Minggu, 24 Juli 2011

Melacak Mayat Dengan Bau Tiruan (BAGIAN 1)

Di AS telah ditemukan formula bau-bauan yang menyerupai bahan aslinya, termasuk bau mayat, narkotik, heroin, dan beragam obat-obatan ilegal, untuk melatih anjing pelacak menemukan bahan aslinya di lapangan.

EMPAT tahun lalu, dibawah matahari yang terik di negara bagian Arizona, AS, Detektif Mark Green sedang merenungkan penyelidikan di depan matanya. Empat orang saksi mata telah menceritakan kisah pembunuhan anak yang bermiripan yang terjadi delapan tahun sebelumnya. Hari ini polisi Phoenix akan mulai mencari sisa-sisa jenazahnya,yang diduga di kubur dataran tinggi terpencil ini.


Green masih ingat, rekannya jauh lebih bersemangat - bulu coklatnya yang mengkilat bergetar-getar, ekornya dikibas-kibaskan ke kaki Green. Judge, anjing jenis labrador berbulu coklat ini sudah terlatih mengendus narkotik. Tetapi belakangan ini ia baru belajar mengenal bau lain, bau mayat, dengan menggunakan bahan tiruan yang menyerupai bau mayat, dengan menggunakan bahan tiruan yang menyerupai bau mayat. Green membuka ampul "parfum" itu lalu menyorongkannya ke pada Judge. "Back!" perintah Green, yang artinya. "Ini yang aku mau; bring it back!"

Labrador, Si Anjing Pelacak
Judge mengendus-endus kiri-kanan, turun-naik di tanah merah yang tandus itu. Moncongnya lincah diarahkan kesana-kemari. Moncongnya lincah diarahkan kesana-kemari. Sesudah 30 menit, geraknya melambat, moncongnya menyapu mundur-maju, lalu kedua cakarnya menggali penuh semangat, "Good boy!" kata Green sambil melemparkan mainan kunyah-kunyahan ke depan hidung rekannya. Si labrador melompat kesenangan, menyambut hadiah itu.

Green membersihkan bekas galian cakar Judge dengan sikat. Lalu dibawanya anjing itu beberapa ratus meter dari situ mengikuti arah angin, untuk mulai melacak lagi. Tapi cuma dalam beberapa menit, judge kembali ketempat tadi mencakar-cakar sambil menyalak lagi. Sekarang para petugas baru mulai menggali gumpalan-gumpalan tanah liat yang belum digali.

Seorang ahli patologi forensik Universitas Arizona di Tucson tiba. Ia menunjuk ke suatu lokasi di tanah gurun itu, yang agaknya mencurigakan. Agak cekung, seperti bekas lubang besar yang ditimbun kembali. Penggalian dilanjutkan dengan cangkul. Polisi terus menyisir tempat itu untuk mendapat bukti lebih banyak. Tapi polisi tidak menemukan apa-apa lagi. Meski demikian, dengan didapatnya potongan pakaian, Judge menjadi salah satu anjing polisi pertama yang dilatih dengan bau-bauan palsu.

Seri "parfum" bau mayat

Menyusul ledakan bom di Oklahoma, AS, dan gempa bumi di kobe, Jepang, endusan anjing menjadi sesuatu yang biasa di televisi. Padahal untuk melatihnya mengenali bau tertentu bukan sesuatu yang mudah. Paling tidak harus dilatih 1 kali seminggu. Kalau baunya bau mayat, si pelatih jadi lebih repot lagi. Siapa yang mau dekat-dekat orang yang berbau mayat?

Sedangkan melatih anjing untuk mengenali heroin saja sudah cukup problematik. Untuk mendapatkan dan menggunakan obat-obatan terlarang itu, si pelatih harus melewati birokrasi yang berbelit-belit. Sementara anjingnya sendiri mudah kelebihan dosis.

Para pelatih sebenarnya sudah mencari gantinya. "Untuk heroin dan kokain, kami mencampurkan bubuk susu, cuka dan sedikit kina," kata Texan Billy Smith, pelatih anjing sejak 1970-an. Untuk keperluan SAR pun anjing dilacak melacak segala macam, dari korban tabrak lari, potongan kuku dan rambut, percikan darah. kadang-kadang bahan tiruan bisa berhasil melatih mereka, tetapi kadang-kadang juga tidak.

Untunglah ada sekelompok ahli kimia dan biologi yang dapat membuat pelatihan anjing menjadi lebih mudah dan terpercaya. Hasil karya mereka yang paling menonjol berupa bebauan buatan, diproduksi oleh perusahaan kimia Sigma di St.Louis, AS. Dalam 5 tahun ini Sigma telah mengembangkan satu seri produk yaitu Pseudo Corpse I (bau mayat berumur kurang dari 30 hari), Pseudo Corpse II (bau mayat berumur 1 bulan), Pseudo Distress Body (bau tubuh akibat panik) dan Pseudo Burn Victim (bau mayat korban kebakaran) sedang dalam rencana. Sigma juga menjual bubuk peledak tiruan dan sejumlah tiruan obat-obatan ilegal.


Menurut Larry Myers, dokter hewan dan ahli biologi sensori asal Universitas Auburn di Alabama, "Bebauan tiruan memang pemecahannya, karena justru yang paling jadi masalah dalam melatih anjing adalah kontrol stimulusnya." Tiruan yang ideal, menurutnya, harus bersifat khusus untuk yang dituju saja. "Anda tentu tidak ingin anjing yang Anda latih untuk menemukan bahan peledak, ternyata malah keliru menemukan sekaleng krim cukur."


Meski anjing berdaya penciuman amat sensitif, hal demikian ternyata sering terjadi. Sebagai contoh, melatih anjing mengenali narkotik dengan bahan narkotik yang disimpan dalam kantung plastik di jamin membuat anjing itu akan ribut tiap kali mencium bau kantung plastik. Anjing yang dilatih menemukan obat bius, juga amat mudah dibelokkan perhatiannya oleh bau-bauan lain, sehingga akhirnya yang ia temukan malah tepung roti, sementara kokainnya sendiri terlewatkan.


Peledak, narkotik, ganja

Peran anjing pelacak kini semakin krusial; bisa menyangkut soal hidup atau mati. Salah satu lembaga yang amat tergantung pada anjing pelacak ini adalah lembaga pengawas penerbangan di AS. Lembaga ini memperkerjakan 100 ekor anjing pelacak untuk mengendus bahan peledak dalam kargo.

Penelitian Myers disponsori Federal Aviation Administration (FAA). Sebelum sampai pembuatan bom tiruan, masih banyak hal yang perlu dikerjakan. Bila anjing mengendus dalam-dalam yang mengakibatkan masuknya molekul-molekul pembawa bau ke dalam lubang hidung, maka bentuk lubang hidung berubah supaya molekul-molekul itu difokuskan ke arah selaput sensory mucosa, yang letaknya di bagian belakang moncongnya.


Sensory mucosa dapat memuat amat banyak cilia (rambut halus yang peka terhadap bau). Cilia pada anjing 10 kali lebih banyak daripada cilia pada hidung manusia.


Tetapi sampai sekarang pengetahuan para peneliti baru sampai di situ. Sampai sebatas manakah pembauan anjing? Anjing barangkali bisa melacak bau buronan bila jejaknya baru berusia beberapa hari. Namun dalam hal bau-bau tertentu seperti aseton, hidung anjing tidak lebih baik dibandingkan manusia.


Dengan latar belakang yang serba sedikit inilah ahli kimia Sigma, Thomas Juehne dan John Revell, menciptakan bau tiruan pertama pada 1989.


Bersambung - Melacak MAYAT dengan BAU TIRUAN (BAGIAN 2)

0 comments:

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

DAFTAR ISI

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...