Jumat, 08 Juli 2011

CERITA SPIONASE : Pilot Amerika Lolos dari NAZI (BAGIAN 2)

Bergerak Malam Hari

MULAI saat itu, Jack terus bergerak pada malam hari, sedang di siang hari bersembunyi di tumpukan jerami atau didalam gudang bawah tanah. Dan malah mulai asing mendengar suaranya sendiri. Tubuhnya kotor, perutnya lapar dan merasa kesepian saja ditempat yang sangat asing baginya. Setiap kali dia lewat di bawah jendela rumah-rumah penduduk, ketakutannya yang paling besar ialah, perutnya yang selalu keroncongan itulah yang justru akan mengkhianatinya.

Pada suatu malam, kepergok patroli pasukan Jerman. Dengan begitu dia tak punya pilihan lain kecuali langsung masuk ke sebuah desa yang seharusnya hanya dia lalui saja.
Ketika berbelok di sebuah jalan dan masih melihat banyak serdadu Jerman di mana-mana, dia menyelinap masuk ke dalam sebuah cafe. Dengan perut bergolak hebat karena mencium aroma bau masakan lezat dan juga harumnya asap rokok, dia melangkah gemetar ke arah meja bar, "Bir!' begitu bisiknya kepada pelayan bar.

Jack bisa merasakan pandangan aneh seseorang lelaki yang berdiri di sampingnya. Namun dia mencoba tak memperdulikan pandangan orang itu, dan merogoh saku celananya untuk mengambil satu-satunya mata uang logam franc Swfs yang masih dimilikinya.

Lelaki di sampingnya tadi cepat menahan tangan Jack dan meletakkan sekeping mata uang logam Perancis di meja bar.

Ketika lelaki itu keluar dari cafe, Jack mengikutinya.

"Teruslah berjalan ke arah yang telah diperintahkan kepadamu," lelaki itu berbisik kepadanya dan langsung menghilang.

Sekarang patroli pasukan Jerman terlihat di mana-mana. Pada suatu hari, Jack terpaksa haru naik trem. Dia berdiri dengan tangannya berpegangan pada pipa besi yang melintang di atap trem itu, ketika dia melihat ada seorang penumpang pria memandang tajam ke arah pergelangan tangannya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Jack mendongak dan melihat gelang yang dipakainya, yang digravir dengan hiasan gambar wing pilot, merupakan hadiah dari ibunya.

Cepat-cepat Jack menurunkan tangannya. Penumpang pria tadi tersenyum lalu kembali membaca korannya.

Ketika akhirnya Jack berhasil mencapai Pegunungan Pyrenia, dia bertemu kembali dengan dua pilot Amerika rekannya dulu itu, untuk bersama-sama menyeberangi perbatasan dengan dipandu seorang penunjuk jalan Spanyol.

Namun baru mencapai setengah perjalanan, penunjuk jalan itu ternyata mengkhianati mereka, dengan menyerahkan ketiganya pada patroli Jerman yang telah menanti dan si penunjuk jalan mendapatkan upahnya disitu juga.

Serangan Udara

SERDADU-SERDADU Jerman itu membawa ketiga tawanan mereka ke dalam sebuah kereta api yang menuju ke utara. Setelah beberapa jam naik kereta api tersebut mereka mendengar suara-suara ledakan hebat. Serangan udara Sekutu!

Para serdadu yang mengawal mereka memandang keluar, dan mengarahkan ke udara, ketika ketiga tawanan Amerika tadi membekuk mereka kemudian melarika diri. Sejak itu Jack sudah tak pernah melihat kedua tangannya lagi.

Sekali lagi Jack tak tahu berada dimana dan apa yang harus dilakukannya. Tiba-tiba muncul seorang serdadu Jerman. Disusul dua serdadu lagi dengan senanpan ditodongkan ke arahnya. 

Jack digiring ke sebuah rumah di pinggiran kota dan disekap di dalam gudang tanpa penerangan.

Dia sudah tak bisa mengenal waktu lagi, ketika selama beberapa hari kemudian disiksa dan di interogasi Gestapo. Untung dia mampu bertahan dari siksaan itu, sehingga tak sampai mengkhianati orang-orang gerakan bawah tanah yang menolongnya selama ini.

Mungkin satu minggu berlalu, atau mungkin juga sepuluh hari. Dia malah mulai bertanya dalam hati, masih berapa lama lagi dia masih akan mampu bertahan sebelum akhirnya harus mati nanti.

Kemudian pada suatu malam dia dan teman satu selnya memutuskan untuk mencoba melarikan diri. Keduanya mengatur rencana pelariannya itu, dengan menggunakan bahasa isyarat.

Jack lalu berteriak-teriak berpura-pura sakit. Teman satu selnya itu lalu membunuh seorang penjaga Jerman yang datang menengoknya, mengenakan seragam Nazi serdadu itu, kemudian menyeret Jack keluar untuk "ditembak".

Para penjaga lainnya yang tak merasa curiga malah berteriak-teriak mencemoohkan Jack yang pura-pura menangis dan memohon supaya tidak dibunuh.

Begitu keduanya sampai ke daerah peladangan yang sepi, mereka berpisah mencari jalannya sendiri-sendiri untuk kabur.

Ketika sedang bergegas menyusuri sebuah jalan, Jack melihat ada seorang wanita tua sedang susah payah berusaha membuka payungnya dan dua serdadu Jerman yang naik sepeda motor dari kejauhan sana. Jack langsung mendekati wanita tua itu, membukakan payungnya dan memayunginya, sementara kedua serdadu Jerman bersepeda motor itu lewat.

Nenek itu tersenyum kepadanya, menyalaminya dengan hangat dan menerima payungnya kembali lalu melangkah pergi.

"Pengantin"

JACK lalu melangkah ke arah datangnya suara organ, yang ternyata berasal dari dalam sebuah gereja katolik kecil, di mana para penduduk berkumpul menghadiri misa.

"Tuhan, Tolonglah Diriku," begitulah satu-satunya doa yang bisa diucapkannya, setelah dia berlutut di sebuah bangku gereja tersebut, sambil menundukkan kepalanya.  Di arah belakangnya dia mendengar gemerisik suara kain yang kaku. Seragam serdadu Nazi? Bukan, ternyata baju seragam seorang biarawati, seorang biarawati berwajah cantik!

Jack bersyukur lega dan berpura-pura khusyuk berdoa.

"Ikutilah aku," begitu bisik biarawati, setelah misa selesai.

Di halaman belakang gereja itu, ada sebuah gerobak jerami, seekor keledai penariknya, dan dua orang lelaki. Kedua orang lelaki itu menyeringai ke arah Jack dan memberinya minuman anggur cukup banyak, sementara "biarawati" tadi mencopot baju seragam susternya.

Lonceng gereja mulai berdentang riang, dan "biarawati" cantik tadi yang sekarang mengenakan pakaian biasa, menarik Jack ke dalam kereta jerami tadi.

"Selamat Berbulan Madu! Selamat Menikmati Malam Pengantin!" orang berseru sambil berlari disamping kereta jerami itu, ketika kereta tersebu berangkat pergi mengangkut "penganten baru" itu keluar kota.

Menemui pengalaman aneh ini Jack serasa berada dalam mimpi, bahkan dia masih belum yakin apakah benar-benar bebas dari sel Gestapo?

Dia akhirnya mengenal wanita yang menyamar sebagai biarawati tadi bernama Renee. 

Tentara Nazi membunuh kedua orang tuanya dan juga kakak perempuannya. Sekarang dia memimpin suatu kelompok pasukan bawah tanah Perancis.

Pada akhir November, Jack sedang berjongkok ditepi sebuah sungai kecil mencoba menangkap ikan. Kemudian dia merasa seakan-akan bumi di sekitarnya bergetar hebat. Dia terperanjat menyaksikan berpuluh-puluh tank lewat tak begitu jauh dari tempatnya berada sebelum akhirnya dia menyadari itu pasukan tank Amerika !

Pasukan Amerika ! Ya, Tuhan. Terima kasih Tuhan, karena aku telah bisa Kau selamatkan sekarang !

Jack lalu cepat-cepat berlari ke arah mereka.

TOLOL ! begitu tiba-tiba ia berpikir dan langsung menghentikan larinya, Bagaimana Kalau Kamu Sampai Ditembak Setelah Menjalani Perjuangan Sulit Dan Berat Selama Ini ? Dalam kondisi tubuhnya yang menyusut tinggal 45 kilogram, rambut awut-awutan, kotor dan berpakaian petani Perancis compang-camping itu, dia memang sama sekali tak menunjukkan sosok seorang pilot Angkatan Udara Amerika.

Jack mengangkat kedua tangannya dan melangkah pelan, menyokong datangnya pasukan tank Amerika tersebut.

"Hai !" begitu teriaknya gembira menyapa serdadu-serdadu Amerika yang mengikuti gerakan pasukan tank itu. "Aku gembira melihat kalian !"

Akhirnya perjuangan beratnya meloloskan diri dari buruan serdadu-serdadu Nazi Jerman berakhir juga.

Setelah cukup mendapat perawatan yang intensif di rumah sakit dan dinyatakan cukup sehat kembali, pada 15 Desember 1944, Jack dikirim pulang dengan pesawat ke Amerika untuk bergabung kembali dengan ayah dan ibunya, serta saudara-saudaranya yang lain, yang dengan sangat gembira menyambut kedatangan pahlawan mereka yang selama ini telah dinyatakan hilang dalam tugas itu.

T A M A T

0 comments:

Posting Komentar

GET UPDATE VIA EMAIL
Jika Anda Menyukai Artikel di Blog Ini, Silahkan Berlangganan via RSS. Isi Alamat Email Anda di Bawah Ini:

DAFTAR ISI

MAJALAH BOBO 1980-an

Tambahkan Kami di Facebook

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...