sombrero, kemeja lengan panjang serta celana panjang, dan lotion pelindung kulit pada bagian tubuh yang tidak terlindung. Sementara halaman rumah mereka, sudah lama tak ditumbuhi pohon atau tanaman. Pemandangan semacam itu, sudah enam tahun terakhir terlihat di Punta Arenas antara bulan September - Desember setiap tahun.


Kota yang paling dekat dengan Kutub Selatan (Benua Antartika) itu, mestinya adalah kota yang bersih, sejuk dan tidak panas seperti kota-kota yang berada di garis khatulistiwa dan sekitarnya.


Penduduknya hanya sekitar seratus ribuan, dan kendaraan bermotor bisa dihitung dengan tangan. Masuk dalam bagian negara Chile, Amerika Latin, perbatasan bagian selatan kota itu membentang sampai ke Benua Antartika. Jika ada wilayah yang lebih jauh lagi ke arah selatan, itu pastilah wilayah para penguin. Karena itu, pemandangan penduduk yang memakai lotion anti sinar matahari dan mengenakan kacamata hitam, membuat Punta Arenas menjadi aneh. 

Namun hilangkan rasa aneh itu. Punta Arenas menjadi perhatian dunia karena lubang ozon terlihat di sana. Seperti pernah dilaporkan kantor berita Associated Press, lubang ozon itu --- yang oleh penduduk setempat disebut sebagai El Agujero--- ukurannya bahkan sudah mencapai 29 juta kilometer persegi. Punta Arenas lalu menjadi satu-satunya daerah yang terpapar bulat-bulat sinar ultraviolet B, penerobos lubang ozon.


Diukur dengan specto-radiometer, kepekatan lapisan ozon di sana sudah kurang dari 200 unit Dobson di skala pengukur ozon, atau telah menipis 200 Dobson dibanding ketipisan ozon batas normal 400 Dobson. Lubang itu, setiap saat bisa bolong sama sekali, seperti yang terjadi di Kutub Selatan. Berbeda dengan lubang ozon yang pernah dilihat di tempat lain, lubang ozon di Punta Arenas muncul setiap tahun selama beberapa hari antara 1 September dan 31 Desember.


Puntas Arenas
Di periode waktu itu, setiap hari Badan Meteorologi dan Geofisika setempat menyiarkan ramalan cuaca, laporan perkembangan besarnya lubang ozon di langit mereka. Pada saat itu, biasanya keadaan dinyatakan "siaga merah". Sebagai antisipasi, para penduduk dianjurkan pihak berwajib memakai topi sombrero yang lebar tepiannya jika berada diluar rumah. Pengalaman lain mengenakan kaca mata hitam, kemeja lengan panjang, celana yang panjang juga, dan lotion pelindung kulit pada bagian badan yang terbuka. Kalau tidak, risiko kena kanker kulit sangat besar.


Untuk berjaga-jaga, agar orang tak terlambat mengetahui ambang batas ketipisan ozon, mereka memasang solar stoplight di beberapa tempat. Perempatan jalan, pasar swalayan, dan tempat umum lainnya, tak luput dari pemasangan alat pemantau ambang batas ketipisan ozon tersebut. Bentuknya seperti jam dengan jarum yang dapat menunjuk ke warna hijau jika normal, dan berwarna merah kalau sudah gawat.


Dan Punta Arenas, buka satu-satunya wilayah yang langitnya berlubang karena ozon. Di Teluk Mexico, lubang ozon yang disebut sebagai Zon Maut, juga pernah terlihat meski ukurannya jauh lebih kecil dibanding lubang di Punta Arenas. Lalu pada September 2002, lubang maut itu juga pernah terlihat di atas bumi sejumlah negara Asia Selatan dan Tenggara. Lubang yang dijuluki sebagai Awan Peran Asia itu, berwujud awan setebal 3 kilometer dengan warna kuning keperakan dan melayang di atas Burma, Bangladesh, India, Thailand, dan Malaysia.


Pada 1985, para ahli dan peneliti yang diprakarsai oleh Inggris mengumumkan, bahwa lapisan ozon di atas Hally Bay, Antartika, telah menunjukkan adanya penipisan yang drastis. Antara 1950 sampai dengan 1970 terukur rata-rata lapisan ozon 300 Dobson. Akan tetapi pada kurun waktu antara Oktober 1978 sampai Oktober 1984 lapisan ozon terukur hingga titik terendah sampai 125 Dobson. Penipisan lapisan ozon yang drastis di Antartika disebut "lubang ozon". Dalam citra satelit, kadar ozon yang rendah itu menyerupai sebuah lubang.


Vaksinasi dan Imunisasi Tak Berguna Lagi

Seperti halnya udara dan air, lapisan ozon sangat berarti bagi manusia. Secara sederhana, ozon adalah lapisan tipis gas O3 yang secara alami menyelimuti permukaan bumi. Sinar matahari dibiarkan masuk, namun panasnya dijebak agar tidak langsung mengenai bumi. Dari bentuknya, sinar matahari merasuki permukaan bumi pada berbagai panjang gelombang. 

Bersambung - Dampak Global Warming Yang Sudah Terlihat (BAGIAN 2)

0 comments:

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...