Selasa, 05 Juli 2011

Ganja Dan Kokain Apa Bahayanya?

KOKAIN, ganja dan sejenisnya, juga obat-obat keras telah lama menjadi masalah dunia. Membahayakan, sudah jelas. Terlebih jika overdosis, bisa membawa maut.

Bahayanya antara lain :
  1. Terganggunya daya ingat jangka pendek dan melambatnya kemampuan berpikir.
  2. Terganggunya fungsi paru-paru, mirip yang ditemukan pada perokok.
  3. Menurunnya jumlah sperma dan kemampuan gerak sperma.
  4. Terganggunya ovulasi dan pertumbuhan sebelum lahir.
  5. Terganggunya reaksi kekebalan.
  6. Kemungkinan adanya akibat-akibat yang merugikan pada fungsi jantung
  7. Tersisanya produk-produk sampingan ganja atau narkotika dan obat keras lainnya didalam lemak tubuh yang berakibat fatal.



Kokain
SEKALIPUN masih diperlukan lebih banyak penelitian tentang bahaya penggunaan ganja, bukti-bukti terus bertambah. Ada tanda-tanda, makin banyak diantara pemakainya yang menyadari bahayanya.

Merokok saja berkaitan erat dengan meningkatnya gangguan pernapasan dan kanker paru. Apalagi ganja. Ganja tidak berfilter dan pengisapnya cenderung mengisap dalam-dalam, sehingga jaringan paru-paru terkena zat-zat kimia yang keras dan berbahaya.


Banyak menghisap ganja, saluran udara ke paru menyempit. Sebuah penelitian membuktikan, lima batang rokok ganja per minggu lebih merusak paru-paru dari pada enam bungkus rokok diisap dalam jangka waktu sama. Kandungan zat kimia ganja jauh lebih berbahaya. Diperkirakan ganja mengandung lebih dari 10 kali jumlah zat kimia tetrahydrocannabinol (THC), zat yang dapat mengubah ingatan.

Ahli-ahli narkotika tentang ini karena, sekalipun akibat-akibatnya belum diketahui, THC dapat tetap tinggal didalam tubuh selama seminggu, setelah orang menghisap ganja.

Disamping THC, masih ada lebih dari 400 zat kimia dalam asap ganja.  Kebanyakan diantara zat-zat ini bleum diketahui akibat-akibatnya, namun salah satu zat itu, benzopyrene, penyebab kanker, yang dalam asap ganja jumlahnya lebih dari 70 kali dibandingkan dalam asap rokok. Kandungan ter juga lebih banyak terdapat diganja daripada di rokok berkadar ter tinggi.

Akibat terhadap kesehatan, menjadi semakin gawat, karena pemakai ganja biasanya menghisapnya sampai ke hisapan penghabisan, yang mengandung gumpalan zat-zat kimia dan ter yang lebih padat.

Akibat ganja pada denyut jantung sudah diketahui : ganja dapat mempercepat denyut jantung sampai dengan 50% dari yang normal, ini mungkin tidak merupakan ancaman bagi jantung normal, namun berbahaya bagi orang yang kondisi jantung dan peredaran darah abnormal, seperti yang hipertensi dan arterosk lerosis.

Penggunaan ganja juga dapat mengganggu daur haid. Terdapat bukti, pada beberapa remaja pemakaian ganja yang berlebihan, bisa terganggu haidnya dan mungkin tidak dapat disembuhkan.

(gambar suasana sebuah klub di bali - di attach nanti)

Apakah ganja menyebabkan kerusakan keturunan/generik tidaklah diketahui. Ganja mungkin bisa meracuni sel-sel telur yang lagi berkembang dan ini bisa menghasilkan jumlah kromosom yang abnormal.

Bahan-bahan aktif pada ganja mudah melintasi ari-ari penghubung antara janin yang sedang berkembang dengan si ibu - dan ada didalam air susu. Akibat klinis perkembangan ini belum diketahui, namun diperingatkan wanita yang mengandung sangat membahayakan janin jika menghisap ganja.

Apakah ganja menyebabkan kecanduan bagi penghisapnya ?

Sekalipun tidak ada bukti menyebabkan kecanduan seperti halnya rokok, orang dapat terjerat secara psikologis dan tingkah laku penghisap ganja dapat berubah dalam jangka waktu panjang. Perubahan-perubahan itu meliputi rasa lesu hilang ambisi, hilang daya guna, kesulitan memusatkan pikiran dan menurunnya prestasi kerja. Keseluruhan gejala ini disebut sindrom amotivasional.

Yang semakin meresahkan para ahli kesehatan, cara ganja mempengaruhi fungsi daya pemahaman dan penggerak otak (psychomotor) Tracking (pelacak), istilah yang dipakai untuk menggambarkan tindakan menuruti perangsang gerak. Tingkah laku melacak sangat peka terhadap akibat-akibat ganja. Para pemakai ganja mengalami kerusakan daya melacak empat sampai delapan jam setelah menghisap, jauh melebihi perasaan mabuk.  Jangka waktu bereaksi para pemakai ganja, juga sering terganggu.

Kokain

PARA ilmuwan terus meneliti kerja ganja untuk menentukan dengan tepat bahaya jangka panjangnya, perhatian baru diberikan kepada suatu jenis obat bius lain yang akibat-akibatnya menggelisahkan ilmuwan. Obat bius yang ini, kokain, kadang-kadang disebut "makanan ego", karena membawa rasa perkasa dan kejernihan pikiran.

Hidung yang basah atau tersumbat, merupakan kejadian yang umum dikalangan orang yang sesekali menyedot kokain. Kerusakan pada selaput hidung, terlihat pada pemakai setiap hari. Namun keluhan ini tidak artinya, dibanding dengan akibat-akibat kokain lainnya. Kerusakan paru-paru dan jantung, kurang gizi, paranoia (gangguan jiwa) dan kematian.

Akibat-akibat itu tergantung pada takaran obat bius yang dipakai, berapa kekuatannya,bagaimana memakainya dan berapa kecepatannya masuk kedalam aliran darah.

Freebasing, mengisap kokain dalam bentuk sulingan, lebih berbahaya daripada menghirupnya atau menyedotnya yang terakhir ini cara yang paling sering dipakai. Penyuntikan ke pembuluh darah, bahkan lebih berbahaya lagi, Freebasing, yang semakin populer, membawa bahaya yang unik terhadap kesehatan para pemakai biasanya mengalami luka-luka bakar yang parah, pada waktu kokain itu sedang diuapkan dengan korek api gas atau bensin.

Kokain, baik disedot, diisap atau disuntikkan, menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Pada waktu yang bersamaan pembuluh-pembuluh darah akan mengerut dan otot-otot jantung dan paru-paru terangsang secara berlebihan, sehingga tercipta kondisi-kondisi utama untuk terjadinya serangan jantung. Kematian dapat juga disebabkan demam yang luar biasa tinggi, dan kejang-kejang yang terjadi setelah pemakaian berlebihan.

Ada pemakai yang mengalami halusinasi dan menjadi gila. Sekalipun akibat-akibatnya bisa begitu dramatis dan berkepanjangan, diduga akibat-akibat itu bisa dihilangkan jika pemakaian kokain dihentikan.

Mekanisme untuk tahan terhadap kokain belum jelas, namun diduga berkembang suatu kondisi yang disebut "ketahanan terbalik". Seorang pemakai kokain dapat membentuk ketahanan terhadap obat bius itu, sehingga dia memerlukan jumlah yang lebih besar untuk bisa mencapai efek yang sama.

Lalu, karena sebab-sebab yang belum diketahui, ketahanan itu bisa tiba-tiba membalik. Artinya, yang hari ini merupakan dosis yang aman bagi seseorang, hari esok bisa menjadi dosis yang membawa maut.

Kokain menurut definisi yang disetujui dunia kedokteran tidaklah menyebabkan kecanduan, karena kokain tidak menjurus ketergantungan secara fisik, sehingga diperlukan dosis yang diulang-ulang untuk mencegah timbulnya  gejala-gejala "penarikan diri". Akan tetapi para ahli farmakologi mengatakan, menurut pengertian yang lebih luas, kokain menyebabkan kecanduan.

Para pemakai berat bisa jadi merasa tertekan, jika tiada obat bius ini.  Mereka memperlihatkan dorongan yang sangat kuat untuk memakinya -- begitu kuatnya dorongan itu sehingga bisa menghambat kegiatan-kegiatan normal seperti makan, tidur dan bekerja.

Sekalipun pemakai kokain sering mengatakan pemakaian yang hanya kadang kala saja, melalui hidung, tidak mesti menimbulkan akibat yang sangat gawat pada kesehatan, para ahli kedokteran berpendapat sukar bagi siapapun untuk memakai obat bius itu hanya sekali-sekali saja.

Sebagaimana yang dicatat para peneliti mengenai akibat-akibat kokain, semakin banyak pemakai kokain mendapatkan alasan kuat untuk merasa takut.

Source : Majalah Warnasari, No.185 - Juni 1994

0 comments:

Poskan Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

DAFTAR ISI

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Ada kesalahan di dalam gadget ini
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...