Senin, 09 Januari 2012

Metamorfosis Pena, Dari Masa ke Masa

SULIT ditentukan sejak kapan manusia mengenal alat tulis. Namun diduga tatah - yang sering dipakai menulis di atas lempengan batu atau logam - adalah generasi pertama pena. Maka ia pun dijuluki pena besi.


Baru tahun 1000 SM terjadi revolusi alat tulis, saat Cina mulai memakai kuas rambut. Kuas itu menggunakan tinta kering dari jelaga atau arang yang penggunaannya seperti cat air.


Sekitar 400 SM "lahir" pena dari batang alang-alang untuk menulis di kertas papirus. Pena itu dapat ditemukan di Mesir dan Amenia, sedangkan Kairo dan Alexandria terkenal sebagai pasar utama barang-barang tersebut.


Sekarang pun masih banyak orang di sepanjang pantai Teluk Persia mengumpulkan batang alang-alang untuk keperluan itu, sedangkan pemasarannya menyebar ke sebagian besar negara Timur. Konon pena itu paling cocok dengan tinta dan kertas yang digunakan di sana. Alang-alang yang dipilih yang biasanya berbatang sangat kecil namun kuat itu setelah dipotong diperlakukan khusus. Misalnya, disimpan di bawah timbunan pupuk kandang selama beberapa bulan. Hasilnya, selain berubah warna hitam bercampur kuning, batangnya makin keras dengan permukaan yang lebih halus.


Berkembangnya mutu kertas juga menuntut pena yang lebih halus. Bulu angsa pun jadi pilihan. Bila merujuk kiasan yang ditulis St. Isodore dari Seville, pena bulu baru muncul pada abad VII. Meski banyak yang menduga pena bulu telah ada lebih awal.


Akibat meningkatnya produksi pena bulu, perdagangan bulu pun ramai. Beberapa negara, seperti Polandia, Rusia, Jerman dan Belanda, menjadi produsen terbesar. Pernah dalam setahun Saint Petersburg mengirim 27 juta helai bulu angsa ke Inggris, padahal dari seekor angsa hanya dapat diambil sebanyak 10 - 12 bulu. Bayangkan berapa banyak angsa harus dipelihara.


Setelah di sortir sesuai panjang dan ketebalan, bulu sayap dipendam dalam pasir panas agar kulit luarnya kering. Proses ini membuat bulu mudah dibersihkan serta bagian dalamnya mengerut dan terkelupas. Lalu bulu lembutnya diperkeras dengan mencelupkannya ke larutan mendidih yang mengandung tawas atau asam nitrat. Di tahap akhir, ujung pena dibelah dan dibentuk agar enak dipakai.


Masa pena baja diperkenalkan pertama kali oleh John Mitchell dari Bingmirham, Inggris, pada 1828. Saat baru dikenalkan harganya $ 2 - 3 sebatang. Sayang, banyak pemakai merasa tidak nyaman. Karena setiap kali harus mencelupkannya ke dalam tinta. Muncullah pulpen berkantung tinta dengan prinsip kerja pipa kapiler. Salah satu modelnya dibuat oleh orang Amerika. Lewis Edson. Waterman, tahun 1884.


Model pena berikutnya adalah bolpoin. Dari berbagai model, yang paling memuaskan adalah karya Lazlo Biro. Bolpoin Biro pernah sangat populer di Inggris terutama selama PD II (1939 - 1940) sejak banyak disukai pilot karena tidak bocor saat dibawa terbang. Bolpoin mengandalkan bola logam di ujung pena yang akan terus terendam cairan tinta dari kantung tinta. Maka bolpoin dilengkapi tutup atau tombol mekanis yang mencegah tinta mengering di ujung. Karena gravitasi, bolpoin tidak bisa digunakan menulis dengan baik bila ujung pena lebih tinggi daripada pangkalnya.


Berbeda dengan pulpen yang menggunakan tinta encer, bolpoin menggunakan tinta kental dan lengket agar tak mudah bocor ke ujung sehingga bola jadi belepotan.


Tahun 1960-an mulai dikenal pada berujung lembut yang kita sebut spidol. Ini terobosan baru, karena mata penanya terbuat dari plastik berpori, kantung tintanya pun mengandung materi sintetis yang berserat, sedangkan cara kerjanya seperti spons menyimpan air. Menilik kelebihan setiap jenis pena, timbul gagasan memadukannya. Hasilnya pena rolling ball dengan bola di ujung mata pena seperti bolpoin, namun menggunakan tinta cair yang tersimpan aman di kantung seperti pada pulpen atau spidol. Saat dipakai, ujung pena akan meluncur nyaman di permukaan kertas layaknya menggunakan pulpen atau spidol.
TGRJTVBJ9KFM
Source: Majalah Intisari, no.406 - Mei 1997

1 comments:

Stupid monkey mengatakan...

untung sudang ditemukan ya, kalo gak sekarang kita nulis pake apa ;)

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...