Selasa, 11 Oktober 2011

Kulit Sehat Cerminan Tubuh Anda (BAGIAN 2)

Pengelupasan untuk perawatan


Senada dengan dr. Edwin, kimiawan Mark Potter yang pernah bertugas meramu obat-obatan untuk pasukan Operasi Badai Gurun yang harus menghadapi iklim kering di Timur Tengah, mengatakan perlunya dilakukan pengelupasan kulit untuk membongkar tumpukan kulit mati yang tidak bermanfaat. "Tapi harus hati-hati. Kalau tidak, kulit malah akan kehilangan kelembapan, bahkan makin rusak," katanya.


Menurut Potter pula, selain membuat kulit kembali bercahaya, "Pengelupasan memiliki fungsi yang lebih dari sekedar mempercantik diri, misalnya proses pergantian sel-sel kulit akan lebih cepat, juga meningkatkan aliran darah yang penting artinya dalam penyediaan makanan bagi permukaan kulit."


Cara paling sederhana yang dia anjurkan adalah dengan memakai sabun untuk  menggosok kulit sehingga semua lemak dan tumpukan kulit mati hilang. Semua jenis sabun mandi bisa digunakan, namun sabun yang mengandung belerang lebih efektif mengelupas kulit ari mati, sekaligus mencegah pembentukan jerawat. Bagi yang alergi terhadap belerang, sabun bayi lembut akan lebih tepat.


Namun, menurut David Biro, sabun kurang baik bagi yang berkulit kering, karena bisa menyebabkan iritasi. Karenanya perlu dicari sabun yang aman dan mengandung zat-zat aktif yang bermanfaat. Saat ini bisa dengan mudah didapatkan sabun yang mengandung zat aktif seperti vitamin E kompleks yang berguna untuk melawan tanda-tanda penuaan, minyak pelembab, atau zat lain. Sabun jenis ini mampu bekerja ganda, selain benar-benar membersihkan, juga menjaga kelenturan dan kesehatan kulit.


Untuk kulit wajah yang bertesktur lebih halus, lembut dan tipis, lebih tepat bila digunakan sabun khusus wajah atau facial soap.


Namun untuk pengelupasan dalam perawatan sehari-hari, Potter lebih menganjurkan untuk menggunakan pembersih bukan sabun. Ada dua cara yang baik dalam melakukannya. Pertama, menggunakan masker kimia yang dengan  kandungan enzimnya mampu mengikat sel mati, menghancurkan jaringan sekaligus mengangkatnya. "Cara kedua sedikit kurang praktis, namun cukup berarti dalam tindakan pengelupasan, yaitu menggosok kulit dengan lembut secara mekanis."


Meski tak sebanyak sabun, produk pembersih pengelupas kulit ari ini cukup mudah diperoleh di pasaran. Mulai dari mangir tradisional, mangir kocok yang praktis sampai body scrub bisa digunakan untuk tujuan ini.


AHA, zat anti penuaan


Lain halnya dengan produk yang sedang in sekarang ini yang disebut AHA (alpha hidroxy acid) atau kelompok fruit acid. AHA dinilai mampu mengatasi kelemahan scrub yang hanya melepas lapisan paling luar, namun tidak bisa memperbaiki hubungan antar sel di dalam. AHA, sering disebut sebagai zat anti ajaib anti penuaan dan mampu mengelupas kulit mati tanpa digosok, akan mengurangi keriput dan membuat kulit lebih segar. Sebab zat itu juga melembapkan lapisan kulit dibawahnya dan merangsang terbentuknya sel-sel baru.


"Tapi AHA tidak cocok untuk semua usia. Mereka yang berusia 30 - 40 tahun masih bisa menggunakannya. Tapi yang berusia di atas 40 akan lebih baik kalau menggunakan retinoic acid atau asam retinoat," tutur Edwin Juanda.


Sebab, katanya, bila AHA hanya bisa masuk sampai lapisan antarsel, maka asam retinoat yang mengandung vitamin A yang sangat diperlukan sel kulit mampu menembus ke dalam sel. "Kulit yang sudah jelek dan kusam pun akan berubah menjadi lebih lembab, tebal, merah dan segar lagi."


Tak aneh bila kini banyak produk pelembab kulit yang mendapat muatan AHA. Bila pelembab dengan AHA mampu meresap lebih dalam, maka pelembab tanpa AHA hanya akan melembabkan bagian kulit ari.


Usaha mempertahankan kelembaban kulit memang perlu dilakukan dengan teliti. "Sungguh sulit untuk bisa memasukkan cairan ke dalam lapisan kulit yang berstruktur sangat rumit. Bayangkan, cairan dalam tubuh kita hanya bisa keluar melalui saluran keringat," papar Edwin.


Itu sebabnya, krim malam dilihatnya sebagai usaha untuk mempertahankan kelembapan dan cara terbaik untuk memulihkan kondisi kulit. Pada waktu tidur, sistem metabolisme betul-betul akan beristirahat untuk memperbaiki sel-selnya. "Sehingga krim malam akan masuk dengan mudah dan bekerja dengan maksimal dalam waktu yang cukup lama. Lain halnya kalau dipakai siang hari, belum lagi pengaruh tamparan sinar matahari yang membuat kulit yang diolesi AHA atau asam retinoat jadi iritasi," ujarnya.


Edwin membenarkan pendapat untuk membiarkan kulit polos tanpa krim malam agar dapat bernapas. "Krim malam bisa saja hanya berupa pelembab yang bisa  digunakan kapan pun kalau seseorang merasa kulitnya terlalu kering. Ini pun tidak bisa dipukul rata sama untuk semua orang. Bagi yang kulitnya berminyak, tidak dianjurkan mengenakan krim malam, nanti bisa jerawatan."


Bagaimanapun pelembab tetap diperlukan meskipun kulit sudah dalam keadaan sehat dan segar. Menurut Mark Potter, selain akan mengisi kulit dengan bahan gizi, terutama minyak dan vitamin pelembab juga akan mendorong kulit melakukan regenerasi. Pelembab dengan emoliennya akan mampu mengatasi berbagai macam kondisi cuaca yang merusak kulit.


"Tanpa jaring emolien, pelembab tidak ada artinya. Istilahnya, kalau sudah menyimpan uang dalam lemari, jangan lupa untuk menguncinya."


Tabir surya perisai kulit


Selain pelembab, produk perawatan lain yang diperlukan untuk mencegah penuaan dini adalah tabir surya atau sunscreen. Meski sebenarnya tubuh telah dilengkapi dengan sistem pertahanan seperti lapisan tanduk, melanin dan antioksidan, tapi pada tingkat radiasi tinggi, mekanisme proteksi ini dapat dilampaui, sehingga perlu ditambahkan pelindung dari luar. Selain pakaian, sistem pertahanan buatan dari luar yang paling efektif ialah tabir surya.


Karena berada didaerah tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi, krim tabir surya dapat digunakan setiap hari. Krim yang baik mengandung SPF  (sun protective factor) tinggi, mudah diperoleh, dan tidak menyebabkan alergi. Akhir-akhir ini banyak dipasarkan produk yang mengandung zat antiultra violet seperti produk Tanjung dari Sari Ayu, atau Nivea Visage.


Bila body lotion disebutkan mengandung SPF 15 berarti krim tersebut akan meneruskan sinar matahari seperlima belas saja. Sebaliknya, krim dengan SPF 60 hanya akan meneruskan seperenam puluh sinar matahari ke kulit kita. Jadi, makin besar nilai SPF, makin efektif fungsinya sebagai tabir matahari.


"Artinya, orang yang menggunakan SPF 30 kalau berjemur selama 60 menit,  sama artinya dengan berjemur tanpa sunscreen selama 2 menit. Jika mengoleskan SPF 15, sama dengan berjemur selama 4 menit," jelas Edwin. karena itu ia menganjurkan mereka yang hanya kadang-kadang berada di bawah terik matahari bisa menggunakan yang ber-SPF 15 - 30. Sedangkan yang lebih sering di panggang terik surya lebih baik bila menggunakan yang ber-SPF 60 atau lebih. Krim tabir surya dapat dioleskan di seluruh bagian tubuh yang terbuka, terutama wajah.


Memilih produk perawatan kulit memang perlu hati-hati, jangan sampai hasilnya justru lebih buruk dari pada keadaan sebelumnya.


Tak ada salahnya, bila sebelum menggunakannya, produk baru tersebut dicoba sedikit di bagian punggung kulit. Bila muncul reaksi alergi, segera hentikan dan usahakan tidak menggunakan kosmetik dari bahan atau merek yang sama. "Tapi yang utama hindari kosmetik yang mengandung air raksa atau merkuri yang secara kumulatif akan berpengaruh terhadap ginjal," tutur Edwin tanpa bermaksud menakut-nakuti.


Waspadai pula produk yang harum, karena parfum pada kosmetik sering jadi penyebab utama iritasi. Menilik susunan kimianya, satu aroma bisa terbuat dari 300 macam bahan. "Jika harus memilih antara produk yang dibuat dari dari 10 ataukah 200 jenis bahan kimia, maka pilihlah yang sedikit kandungan kimianya." ujar Mark Potter.


Hal lain yang perlu diperhatikan adalah zat pengawet - penyebab kedua iritasi  kulit. Perhatikan jenis produk mana yang pernah Anda beli yang mudah berjamur atau rusak dalam beberapa bulan, karena itu indikasi kadar pengawetnya rendah.


Penanganan penuaan dini tidak memberikan hasil maksimal bila hanya faktor eksternal yang diatasi. Karenanya Edwin sering menganjurkan pasiennya untuk menjaga kesehatan dengan banyak mengkonsumsi makanan bergizi.


"Buah-buahan dan sayur-sayuran adalah jenis makanan sehari-hari yang baik bagi kulit karena mengandung zat antioksidan. Hindari makan daging yang berlebihan karena akan mengakibatkan oksidasi terlalu banyak, sisa pembakarannya pun banyak."


Bila makanan yang dikonsumsi dirasakan masih kurang mengandung zat antioksidan (misal vitamin A, C, E, dan melatonin), bisa saja minum suplemen  antioksidan. Edwin mengingatkan rahasia lain untuk menjaga kesegaran kulit dengan minum air putih sedikitnya 2 liter per hari.


Source: Majalah Intisari, no.404 - Maret 1997.

0 comments:

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...