Senin, 31 Oktober 2011

Tanaman Obat Tradisional Anti HIV (AIDS)

BERBAGAI cara sudah dilakukan untuk menanggulangi AIDS yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh orang karena infeksi HIV. Kebanyakan dilakukan dengan obat kimia sintetis, yang sampai sekarang belum ada hasilnya yang memuaskan. Penelitian mencari obat yang lebih jitu kini beralih ke tanaman tradisional. 


VIRUS penyebab AIDS yang sangat kompleks itu mudah sekali berubah sifat, menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan hidupnya. Inilah yang menyulitkan para pakar menemukan obat penumpas yang tahan lama keampuhannya.


Berbagai jenis obat sintetis yang sudah dicoba sebelumnya memang efektif melawan virus HI, tetapi begitu virus itu bermutasi, obat jadi tak efektif lagi. Dampak sampingannya yang negatif juga tinggi, sedangkan proses pembuatannya sendiri masih rumit. Obat itu jadi mahal, tapi "tidak janji".


Mencari yang alamiah


Daun Kaki Kuda
Itulah sebabnya, beberapa pakar farmakologi berupa mencari zat aktif dari bahan alami. Dengan disponsori GPA (Global Programme on AIDS) dan TRM (Traditional Medicine Programme) dari WHO, NCL (National Cancer Institute) di Washington, telah menguji keampuhan sejumlah tanaman obat tradisional dari seluruh dunia terhadap virus penyebab AIDS.


Selama 5 tahun (1987-1992), NCL menguji lebih dari 40.000 jenis tanaman obat, bakteri, lumut kerak dan ganggang yang hidup di laut in vitro (dalam tabung percobaan). Dari pengujian itu ternyata hanya 15% yang berpotensi sebagai zat anti-HIV. Sebagian besar (85%) tidak menunjukkan kegiatan.


Sambiloto
Dari yang potensial itu sebagian besar berupa tanaman daratan yang biasa dipakai sebagai obat tradisional oleh berbagai bangsa dan negara sumber tanaman obat itu, termasuk Indonesia. Umumnya bahan yang berkhasiat itu berupa ekstrak air (sari) tanaman yang bersangkutan. Hanya beberapa yang berupa ekstrak organik.


Berbagai jenis tanaman obat tradisional, seperti bawang putih, sambiloto, pepaya, ginseng, lidah buaya, jamur shiitake, dan berbagai ramuan berupa umbi lili, obat Cina fu zheng, dan obat Tibet padma 28 sudah lama dipakai untuk menyembuhkan AIDS tanpa penjelasan ilmiah. Setelah di uji in vivo (dalam tubuh makhluk hidup) lebih lanjut.


Ekstrak beberapa jenis tanaman obat itu dicobakan pada pasien HIV di Afrika. Salah satu yang ampuh ialah sejenis kayu hitam Diospyros usambarensis. Ia sudah lama dikenal sebagai fungsida dan obat sitotoksik. Ekstrak tanaman ini juga sudah diberikan kepada penderita AIDS di Cina dan Tanzania, baik dalam bentuk tunggal maupun di ramu sebagai obat kombinasi dengan tanaman obat lain.



TABEL 1
Jenis tanaman obat Cina yang anti-HIV
1Althernanthera philoxeroids
2Andrographis paniculata
3Arctium Lappa
4Coptis chinensis
5Epimedium grandiforum
6Lithospermum erithrorhizon
7Lonicera japonica
8Prunella vulgaris
9Senecio scandens
10Viola yedoensis
11Woodwardia unigemmata

Bayam Duri
Di Cina juga sudah dilakukan uji farmakologi terhadap 27 jenis tanaman obat yang biasa dipakai oleh penduduk sebagai obat anti-infeksi. Sebelas jenis diantaranya menunjukkan dengan nyata kegiatan anti-HIV ketika di uji dalam tabung (Lihat tabel 1). Di antara kesebelas jenis tanaman itu ada satu yang sudah lama kita kenal di Indonesia. Yaitu sambiloto Andrographis paniculata.


Sejauh ini, sambiloto dipakai sebagai obat penyakit kulit oleh para dukun/tabib tradisional Indonesia. Ternyata alkaloida andrografolida yang dikandungnya berkhasiat menghambat kegiatan virus HI.


Prunella vulgaris dan Viola yedoensis ternyata mengandung senyawa sulfonat polisakarida. Senyawa ini menunjukkan kegiatan sebagai penghambat kegiatan virus HI. 


Ganggang merah Schizeminta pacifica yang hidup di laut, dan mengandung heparin dan dekstran sulfat ternyata juga anti-HIV seperti senyawa sulfonat polisakarida di atas.


Jenis tanaman Trichosantes kirilowi yang biasa dipakai sebagai obat abortus di Cina, kini di Amerika Serikat di pakai secara tidak resmi sebagai obat AIDS, karena mengandung protein trikosantin.

TABEL 2
Ekstrak air tanaman Indonesia yg aktif
Anti-HIV in Vitro
1Ageratum conyzoidesBabadotan
2Amaranthus spinosisBayam duri
3Anthocephalus chinensisKelempeyan
4Aquilaria microcarpa*Kayu Gaharu
5Areca catechuPinang
6Artemisia ginaMungis arab
7Artemisia vulgarisSuket ganjahan
8Averrhoa bilimbiBelimbing Wuluh
9Blumea balsamiferaSembung
10Carica PapayaPepaya
11Centella asiaticaDaun kaki kuda
12Chydenanthus excelsusBesole
13Cinnamomum burmaniKayu manis
14Clerodendrum serratumSagunggu
15Codiaeum variegatumPuring, Puding
16Coleus atropurpureusJawer Kotok
17Coriandrum SativumKetumbar
18Costus speciosusPacing, Si tawar
19Curcuma heyneanaTemu Giring
20Dracontomelon*Buwah rau, Koili
21Dyrpetes Longifolia**Bumigaya, Batung
22Eclipta prostataUrang-aring
23Elaocarpus stupularis*Pinang pinai
24Euonymus JavanicusKumbang
25Foeniculum vulgareAdas
26Garcinia griffithiKandis gajah
27Gendarusa vulgarisGandarusa
28Glochidion arborescens*Ramambong
29Graptophyllum pictumDangora puding
30Hemigraphis colorataBenalu api
31Hydrocotyle sibthorpiodesPatikan Cina
32Indorouchera griffithianaAkar tanduk
33Limnocharis flavaGenjer
34Macaranga tribolataKayu sepat
35Payena acuminataMayang lisak
36Pogostemon hortensisNilam
37Pterocarpus indicusAngsana
38Saccharum spontaneumTebu salah
39Scorodocarpus borneensisKayu bawang hutan
40Sida rhombifoliaDaun selai
41Sonchus arvensisTempuyung
42Spatholobus terrugineusSambangan
43Staurogyne elongataGodong keji
44Vernonia arboreaSembung gilang
45Villebrunea rubescensNangsi, Jurang
46Amomum rumphiiGaloba jantung
*Ekstrak organik
**Ekstrak air dan ekstrak organik

Dari Jepang dilaporkan bahwa senyawa glycyrrhizin dari tanaman Glycyrrhiza uralensis (sejenis akar manis) yang biasa dipakai dalam ramuan obat batuk hitam, ternyata bersifat anti-HIV juga. Pemberian secara oral kepada pasien HIV ternyata bisa menyembuhkan pasien AIDS.


Obat tradisional Indonesia


Mungsi Arab
Hutan tropis Indonesia yang terkenal tinggi sekali keanekaragaman hayatinya itu merupakan gudang bahan alami yang mengandung lebih kurang 30.000 jenis tanaman yang belum seluruhnya dikelola secara maksimal. Hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan oleh nenek moyang kita sebagai tanaman obat tradisional. Sampai sekarang masih tetap dimanfaatkan dan dari tahun ke tahun bahkan meningkat. Lebih-lebih karena isu global "Kembali ke alam".


Pemakaian tanaman obat untuk menanggulangi AIDS juga sudah lama dilakukan oleh para dukun/tabib tradisional, tetapi tidak pernah dilaporkan secara resmi. Ramuan yang dipakai masing-masing dukun biasanya dirahasiakan, sehingga menyulitkan pendataan.


Beberapa jenis tanaman obat tradisional Indonesia kemudian juga diteliti oleh NCI Amerika Serikat, seperti pinang, belimbing wuluh, pepaya, pare, dan tempuyung yang sudah amat biasa kita kenal sebagai jamu.


Penelitian masih baru dalam taraf pengujian kegiatan ekstrak kasar dari fraksi air dan belum ditentukan dengan pasti, berapa dosis yang direkomendasikan bagi tiap jenis tanaman obat itu. Tetapi yang pasti ialah, tanaman jamu Indonesia itu dapat dipakai untuk mengobati AIDS, karena sudah terbukti anti-HIV.


Source: Majalah Intisari, no.394 - Mei 1996

1 comments:

konde mengatakan...

udah terbukti secara klinis gak ya

Event Untuk Blogger Berhadiah Blakberry Playbook

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...